• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Tradisi “Mappalette Bola” di Desa Ujung Mattajang Lutra

Editor: Tim Redaksi
4 Agustus 2022
di Opini
Nurhikmah

Oleh : Nurhikma, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Parepare

OPINI — Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17 ribu lebih pulau yang dihuni lebih dari 360 suku bangsa. Hal ini membuat Indonesia kaya akan keragaman budaya dan tradisi. Adat istiadat sendiri merupakan suatu perilaku atau kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun yang dilakukan secara berulang dan menjadi ciri khas dari suatu daerah.

Sama halnya dengan tradisi yang masih sering dilakukan oleh beberapa masyarkat Sulawesi Selatan dan masih berkembang sampai sekarang yaitu pada salah satu masyarakat bugis tepatnya yang berada di Desa Ujung Mattajang, Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Bagi suku Bugis, pindah rumah berarti pindah yang sebenar-benarnya. Mereka
memindahkan rumah, berupa bangunan rumah, dan barang-barang. Tradisi memindahkan rumah ini disebut ‘Mappalette Bola’.

Biasanya tradisi Mappalette Bola dilakukan jika pemilik rumah ingin pindah dan menjual rumahnya tetapi tidak dengan tanahnya. Tradisi Mappalette Bola oleh masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan yang berlandaskan asas gotong royong mencerminkan kebersamaan
yang tumbuh di tengah masyarakat dan sarat akan muatan kebaikan.

BeritaTerkait

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

20 Oktober 2026
Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026
Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

9 Oktober 2026

Mappalette Bola sendiri ialah tradisi gotong royong memindahkan rumah pada Masyarakat Bugis Sulawesi Selatan. Tradisi gotong royong ini masih hidup di tengah masyarakat Desa Ujung Mattajang, Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara. Hingga kini tradisi ini masih  mengakar sampai sekarang. Meski rumah di daerah tersebut hampir semua terbuat dari batako, tak jarang warga Desa Ujung Mattajang tersebut masih menggunakan rumah  panggung yang terbuat dari panggung.

Tradisi Marakka Bola sendiri biasa dikenal juga dengan sebutan “mara’kka/ma’bule yang secara turun temurun masih dilakukan di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Diantaranya yaitu di Desa Ujung Mattajang sendiri, dimana setiap warga yang ingin memindahkan rumahnya ke lokasi baru maka tradisi  Mappalette Bola dilakukan dengan dibantu warga sekitar.

Berdasarkan pendapat narasumber atau warga Desa Ujung Mattajang, Hj Sati mengatakan, sebelum rumah diangkat ada tradisi ma bac’a-bac’a doa atau membaca doa disertai dengan nanr’e makkoring (nasi yang masih ada dipanci, red) dan kue 7 rupa.

Dalam wawancara tersebut, Sati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai ungkapan  rasa syukur atas rezeki yang Allah SWT berikan. Kegiatan itu juga bertujuan meminta keberkahan atas rumah baru tersebut. Usai baca doa, dilanjutkan dengan makan bersama dengan warga.

Ma’ Baca-baca sendiri merupakan sebuah ritual adat Bugis yang diartikan membaca doa dihadapan hidangan makanan yang masih dilestarikan hingga kini dihadapan sesepuh akan diletakkan makanan yang telah ditata dalam sebuah nampan yang orang Bugis menyebutnya “Bakik” kemudian dilengkapi dengan tungku kecil yang disebut dupa-dupa yang berisikan bara api.
Dalam proses pemindahan rumah warga tersebut tidak terbilang ringan bahkan mencapai beberapa ton. Maka dari itu pemindahan rumah dilakukan puluhan laki-laki yang dipimpin oleh ketua adat yang akan memberikan aba-aba untuk mengangkat rumah tersebut. Untuk memudahkan warga mengangkat rumah maka dibutuhkan bambu untuk menyangga setiap tiang rumah agar memudahkan warga untuk mengangkatnya. Ada dua macam cara proses pemindahan rumah, yaitu dengan cara diangkat dan didorong. Jika jarak pemindahan dekat maka akan dilakukan dengan cara didorong, tapi jika jaraknya cukup jauh maka dilakukan dengan cara diangkat.

Tujuannya agar rumah yang baru saja dipindahkan terhindar dari bencana dan malapetaka. Tradisi lalu diakhiri dengan acara makan bersama sebagai bentuk ikatan silaturahmi yang erat antara warga. Usai mengangkat rumah warga menyantap makanan yang disediakan pemilik rumah. Penyedian makanan tersebut sebagai ungkapan terimah kasih. (*)

Terkait: LutraMappalette BolaPindah RumahTradisi

Berita Terkait

Pinrang Juara Umum STQH ke XXIII di Masamba

Editor: Tohir Muhammad
20 April 2025

...

Lepas Kafilah STQH ke Lutra, Wali Kota Parepare Targetkan Masuk Lima Besar

Editor: Tohir Muhammad
12 April 2025

...

Sekda Pinrang Hadiri Tradisi Adat “Maccera Arajang” di Benteng Sawitto

Editor: Tohir Muhammad
11 November 2024

...

Berita Populer

  • Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ustaz La Jami Ingatkan Bahaya Sifat Pemarah, Serakah hingga Sombong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi