• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Advertorial

Tahun Ini, 20.000 Bibit Mangrove Ditanam DKP Sulsel di Pangkep

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
18 Juli 2022
di Advertorial, Lingkungan, Pemprov Sulsel
Masyarakat pesisir  menanam mangrove di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep

Masyarakat pesisir menanam mangrove di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep

PANGKEP, PIJARNEWS.COM— Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel melalui Cabang Dinas Kelautan (CDK) Pangkep melaksanakan penyerahan bibit mangrove secara simbolis kepada masyarakat pesisir di Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep. Sebanyak 10.000 batang bibit mangrove ditanam.

Kepala DKP Sulsel, Muhammad Ilyas mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mengembalikan kawasan fungsi mangrove/hutan bakau yang hilang. Utamanya sebagai tempat asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), dan daerah pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya. Demikian juga, penanaman mangrove untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak.

“Penanaman mangrove memang menjadi salah satu program Pak Gubernur untuk rehabilitasi ekosistem yang rusak. Saya sampaikan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem yang penting di pesisir,” kata Ilyas.

Selain mangrove, padang lamun dan terumbu karang yang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang tidak boleh hilang atau rusak. Satu dengan lainnya saling terkait.

BeritaTerkait

Disdikbud Parepare Matangkan Program Literasi Al-Qur’an TSM, Diluncurkan Oktober

Disdikbud Parepare Matangkan Program Literasi Al-Qur’an TSM, Diluncurkan Oktober

7 Oktober 2026
Tasming Hamid Perkuat Tata Kelola Aset dan BUMD Parepare di Forum Bersama Wamendagri

Tasming Hamid Perkuat Tata Kelola Aset dan BUMD Parepare di Forum Bersama Wamendagri

7 Oktober 2026
Bupati Sidrap Dampingi Kalosi Alau Hadapi Penilaian Lomba Desa Nasional

Bupati Sidrap Dampingi Kalosi Alau Hadapi Penilaian Lomba Desa Nasional

6 Oktober 2026
Mappadendang di Sidrap Jadi Momentum Dorong Target IP 300

Mappadendang di Sidrap Jadi Momentum Dorong Target IP 300

6 Oktober 2026

“Di Pangkep salah satu program yang ada mengembalikan mangrove yang hilang, dengan dikembalika fungsi dan peran utamanya sebagai nursery ground atau tempat perkembang-biakan ikan-ikan kecil, penahan ombak,” sebutnya.

Selian itu, mangrove juga dapat mengurangi pencemaran laut dengan berperan sebagai biofilter mereduksi logam berat dan nutrient berlebih dari darat yang masuk ke laut.

Fungsi lainnya peningkatan oksigen dan karena karbon bisa berkurang dengan adanya mangrove. “Artinya bisa merilis oksigen untuk seluruh masyarakat dunia. Ini program global menata bumi menjadi hijau,” ucapnya.

Ke depannya juga dengan menanam mangrove menjadi potensi untuk pengolahan sumber makanan olahan, di antaranya potensi buah mangrove sebagai alternatif sumber pangan. Untuk industri, mangrove dapat didorong menjadi pewarna alam dalam pembuatan baju.

Ia sekaligus menyatakan rasa salutnya kepada pemerintah setempat, di mana lurah di Labbakkang berencana untuk mengembangkan kawasan mangrove menjadi pariwisata. “Kami salut, Pak Lurah yang ingin mengembangkan mangrove ini, termasuk untuk kepariwisataan,” sebutnya.

Selain itu, itu tahun ini ada, di Pangkep penanaman juga di 2 di pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, yaitu pulau Kapoposang dan Pulau Cambang-cambang. Sehingga totalnya sebanyak total 20.000 batang bibit mangrove.

Ilyas menambahkan, secara ekologi tiga kabupaten berperan penting dalam mengatur ketersediaan ikan di Sulsel, yakni Pangkep, Selayar dan Sinjai. Sebab, karena memiliki pulau yang berinteraksi antara mangrove, lamun dan terumbu karang.(adv)

Editor: Dian Muhtadiah Hamna

 

Terkait: Pemprov Sulsel

Berita Terkait

Sekda Jufri Rahman: JMSI Berperan Besar Mendorong Ekonomi dan Literasi Digital

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 November 2025

...

Gubernur Sulsel Resmikan Penerbangan Perdana Makassar–Bone Bersama Fly Jaya Airlines

Gubernur Sulsel Resmikan Penerbangan Perdana Makassar–Bone Bersama Fly Jaya Airlines

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 September 2025

...

Gubernur Sulsel dan Pangdam Takziah ke Rumah Duka Ojol Korban Pengeroyokan Demo di Makassar

Gubernur Sulsel dan Pangdam Takziah ke Rumah Duka Ojol Korban Pengeroyokan Demo di Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 September 2025

...

Berita Populer

  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Battle of Brain Jadi Cabang Baru di SEKSOS.COM 2026, Uji Logika hingga Memori Siswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi