MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Sebuah prestasi kembali diraih oleh salah satu Warga Binaan Lapas Kelas I Makassar dan Lapas Kelas IIA Bulukumba. Ketiganya yang bernama Agung Wijaya, Andi Muh dan Yaccing Bin Sakkata mampu berprestasi dengan berhasil menjadi 20 (dua puluh) penampil favorit menari dan menyanyi pada kompetisi Second Chance Star Season 2 “Nothing Is Impossible” antar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama Second Chance Foundation.
Begitu besar antusiasme WBP dalam mengikuti kompetisi seni dan kreatifitas ini sehingga diikuti 492 peserta individu dan kelompok dari 126 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di 33 Provinsi yang berpastisipasi dengan mengirimkan video penampilan mereka dalam kategori menyanyi, menari dan komedi tunggal (Stand Up Comedy).
Agung Wijaya dan Andi Muh yang berasal dari Lapas Makassar sendiri berhasil menjadi dua puluh penampil favorit dalam bidang menari, sedangkan Yaccing Bin Sakkata berhasil menjadi dua puluh penampil favorit dalam bidang menyanyi.
Walaupun hanya menjadi dua puluh penampilan favorit dalam dua bidang, Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Liberti Sitinjak dalam keterangannya, tetap memberikan apresiasi pada Kalapas Makassar dan Bulukumba berserta WBPnya.
“Tentunya ini patut kita apresiasi, Kalapas dan jajarannya telah mampu menggali minat, bakat dan potensi yang dimiliki oleh WBPnya,” ujar Kakanwil.
Menurut Liberti, kegiatan ini menjadi ajang positif bagi WBP dalam menyalurkan bakat dan potensi yang dimiliki sehingga mereka akan terus produktif berkarya di dalam lapas.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif Lapas dan karya-karya WBP di Indonesia.
Untuk diketahui, tiga dewan juri dalam tiga kategori kompetisi Second Chance Star Season Dua, memilih masing – masing 5 (lima) finalis untuk maju ke babak final yang akan diselenggarakan pada tanggal 7,8 dan 9 Desember dalam rangka memperingati hari HAM Internasional 10 Desember 2022. Selain itu, dewan juri juga menetapkan 20 peserta favorit untuk kategori menari, menyanyi dan komedi tunggal.
Sementara itu, Second Chance Foundation sendiri adalah yayasan nirlaba yang dibentuk untuk meningkatkan kualitas hidup Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Indonesia. Second Chance Foundation terus memberikan pelatihan serta pemberdayaan kepada para warga binaan untuk mendukung proses integrasi kembali ke masyarakat.
Dalam kegiatannya, Second Chance Foundation selalu mengajak masyarakat untuk mendukung pemberdayaan WBP melalui program pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan. (adv)
Editor: Dian Muhtadiah Hamna












