• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 28 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

10 Dai Kafda STID Natsir Tembus Lima Kabupaten Sulsel hingga 3 Desa Terpencil Sulbar

Buka Jalan Dakwah di Pelosok yang Tak Terjamah

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
20 Februari 2026
di Sulselbar

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Sebanyak sepuluh dai dan daiyah Kafilah Dakwah Ramadhan (Kafda) 1447 H dari Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir berhasil diterjunkan ke wilayah terpencil di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Mereka tidak hanya menyasar enam titik di lima kabupaten Sulsel, tetapi juga tiga desa pelosok di Sulbar yang selama ini nyaris tak tersentuh para pendakwah.

Kedatangan para dai disambut haru di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar pada Jumat malam (13/2/2026) pukul 21.00 WITA. Ustaz Abdul Ghaffar bersama tim Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Sulsel telah menanti sejak sore. Selepas penjemputan, rombongan beristirahat di kantor DDII Sulsel sebelum menjalani agenda penyambutan keesokan harinya.

Suasana semakin menghangat saat Sabtu siang digelar forum perkenalan antara para dai kafda dengan pengurus DDII Sulsel dan mahasiswa Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Sulsel. Diskusi berlangsung penuh keakraban, diiringi semangat juang yang membara untuk mengabdikan diri di medan dakwah.

Dr. Askar Fatahuddin, penanggung jawab dai Kafilah Dakwah Ramadhan (Kafda) Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa dalam forum tersebut para dai mendapat gambaran detail mengenai lokasi tugas yang tersebar di Sinjai, Maros, Tana Toraja, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

“Kami juga bersyukur, DDII Sulsel tidak hanya menjembatani distribusi di Sulsel, tetapi juga ikut serta memberangkatkan tiga dai kafda untuk tiga desa pelosok di Provinsi Sulawesi Barat. Mereka adalah Iwan Sulaeman, Wira, dan Ari Laso yang akan ditempatkan di Kecamatan Pangale, Kalukku, dan Ulumanda—wilayah dengan medan berat dan akses yang sangat terbatas,” jelas Dr. Askar, Ahad (15/2/2026).

Berita Terkait

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Gotong Royong Dakwah: Dari Makassar ke Pelosok Tiga Provinsi

Proses distribusi dai berlangsung cepat dan terorganisir. Pada hari Ahad, 15 Februari 2026, tim DDII Maros yang dipimpin Dr. Thamrin menjemput dua dai, yakni M. Mafatih dan M. Aufnu untuk segera diterjunkan ke lokasi. Malam harinya, giliran dai Idri Hasyim yang didampingi M. Abdul Munzir (mahasiswa ADI) diberangkatkan menuju Makale Selatan, Tana Toraja.

“Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara STID Mohammad Natsir, DDII Sulsel, dan ADI Sulsel. Ini bukan sekadar program tahunan, tapi gerakan dakwah berjamaah yang melibatkan banyak pihak,” tambahnya.

Kafilah Dakwah Ramadhan sendiri merupakan program rutin STID Mohammad Natsir yang telah berlangsung bertahun-tahun. Tahun ini, tercatat 171 dai dan daiyah diterjunkan ke 31 provinsi di Indonesia serta luar negeri . Mereka tidak hanya bertugas sebagai khatib dan imam tarawih, tetapi juga sebagai guru ngaji yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di pedalaman dengan metode yang asyik dan menyenangkan .

Bersama Masyarakat, Hidupkan Ramadan di Bumi Marjinal

Hingga laporan ini dibuat, seluruh dai telah tiba di lokasi tugas masing-masing. Mereka akan mengabdi selama bulan Ramadan, membimbing masyarakat yang selama ini minim akses terhadap bimbingan keagamaan. Sebagian besar lokasi tugas masuk dalam kategori daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang membutuhkan perhatian khusus .

Dr. Askar menegaskan bahwa kehadiran para dai diharapkan mampu menguatkan akidah umat, terutama mereka yang berada di wilayah termarjinalkan. “Pak Natsir (almarhum pendiri STID Mohammad Natsir) selalu mengingatkan pentingnya seorang dai bertengger di hati umat. Beliau berpesan agar para dai selalu ingat ‘jam berapa sekarang’—pengingat bahwa waktu terus berjalan, dan tanggung jawab dakwah harus segera diemban tanpa menunda,” kenangnya.

Pesan tersebut menjadi spirit bagi para dai yang kini tersebar di berbagai pelosok: dari Teras, Sinjai Barat; Camba, Maros; Bo’ne Buntu Sisong, Makale Selatan; Rampi, Luwu Utara; Margolembo dan Tomoni, Luwu Timur; hingga Pangale, Kalukku, dan Ulumanda di Sulawesi Barat.

Ajak Masyarakat Berkontribusi: Satu Rupiah untuk Dakwah yang Berkelanjutan

Perjuangan para dai di medan terpencil tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Medan ekstrem, jarak tempuh jauh, serta keterbatasan fasilitas menjadi tantangan yang harus mereka hadapi setiap hari . Karena itu, dukungan moril dan materil dari masyarakat sangat dibutuhkan.

Masyarakat yang ingin turut serta dalam gerakan dakwah ini dapat menyalurkan bantuan melalui LAZNAS Dewan Dakwah yang telah terverifikasi dan memiliki program khusus untuk mendukung operasional para dai di lapangan . Setiap rupiah yang disumbangkan akan menjadi jalan pahala jariyah yang terus mengalir, sekaligus menjadi sebab hidayah sampai ke saudara-saudara kita di pedalaman.

“Mari kita dukung perjuangan para dai kita. Mereka telah berkorban waktu, tenaga, dan meninggalkan kenyamanan demi menghidupkan Ramadan di tengah saudara-saudara kita yang membutuhkan bimbingan. Sekecil apa pun kontribusi kita, insya Allah akan menjadi amal yang tak terputus,” ajak Dr. Askar.

Bagi yang ingin berpartisipasi, donasi dapat disalurkan melalui program Kafilah Dakwah LAZNAS Dewan Dakwah. Hingga saat ini, dana yang terkumpul masih jauh dari total kebutuhan . Namun, para dai tetap melangkah optimis bahwa setiap langkah dakwah adalah ladang amal yang akan menuai pertolongan Allah.

Keberadaan para dai di pelosok Sulsel dan Sulbar ini menjadi bukti bahwa dakwah tak pernah berhenti, dan semangat menebar kebaikan tak mengenal batas geografis. Ramadan 1447 H akan menjadi Ramadan yang berbeda bagi masyarakat di desa-desa terpencil—Ramadan yang terang benderang oleh cahaya iman yang dibawa para dai. (rls)

Terkait: Ramadan 1447 H

TerkaitBerita

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

...

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

Editor: Muhammad Tohir
16 Juni 2026

...

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

Editor: Muhammad Tohir
15 Juni 2026

...

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Berita Terkini

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2026

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Editor: Muhammad Tohir
24 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan