• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

Editor: Tohir Muhammad
16 Juli 2026
di Sulselbar
UNHAS dan UMMA Maros Perkenalkan Pengolahan Sango-Sango Gunakan Kain Paranet

MAROS, PIJARNEWS.COM–Rumput laut sango-sango (Gracilaria sp) merupakan komoditas yang berperan dalam ketahanan pangan dan ekonomi pesisir daerah.

Sango-Sango (Gracilaria sp.) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan penanganan pascapanen yang baik agar menghasilkan kualitas terbaik. Sango-sango dapat menjadi solusi mitigasi iklim, namun siklus hidupnya juga sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Sango-sango banyak dibudidayakan di pesisir Kabupaten Maros, khususnya di Kecamatan Bontoa. Wilayah tersebut dikenal sebagai sentra budidaya tambak sistem polikultur (kombinasi rumput laut, bandeng, dan udang) yang bernilai ekonomis tinggi untuk industri agar-agar.

Satu desa yang masyarakatnya banyak membudidayakan sango-sango di tambak mereka adalah desa Ampekale yang terdapat di Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Mereka membudidayakan sango-sango dengan cara yang mereka telah pelajari dari para penyuluh pertanian, hanya saja masalah yang dihadapi adalah kualitas kebersihan dari sango-sango yang dihasilkan para petani yang masih rendah sehingga menurunkan nilai jualnya..

BeritaTerkait

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026
Tim PKM  Unhas dan Umma Ubah Limbah Ikan dan Cangkang Kepiting Menjadi Pakan Ayam

Tim PKM Unhas dan Umma Ubah Limbah Ikan dan Cangkang Kepiting Menjadi Pakan Ayam

17 Agustus 2026

Penurunan kualitas tersebut terjadi akibat sistem penjemuran sango-sango yang masih menggunakan metode tradisional yaitu penjemuran dilakukan langsung di atas jalanan kampung atau diatas kain paranet yang hanya diletakkan diatas tanah.

Penjemuran sango-sango oleh sebagian penduduk hanya dilakukan secara tradisional sehingga mutu sango-sango yang dihasilkan menurun yang mengakibatkan harga jual rendah ungkap Ummul Chair, ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang Manajemen Pengolahan rumput laut yang dilaksanakan di desa Ampekale pada Rabu (15/07/2026).

“Agar kualitas sango-sango yang dihasilkan tetap terjaga setelah di panen, maka diperlukan manajemen penjemuran yang baik karena metode penjemuran yang baik juga akan ikut menentukan kualitas sango-sango yang akan di jual oleh para petani, ” ujar
Ummul Chair.

Kegiatan PKM yang dilakukan di Desa Ampekale merupakan kegiatan PKM mandiri hasil kolaborasi antara Universitas Hasanuddin dan Universitas Muslim Maros yang juga turut melibatkan Mahasiswa KKN tematik Universitas Hasanuddin yang ada di desa Ampekale Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.

Dalam kegitan yang melibatkan petani rumput laut ini, mereka diajarkan mengenai bagaimana melakukan penjemuran menggunakan kain paranet (para-para) yang dipasang sepanjang pinggir tambak.

Adapun keunggulan penjemuran menggunakan para-para yang dipasang sepanjang pinggir tambak menuntut tim PKM yang terdiri atas Ummul Chair sebagai ketua yang berasal dari Universitas Muslim Maros dan Anie Asriany serta Andi Muhammad Anshar dari Universitas Hasanuddin adalah sango-sango hasil penjemuran yang diperoleh dapat lebih bersih karena tidak bersentuhan dengan tanah, mengurangi kontaminasi pengotor, proses pengeringan lebih merata, mengurangi resiko jamur dan pembusukan, mempertahankan warna alami rumput laut, peningkatan kualitas dan nilai jual produk, dan memudahkan petani dalam proses pembalikan dan pengumpulan hasil penjemuran.

Diakhir kegiatan, Fuad Latif sebagai Kepala desa Ampekale berharap bahwa apa yang telah sampaikan oleh Tim PKM mandiri dan mahasiswa KKN Unhas dapat diadopsi oleh masyarakat yang ada di Desa Ampekale sehingga sango-sango yang yang dihasilkan kualitasnya dapat tetap terjaga dengan baik sehingga akan meningkatkan pendapatan para petani.

“Harapannya pembinaan ini tidak hanya berlangusng selama satu kali saja tapi dapat terus berlanjut di masa-masa mendatang agar kesejahteraan masyarakat petani rumput laut desa kami dapat meningkat,” kata Fuad Latif.

Oleh : Andi Muhammad Anshar

Terkait: ParanetPKMSango-sangoUMMAUnhas

BeritaTerkait

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Agustus 2026

...

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

“Kemenag Berdampak” atau Sekadar Slogan? Mendesak Reposisi Pengabdian di Kampus Keagamaan

Editor: Tim Redaksi
30 April 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi