• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kemarau, Modal Petani Bawang Merah di Enrekang Tak Kembali, Harga Cuma Segini

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
6 November 2023
di Ekonomi
Foto by Arfah

Foto by Arfah

ENREKANG, PIJAR NEWS.COM – Kemarau berdampak kerugian terhadap para petani, seperti para petani bawang merah di Kabupaten Enrekang. Kerugian itu diakui petani Bawang Merah di Desa Mampu, Kecamatan Anggeraja.

Petani mengaku, kemarau yang berkepanjangan membuat pertumbuhan tanaman bawang merah mereka tak bisa tumbuh dengan baik, sehingga bawang kecil dan kualitasnya buruk, disebabkan kurangnya air. Akibatnya hasil panen bawang merah mereka turun siginifikan.

“Pengaruh musim kemarau yakni pertanian seperti bawang merah dan lain-lainnya gagal, banyak tanaman rusak karena tidak adanya air, sehingga pemasukan lumpuh total,” ujar Fahriansyah, salah satu petani bawang di desa Mampu, Ahad (05/11/2023).

Tidak ada metode lain pemerawatan bawang, sebab bawang merah sangat membutuhkan air setiap hari, selama 60 hari dari masa penanaman.

Sementara, bertani bawang merah menjadi sumber utama mata pencaharian Fahriansyah, sehingga pada saat kemarau, hal itu sangat menyulitkan baginya dan petani lainnya.

Berita Terkait

Motor ‘Kuda Besi’ dan E-Commerce Dobrak Akses Jalan Sulit : Petani Enrekang Panen Pendapatan Lewat Inovasi PKM Umpar

Antisipasi Krisis Air Saat Kemarau, PAM Tirta Karajae Parepare Siapkan Strategi

Hadapi Musim Kemarau, Ini Langkah Antisipasi PAM Tirta Karajae Parepare

Target 20 Persen Petani, Pemkab Sidrap dan BPJamsostek Rakor

“Sangat menurun hingga 80% dibandingkan selama musim hujan, harganya sangat berbeda jauh, yang bisa harga saat musim hujan yakni Rp 20rb-45rb per kilo sehingga hasil bisa 3 kali lipat dari modal utama, sedangkan musim kemarau harga mulai Rp 8rb-15rb/kg, sehingga angka kerugian tinggi bahkan modal tidak kembali,” lanjutnya.

Untuk menambah pemasukan keluarga, Fahriansyah juga nyambi sebagai kuli bangunan bahkan juga menjadi tukang ojek bawang.

Menurutnya, kondisi tersebut mesti menjadi perhatian serius, juga berharap ada solusi yang dapat membantu para petani mengatasi kerugian panen yang disebabkan oleh musim kemarau.

Penulis: Nurul Nasira (Mahasiswa PPL IAIN Parepare)

Terkait: Bawang MerahEnrekangKemarauPetani

TerkaitBerita

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

...

Kejutan ala Bale by BTN, Saldo Nyasar di Tanggal Tua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Februari 2026

...

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Januari 2026

...

Resmi Dibuka, Forum Ekonomi Regional 2025 Kabar Grup Sorot Pilar Baru Ekonomi Nasional

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 November 2025

...

BeritaTerkini

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan