PINRANG, PIJARNEWS.COM –Pondok Pesantren TASSBEH Baitul Qur’an hadir sebagai lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembinaan Al-Qur’an serta pembentukan karakter generasi muda. Di tengah tantangan era modern, pesantren ini menawarkan konsep pendidikan yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kekuatan spiritual berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Didirikan oleh Dr. Sulaeman Milla, S.Ag., M.A. bersama dengan Hj. Hanifa Nara, S.Sos., M.M. pada tanggal 11 Mei 2011, pesantren ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi generasi muda yang semakin jauh dari nilai-nilai keislaman. Dengan visi menciptakan generasi Qur’ani yang kreatif dan bermanfaat untuk ummat, Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an terus berkembang sebagai pusat pendidikan berbasis Al-Qur’an.
Berlokasi di 3 tempat yaitu Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an 1 terletak di Jl. Serigala, Kel. Maccorawalie, Kec. Watang Sawitto, Kab. Pinrang, Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an 2 terletak di Jl. Salo, Kel. Salo, Kec. Watang Sawitto, Kab. Pinrang, Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an 3 Tahfidzul Qur’an terletak di Desa Tonrongnge, Kec. Baranti, Kab. Sidrap. Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an berdiri di lingkungan yang kondusif dan religius. Suasana ini menjadi faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang intensif serta pembentukan kedisiplinan dan kemandirian santri.
Saat ini, pesantren tersebut menampung sekitar lebih dari 300 santri dan santriwati yang berasal dari berbagai daerah. Mereka dibimbing oleh banyak tenaga pengajar yang kompeten, khususnya dalam bidang tahfidz dan ilmu-ilmu keislaman.
Program unggulan yang dijalankan meliputi pembelajaran madrasah, tahfidz Al-Qur’an dengan target hafalan hingga 30 juz, program tahsin, hafalan hadis, serta pembinaan akhlak dan adab Islami. Selain itu, pesantren juga memberikan ruang bagi pengembangan keterampilan dan kepemimpinan santri sebagai bekal kehidupan di masa depan.
Dalam wawancara, Dr. Sulaeman Milla, S.Ag., M.A. menegaskan bahwa pesantren ini tidak hanya berorientasi pada hafalan semata. “Kami tidak ingin hanya mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu memahami, mengamalkan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa metode pembelajaran di Tassbeh Baitul Qur’an dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. “Pembinaan dimulai dari tahsin, kemudian tahfidz, dan dilanjutkan dengan pembentukan karakter melalui pembiasaan adab. Ini proses yang tidak instan, tapi kami jaga konsistensinya,” jelasnya.
Kegiatan pembelajaran di pesantren berlangsung setiap hari dengan sistem yang terstruktur, termasuk murojaah hafalan, setoran hafalan, serta evaluasi berkala. Pendekatan ini bertujuan memastikan kualitas hafalan sekaligus pemahaman santri terhadap Al-Qur’an.
Selain fokus pada pendidikan internal, pesantren juga aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan dakwah, seperti adanya Program pengabdian Masyarakat (PPM) dimana santri turun langsung untuk mengajarkan ilmunya di masyarakat dan sekolah lain, juga adanya organisasi Tim Safari Santri yang konsisten turun untuk berdakwah ditengan masyarakat.
Hal ini menunjukkan peran pesantren sebagai lembaga yang tidak hanya mendidik, tetapi juga hadir di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Ke depan, Pondok Pesantren Tassbeh Baitul Qur’an menargetkan untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Harapan kami, pesantren ini bisa menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman,” tutup Dr. Sulaeman Milla, S.Ag., M.A. (*)
Penulis: Muslimin












