• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 17 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Warisan Pengobatan Bugis Kuno “Lasa Makkunrai” Dipresentasikan dalam Konferensi Internasional di Thailand

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Agustus 2025
di Pendidikan
Junaedi, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar, tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam Consortium for Globalization of Chinese Medicine (CGCM) di Phitsanulok, Thailand, Rabu (20/8/2025)

Junaedi, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar, tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam Consortium for Globalization of Chinese Medicine (CGCM) di Phitsanulok, Thailand, Rabu (20/8/2025)

PHITSANULOK, PIJARNEWS.COM— Junaedi, mahasiswa Pascasarjana Farmasi Universitas Megarezky (UNIMERZ) Makassar, tampil sebagai perwakilan Indonesia dalam Consortium for Globalization of Chinese Medicine (CGCM) di Phitsanulok, Thailand, Rabu (20/8/2025).

Pada forum internasional bergengsi ini, ia mempresentasikan penelitian tentang Lontara Pabbura, naskah pengobatan kuno Bugis yang memuat pengetahuan tradisional dalam menangani berbagai penyakit, khususnya “Lasa Makkunrai”.

Lontara Pabbura merupakan warisan budaya masyarakat Bugis yang telah berusia ratusan tahun. Naskah ini mencatat resep dan teknik pengobatan tradisional, termasuk untuk penyakit “Lasa Makkunrai” yang diartikan sebagai gangguan kesehatan reproduksi perempuan. Di dalamnya, dijelaskan gejala serta metode terapi menggunakan berbagai tanaman obat lokal.

Dalam presentasinya, Junaedi menguraikan tanaman yang digunakan, cara pengolahan, hingga teknik pemberian obat sebagaimana tercatat dalam naskah. Ia menekankan pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional ini agar tidak hilang, sekaligus membuka peluang integrasi dengan pengobatan herbal modern.

Konferensi internasional tersebut menghadirkan pakar, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara yang berbagi inovasi pengobatan alami. Sebagai satu-satunya delegasi dari Indonesia, Junaedi memperoleh kesempatan emas memperkenalkan kekayaan tradisi pengobatan Bugis yang jarang dikenal di tingkat global.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

Presentasi tersebut mendapat perhatian peserta konferensi dan memicu diskusi tentang relevansi Lontara Pabbura dalam pengembangan pengobatan herbal, khususnya terkait kesehatan reproduksi perempuan.

Ini menjadi tahun kedua Junaedi mengikuti forum serupa; tahun lalu ia juga berpartisipasi di CGCM yang diselenggarakan di China.

Selain menempuh pendidikan pascasarjana, Junaedi aktif sebagai anggota Tamalanrea Science and Research Center, komunitas yang bergerak dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan potensi lokal, termasuk pengobatan tradisional.

Junaedi berharap penelitian ini dapat membuka jalan bagi kolaborasi internasional dalam mengkaji lebih dalam naskah-naskah pengobatan kuno Nusantara. Ia juga berharap agar generasi muda semakin bangga dan peduli melestarikan warisan leluhur, sehingga pengobatan tradisional Bugis tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga bagian penting dari solusi kesehatan masa depan. (rls)

Terkait: Universitas Megarezky

TerkaitBerita

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

SMAN 5 Parepare Masuk Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026

SMAN 5 Parepare Masuk Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026

Editor: Muhammad Tohir
28 Mei 2026

...

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Santri Ponpes Tassbeh Baitul Qur’an Raih Medali Perunggu Nasional di ISO 7.0

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Berita Terkini

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

Datangi Rumah Sakit, Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Paspor Jemput Bola

Datangi Rumah Sakit, Imigrasi Parepare Hadirkan Layanan Paspor Jemput Bola

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

Wali Kota Parepare Antar Langsung Rastra dan Kursi Roda ke Rumah Warga

Wali Kota Parepare Antar Langsung Rastra dan Kursi Roda ke Rumah Warga

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan