• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Warisan Pengobatan Bugis Kuno “Lasa Makkunrai” Dipresentasikan dalam Konferensi Internasional di Thailand

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Agustus 2025
di Pendidikan
Junaedi, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar, tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam Consortium for Globalization of Chinese Medicine (CGCM) di Phitsanulok, Thailand, Rabu (20/8/2025)

Junaedi, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar, tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam Consortium for Globalization of Chinese Medicine (CGCM) di Phitsanulok, Thailand, Rabu (20/8/2025)

PHITSANULOK, PIJARNEWS.COM— Junaedi, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar, tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam Consortium for Globalization of Chinese Medicine (CGCM) di Phitsanulok, Thailand, Rabu (20/8/2025).

Pada forum internasional bergengsi ini, ia mempresentasikan penelitian tentang Lontara Pabbura, naskah pengobatan kuno Bugis yang memuat pengetahuan tradisional dalam menangani berbagai penyakit, khususnya “Lasa Makkunrai”.

Lontara Pabbura merupakan warisan budaya masyarakat Bugis yang telah berusia ratusan tahun. Naskah ini mencatat resep dan teknik pengobatan tradisional, termasuk untuk penyakit “Lasa Makkunrai” yang diartikan sebagai gangguan kesehatan reproduksi perempuan. Di dalamnya, dijelaskan gejala serta metode terapi menggunakan berbagai tanaman obat lokal.

Dalam presentasinya, Junaedi menguraikan tanaman yang digunakan, cara pengolahan, hingga teknik pemberian obat sebagaimana tercatat dalam naskah. Ia menekankan pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional ini agar tidak hilang, sekaligus membuka peluang integrasi dengan pengobatan herbal modern.

BeritaTerkait

Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

22 Oktober 2026
Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

SMAN 5 Parepare Gelar Open House Virtual, Kenalkan Program Sekolah Unggul Garuda Transformatif

18 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026

Konferensi internasional tersebut menghadirkan pakar, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara yang berbagi inovasi pengobatan alami. Sebagai satu-satunya delegasi dari Indonesia, Junaedi memperoleh kesempatan emas memperkenalkan kekayaan tradisi pengobatan Bugis yang jarang dikenal di tingkat global.

Presentasi tersebut mendapat perhatian peserta konferensi dan memicu diskusi tentang relevansi Lontara Pabbura dalam pengembangan pengobatan herbal, khususnya terkait kesehatan reproduksi perempuan.

Ini menjadi tahun kedua Junaedi mengikuti forum serupa; tahun lalu ia juga berpartisipasi di CGCM yang diselenggarakan di China.

Selain menempuh pendidikan pascasarjana, Junaedi aktif sebagai anggota Tamalanrea Science and Research Center, komunitas yang bergerak dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan potensi lokal, termasuk pengobatan tradisional.

Junaedi berharap penelitian ini dapat membuka jalan bagi kolaborasi internasional dalam mengkaji lebih dalam naskah-naskah pengobatan kuno Nusantara. Ia juga berharap agar generasi muda semakin bangga dan peduli melestarikan warisan leluhur, sehingga pengobatan tradisional Bugis tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga bagian penting dari solusi kesehatan masa depan. (rls)

Terkait: Universitas Megarezky

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Santri di Pentas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi