• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Rabu, 24 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Tegas, Walikota Kupang Tolak Penghargaan dari UGM

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
12 September 2017
di Uncategorized

* Ragukan Kredibilitas Penilaian, Harus Bayar Kontribusi

KUPANG, PIJARNEWS.COM — Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jefri Riwu Kore, menolak penghargaan dari Universitas Gadjah Madah (UGM), terkait Kota Kupang yang dinilai memiliki indeks kondisi keuangan daerah terbaik.

Dilansir Kompas.com, Pemkot Kupang diundang untuk mengikuti seminar nasional sekaligus akan menerima penghargaan sebagai daerah peraih Indeks Kondisi Keuangan Daerah Terbaik, yang akan diserahkan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Dalam Negeri.

“Kita senang dapat penghargaan itu, tapi kalau saya lihat tidak mungkin dan memang tidak berhak. Menurut saya, laporan keuangan kita itu disclaimer dan saya bisa berdebat dengan siapapun, karena saya tahu persis laporan keuangannya,” kata Jefri kepada sejumlah wartawan di Kupang, Senin (11/9/2017).

“Kalau mereka (UGM) dapat informasi bahwa laporan keuangan kita tercepat itu kita akui, tapi bukan indeks keuangan terbaik. Itu jelas salah karena tidak mungkin indeks keuangan kita terbaik karena saya tahu laporan keuangan itu tidak benar,” sambungnya.

Berita Terkait

Maksimalkan PAD dan Penataan, BKD Parepare Bakal Kosongkan Pojok UMKM

Lautan Manusia di Jalan Sehat ‘Anti Mager’ Parepare, Tasming Hamid Puji Gubernur Sulsel

Garansi Gubernur Sulsel: Parepare Jadi “Pilot Project” Gerakan Indonesia Asri

Sabet Peringkat 6 Nasional Pengelolaan Sampah, Parepare Diminta Bikin Grand Design

Menurut Jefri, minimal ada dua komponen penting yang harus dipenuhi dalam satu indeks keuangan. Pertama aset, yaitu pasiva dan aktiva dari satu neraca pada saat tertentu harus bagus. Kedua, posisi penerimaan dan pengeluaran menggambarkan laporan keuangan dalam periode tertentu terbaik

“Saya kemudian bertanya, apakah benar kita berhak mendapatkan itu (penghargaan) dan apakah kita punya hak untuk mendapatkan itu,” paparnya.

Selain itu, lanjut Jefri, untuk mendapatkan penghargan itu, pihaknya harus membayar kontribusi (sejumlah uang).

“Sudah laporan keuangannya jelek, berikan lagi kontribusi dan juga orang-orang dari sini harus ke sana dengan biaya sendiri, dan juga biaya hotel dan sebagainya, hanya untuk mendapatkan sebuah kertas dan harus ikut seminar pula. Kalau memang kita terima penghargaan, maka datang antar ke sini saja,” katanya.

Lebih baik, lanjut Jefri, dana yang dipakai untuk ke Yogyakarta dibagikan kepada warga yang berjualan di pasar dan anak-anak sekolah, serta warga miskin lainnya.

“Kenapa kita harus buang uang-uang ke sana untuk terima penghargaan itu,” ucapnya.

Jefri mengatakan, lebih baik daerahnya menyandang status disclaimer daripada nanti laporan keuangan wajar dengan pengecualian (WDP) yang abal-abal. Kalau status laporan disclaimer, pihaknya akan berusaha untuk memperbaikinya. Ia meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan.

“Apapun itu termasuk disclaimer ya tentu kita akan terima. Kita bukan menolak itu, tapi kita mau menempatkan pada posisi yang benar,” tandas Jefri.

* Dibantah, UGM Siap Jelaskan

Dikonfirmasi terpisah, Dekan FEB UGM Dr Eko Suwardi MSc menegaskan pihaknya tidak menarik biaya kepada kepala daerah yang akan mendapat penghargaan dan mengikuti seminar nasional bertajuk “Pengelolaan Keungan Daerah: Dari WTP Menuju Pengelolaan Keuangan yang Sehat dan Transparan”.

Eko juga menyampaikan metodologi penghitungan indeks kondisi keuangan dilakukan oleh tim penilai yang kompeten serta sudah teruji secara valid.

“Kepala daerah yang menerima penghargaan ini tidak pernah dipungut biaya kontribusi untuk hadir memenuhi undangan kami. Dengan hadir menerima penghargaan, mereka sudah berpartisipasi memberikan inspirasi bagi kepala daerah yang lain,” ujar Eko dalam pers rilis humas UGM, Senin (11/9/2017).

Eko menjelaskan, metodologi penghitungan indeks kondisi keuangan dilakukan oleh tim penilai yang kompeten serta sudah teruji secara valid, konsisten, dan praktis, sehingga dapat menjadi acuan untuk melihat performa masing-masing daerah.

“Penghargaan ini didasarkan pada metodologi ilmiah yang jelas, dan tim kami bersedia menjelaskan metodologi yang digunakan untuk menilai,” tegasnya. (kompas.com)

Terkait: Pemkot PareparePenghargaan UGM

TerkaitBerita

direktur

Ditetapkan Tersangka, Direktur Abu Tours Langsung Ditahan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Maret 2018

...

lakpesdam

NU Parepare Launching Lakpesdam Kaji Issu Strategis

Editor: Alfiansyah Anwar
17 Maret 2018

...

gagal

Gagal Berangkatkan 400 Jamaahnya, Pemilik Travel Umroh PT.Shafa Marwah Mulia Utama Ditangkap dan Ditetapkan Tersangka

Editor: Abdillah MS
15 Maret 2018

...

Pelantikan PPK

Ketua KPUD Sidrap Minta PPK dan PPS Pemilu 2019 Jaga Integritas

Editor: Alfiansyah Anwar
10 Maret 2018

...

Berita Terkini

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Editor: Muhammad Tohir
24 Juni 2026

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan