• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 29 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Indonesia Segera Jadi Produsen Kopi Nomor Satu di Dunia

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
24 September 2017
di Ekonomi

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Indonesia berpotensi menjadi produsen kopi nomor satu diduna. Hal tersebut bisa tercapai, jika produksi kopi sudah menyentuh 1 ton per hektare.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman gencar mengembangkan kopi dan rempah-rempah. Berbagai program pengembangan pembibitan kopi, peningkatan produktivitas, manajemen usaha tani, pengolahan dan pemasaran digalakan untuk meraih target menjadi nomor satu di dunia. Posisi kopi Indonesia saat ini berada peringkat empat dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Ternyata kopi khusus (specialty coffee) Indonesia sudah dikenal di Eropa dan Amerika dan menjadi tren dunia saat ini. Specialty coffee Indonesia antara lain kopi gayo, kopi mandailing, kopi lampung, kopi bajawa, kopi toraja, kopi lembah baliem.

“Saat ini ada 14 jenis kopi indonesia yang sudah mendapat sertifikat Geographical Indications (GI) sehingga memiliki keunikan yang bisa menjadi nilai tambah perdagangan,” ungkap Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (24/9).

Berdasarkan data FAO, luas areal kopi Brazil hampir 2 juta hektar dengan produktivtas 1,4 ton per hektar. Sementara luas areal kopi di Vietnam 589 ribu hektar dengan produktivitas 2,3 ton per hektar dan Kolombia luas 795 ribu hektar dengan produktivitas 0,9 ton per hektar. Sedangkan kopi Indonesia seluas 1,23 juta hektar di antaranya 1,19 juta hektar milik perkebunan rakyat dengan produktivitas 0,6 ton per hektar.

Berita Terkait

KopiSang Minuman Pisang Rasa Kopi Tanpa Kafein

Kendalikan Inflasi dengan Inovasi KoPI

Dompet Dhuafa Sulsel dan PTN PLN Bakaru, Kolaborasi Berdayakan Petani Kopi

Sempat Ragu, Atlet Panah Enrekang Akhirnya Juara 2 Turnamen Mim Archery

Mutu kopi Indonesia belum stabil, sehingga ekspor saat ini didominasi (99 persen) dalam bentuk kopi biji/berasan (Coffee excluding roasted and decaffeinated). Sedangkan negara lainya sudah mengekspor kopi olahan.

“Optimis harus diraih, mengingat Indonesia negara tropis dengan wilayah pegunungan yang membentang dari ujung pulau Sumatera hingga ke Papua, potensial untuk kopi,” jelas Amran.

Langkah awal yang telah dilakukan, para ahli kopi ditugaskan ke Vietnam untuk mempelajari teknik meningkatkan produktivitas kopi. Selanjutnya pada APBN-P 2017 dan APBN 2018 digenjot dengan peningkatan produkvitias, pengembangan 8.700 hektar kawasan kopi, perbenihan 3 sampai 4 juta batang per tahun, pasca panen dan pemasarannya.

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Suwandi menambahkan, langkah Kementan guna mendongkrak daya saing kopi Indonesia, yakni pertama, meningkatkan sistem pembibitan, pupuk dan tata kelola air sehingga tahun depan produktivitas naik menjadi 1 ton per hektar yang berarti meraih peringkat kedua dunia. Kedua, program replanting untuk mengganti tanaman kopi yang kurang produktif.

Ketiga, memperluas luas areal tanam kopi jenis arabika yang bernilai ekonomi tinggi sehingga populasi kopi robusta dan arabika menjadi seimbang. Keempat pengembangan kopi dengan jenis kopi khusus (specialty coffee) dari berbagai daerah di Indonesia yang bernilai tinggi.

Kelima, bersama instanasi terkait yaitu Kemenperin, Kemendag, BPOM bersama swasta, Asosiasi Pengusaha dan Petani Kopi Indonesia lebih intensif dan kontinyu mempromosikan kopi Indonesia di dalam maupun ekspor luar negeri terutama ke Amerika Serikat, Jerman dan Jepang serta berupaya mengendalikan impor.

“Pengembangan kopi difokuskan pada 10 provinsi sentra yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bengkulu, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur dengan kontribusi 87 persen produksi nasional, serta 24 provinsi lainnya dengan share 13 persen,” tandas Suwandi.

Terkait: KopiKopi Indonesia

TerkaitBerita

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

...

Kejutan ala Bale by BTN, Saldo Nyasar di Tanggal Tua

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Februari 2026

...

Parepare Jadi Kota dengan Inflasi Tertinggi di Sulsel, Emas-Beras Jadi Pemicu

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Januari 2026

...

Resmi Dibuka, Forum Ekonomi Regional 2025 Kabar Grup Sorot Pilar Baru Ekonomi Nasional

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 November 2025

...

BeritaTerkini

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Tabrakan Maut Isuzu Box J&T vs Honda BR-V di Pinrang, Satu Penumpang Tewas

Editor: Muhammad Tohir
29 Maret 2026

Sidrap Open Pickleball 2026 Digelar Mei, Bupati Ajak Atlet ke Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
28 Maret 2026

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan