MAKASSAR, PIJARNEWS.COM –– Hamka. Ia merupakan pengusaha jasa fotocopy (copy centre) di Kota Parepare. Usaha yang digeluti sejak tahun 2007 penuh dengan perjuangan. Tantangan dan kesabaran, tentu suka dan duka dalam merintis usaha sudah dilaluinya.
Hamka lahir di Kampung Cambaya, Desa Bontokassi, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar. Ia besar dan tumbuh di lingkungan keluarga yang sederhana dan pas-pasan. Itulah kemudian yang membuat dirinya semakin termotivasi belajar hidup mandiri yang lebih baik.
Sejak kecil, Hamka telah ditinggal mendiang ayahnya Hasanuddin Dg Lassa saat berusia 1 tahun. Ia lahir dan dibesarkan oleh seorang ibu dari tiga orang bersaudara. Sejak kecil sudah diajarkan belajar hidup mandiri bersama saudaranya yang lain.
Pada usianya yang masih anak-anak, ia bersama saudaranya sepulang dari sekolah turun ke sawah bertani sambil mengembala dua ekor kerbau miliknya. Di masa kecilnya, Hamka sudah terdidik dengan kemandirian dan ilmu agama dari pamannya Ia tinggal di lingkungan yang agamais dari keluarga (almarhum) bapaknya yang berprofesi sebagai guru agama Islam, yang juga merupakan tokoh Muhammadiyah di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa pada masanya.
Sejak kecil, Hamka sudah senang belajar agama dan sering ikut lomba keagamaan hingga meraih juara. Dengan dasar ilmu agama yang sudah tertanam dalam dirinya sejak kecil, setelah tamat SMP di Takalar ia ingin lebih banyak belajar agama.
Ia pun lanjut sekolah di Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa, dan melanjutkan pendidikan dan kuliah di Universitas Hasanuddin Makassar. Ia menyelesaikan studinya pada tahun 2000.














