• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 26 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Warga Rampi Lutra Minta Tambang Emas Dihentikan, DPRD Sulsel Dorong WPR Sebagai Solusi

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
20 Mei 2023
di Sulselbar
Masyarakat Rampi, pihak Pemerintah Kabupaten Lutra, DPRD Lutra dan pihak Pemprov Sulsel bertemu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel, Jumat (19/5/2023)

Masyarakat Rampi, pihak Pemerintah Kabupaten Lutra, DPRD Lutra dan pihak Pemprov Sulsel bertemu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulsel, Jumat (19/5/2023)

 

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP)  membahas polemik tambang emas di Luwu Utara pada Jumat (19/5/2023).

Rapat yang dihadiri oleh beberapa masyarakat Rampi, pihak Pemerintah Kabupaten Lutra, DPRD Lutra dan pihak Pemprov Sulsel.

Adapun beberapa topik pembahasan polemik tambang emas dalam RDP tersebut yakni terkait hak penambang emas tanpa izin (Peti) alias ilegal serta pencabutan izin operasional perusahaan tambang di Rampi.

Terkait polemik tambang di Desa Rampi, salah seorang warga Rumpia, Wiliam Martom menjelaskan bahwa masyarakat Rumpia menolak izin operasi tambang dua tambang emas yang kini sementara beroperasi yakni PT. Kalla Arebamma dan PT. Citra Palu Mineral.

Berita Terkait

Hadiri Paripurna Sertijab Gubernur Sulsel, Wali Kota Parepare Tasming Hamid Siap Kolaborasi

DPRD Tetapkan Andi Sudirman – Fatmawati Rusdi Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Terpilih

DPRD Sulsel Desak Pemprov Ambil Alih Subsidi Dua Koridor Teman Bus

Pemprov-DPRD Sulsel Sepakat, KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2024 Rp10,168 T

Di hadapan para stakeholder, Wiliam meminta agar operasi bagi pertambahan dari kedua perusahaan tersebut harus dihentikan lantaran memberikan dampak buruk bagi warga sekitar.

Ia menyebutkan dampak yang ditimbulkan yakni membunuh puluhan hewan ternak masyarakat seperti sapi dan kerbau.

Hal itu katanya, dikarenakan perusahaan tambang yang beroperasi mengunakan zat-zat berbahaya bagi tumbuhan dan makhluk hidup.

“Tetapi kenapa kami minta tambang ini dihentikan, karena dampaknya luar biasa. Mereka menggunakan zat-zat kimia yang berbahaya, bahkan, sapi hewan ternak milik warga Rampi itu sudah puluhan yang mati. Hanya saja tidak terlalu heboh karena mereka di daerah pelosok,” ungkap Wiliam.

Menurutnya, masyarakat lokal mestinya mendapatkan manfaat dari kekayaan alamnya bukan malah mendapat dampak buruk dari penambangan tersebut.

Oleh karena ini ia menyarankan agar, masyarakat lokal dengan kekayaan alamnya bisa mendapatkan solusi dari polemik tersebut.

“Pada soal wilayah solusi, kita sepakat bahwa masyarakat Rampi ini dengan kondisi yang terpencil memang perlu dicarikan solusi dengan kekayaan alamnya yang mereka miliki,” tukasnya.

Selain itu ia mendorong agar warga lokal diberikan legitimasi dalam melakukan aktivitas tambang di wilayahnya.

Adapun legitimasi yang dimaksud itu berupa status Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dari pemerintah provinsi.

“Kita butuh WPR soal legalitas,” ujarnya.

Tidak hanya itu ia juga menerangkan bahwa masyarakat yang melakukan aksi penambangan yang menggunakan alat berat itu bukan masyarakat lokal Rumpi melainkan pendatang dari luar.

“Jadi konkritnya adalah penambang di Rampi yang menggunakan alat-alat berat itu bukan orang Rampi,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Rachmawatika Dewi mengaku pihaknya mendorong kegiatan WPR sebagai solusi dalam masalah tambang di Rampi itu.

“Disinilah fungsi kami di DPRD Sulsel untuk mendorong kegiatan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) itu,” ungkapnya saat diwawancarai usai RDP.

Ia mengatakan, itu bisa dilakukan oleh pihaknya melalui koordinasi dengan pemegang kewenangan dalam hal ini Dinas ESDM Sulsel.

“Itu memungkinkan dilakukan apalagi masyarakat rampi menginginkan  hal tersebut, itu bisa dilakukan melalui dinas ESDM Provinsi dan yang terakhir adalah kita meminta kepada,” tuturnya.

Selain itu ia juga mengaku berjanji akan mengupayakan agar bisa memberikan infrastruktur yang layak kepada masyarakat Rampi.

“Tentu perjalanannya akan panjang tapi harus ada niat dari sekarang,” imbuhnya. (*)

 

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Terkait: DPRD Sulsel

TerkaitBerita

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

...

Lurah dan Ketua PKK Antang Pantau Pasar Murah Pemkot

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2026

...

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Pantau Arus Balik di Pelabuhan Parepare, Wakil Wali Kota Sebut Kapasitas Kapal Masih Normal

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan