• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 6 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Ajatappareng

Serunya Berburu Durian di Sidrap: Pengunjung Membludak, Cuan Warga Tembus Rp 5 Juta Sehari!

Editor: Muhammad Tohir
5 Juli 2026
di Ajatappareng
Serunya Berburu Durian di Sidrap: Pengunjung Membludak, Cuan Warga Tembus Rp 5 Juta Sehari!

SIDRAP, PIJARNEWS.COM – Desa Betao Riase di Kecamatan Pituriawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel), mendadak jadi magnet bagi para pencinta buah. Sudah satu bulan terakhir, desa ini memasuki musim panen raya si ‘Raja Buah’ alias durian.

Pantauan di lokasi pada Ahad (5/7/2026), iring-iringan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memadati jalanan desa. Suasana riuh layaknya konvoi kendaraan membuktikan betapa tingginya antusiasme warga dari berbagai daerah untuk berburu durian langsung dari pohonnya.

Para pengunjung yang datang umumnya berkelompok. Pola pembeliannya pun beragam, ada yang langsung menyerbu rumah warga, ada pula yang memesan sistem paket jauh-jauh hari.

“Ada yang pesan dulu, ada yang paket Rp 1 juta, Rp 2 juta, sampai Rp 3 juta. Itu sudah lengkap dengan gogos (nasi ketan). Nanti diantar ke lokasi tempat makan-makan. Umumnya mereka suka makan di pinggir sungai,” ujar Hj. Rasi salah seorang warga setempat.

BeritaTerkait

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

19 Juni 2026
Bupati Pinrang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Dukung Pendataan

Bupati Pinrang Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Dukung Pendataan

17 Juni 2026
Sherly Annavita di UMS Rappang: Kesempatan Akan Datang kepada Perempuan yang Siap

Sherly Annavita di UMS Rappang: Kesempatan Akan Datang kepada Perempuan yang Siap

17 Juni 2026
Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

3 Juni 2026

Lonjakan pengunjung ini diakui langsung oleh Kepala Desa Betao Riase, Suardi Laupe. Hari libur akhir pekan, seperti Jumat, Sabtu, dan khususnya hari Ahad menjadi puncak kepadatan di desanya hingga memicu kemacetan di sejumlah titik.

“Kunjungan paling padat itu di hari Ahad (Minggu) karena orang kantoran libur. Kalau hari libur, bisa ratusan kendaraan yang masuk ke desa sampai membuat lorong-lorong tani macet,” ungkap Suardi kepada media.

Suardi menjelaskan bahwa Desa Betao Riase memiliki posisi yang sangat strategis untuk sektor perkebunan. Selain durian yang menjadi primadona, desa ini juga melimpah dengan buah rambutan dan langsat.

Menariknya, perputaran ekonomi di desa ini melonjak drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kuncinya ada pada perbaikan infrastruktur jalan yang mulai mulus.

“Tahun-tahun sebelumnya, orang berpikir dua kali mau ke sini karena jalanan banyak berlubang. Sekarang, alhamdulillah pengunjung naik tiga kali lipat dari tahun lalu karena akses jalan sudah bagus,” jelasnya.

Membludaknya wisatawan pencinta durian ini tentu membawa berkah luar biasa bagi dompet warga desa. Hasil bumi terbukti mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.
“Kalau dirata-ratakan, penjual rumahan saja bisa meraih keuntungan (omzet) sampai Rp 5 juta per hari,” tutur Suardi.

Nilai tersebut belum termasuk pesanan yang masuk ke para pedagang besar atau mereka yang membuka lapak di spot-spot wisata tertentu.
Salah satu daya tarik utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama di desa ini adalah sensasi menyantap durian di tepi sungai. Gemercik air yang jernih dipadu dengan udara pedesaan yang sejuk menjadi kombinasi yang sempurna.

“Ini salah satu jalur yang paling diminati karena di tepi sungai menyuguhkan kesejukan dan keindahan pemandangan,” imbuhnya.

Saat ini tercatat ada sekitar sembilan titik spot pinggir sungai di desa tersebut yang selalu dipadati oleh para penikmat durian. Melihat potensi yang begitu besar, pihak desa berharap ada pengembangan lebih lanjut untuk area wisata ini ke depan.

“Kami sangat berkeinginan bagaimana lokasi spot di pinggir sungai ini bisa dikembangkan lagi, supaya pengunjung bisa lebih santai makan durian sambil mandi-mandi di sungai,” pungkas Suardi.

Terkait: Betao RiaseBuahDurian

BeritaTerkait

Buka Bersama Warga Betao Riase, Bupati Sidrap Bahas Infrastruktur, Kebersihan hingga Pendidikan

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2025

...

Viral “War Durian” Dapo Indo di Pinrang, Ada Harga Rp5.000 untuk Stok  Pagi

Viral “War Durian” Dapo Indo di Pinrang, Ada Harga Rp5.000 untuk Stok Pagi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 Januari 2025

...

Sempat Tersesat Saat Hendak Cari Durian di Hutan, 2 Bocah di Pinrang Ditemukan Tim Gabungan

Sempat Tersesat Saat Hendak Cari Durian di Hutan, 2 Bocah di Pinrang Ditemukan Tim Gabungan

Editor: Muhammad Tohir
6 Januari 2024

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi