SIDRAP, PIJARNEWS.COM–Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mematangkan persiapan menyambut kunjungan konsorsium investor internasional Cargane Energy, Acacia Energi, dan Zimmerman PV-Steel Group yang dijadwalkan datang pada Rabu (29/7/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah lanjutan penjajakan investasi untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), biogas, panas bumi (geotermal), hingga pengelolaan sampah menjadi energi.
Persiapan agenda penyambutan serta peninjauan lapangan dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, Senin (27/7/2026) di Rumah Jabatan Bupati Sidrap.
Rapat dihadiri Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, jajaran kepala perangkat daerah terkait, para kepala bagian Setda, Camat Watang Pulu dan Camat Tellu Limpoe, serta kepala desa dan lurah di wilayah yang menjadi lokasi rencana pengembangan.
Andi Rahmat Saleh mengatakan, ketertarikan investor internasional terhadap potensi energi terbarukan di Sidrap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Menurutnya, hal itu juga memperkuat hasil kunjungan Direktur Pembangunan Wilayah Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas RI yang sebelumnya menilai Sidrap memiliki dua keunggulan utama, yakni sektor pangan dan energi.
“Alhamdulillah, potensi energi baru terbarukan di Sidrap semakin dilirik investor internasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Sidrap bersama Kementerian PPN/Bappenas tengah mengusulkan Sidrap sebagai Kawasan Sentra Pangan dan Energi Nasional.
Jika terealisasi, setiap program prioritas nasional di bidang pangan dan EBT diharapkan menempatkan Sidrap sebagai daerah percontohan di Sulawesi.
Dalam kunjungan tersebut, konsorsium investor akan mengeksplorasi sejumlah potensi energi terbarukan yang dinilai layak dikembangkan.
Potensi itu meliputi PLTS berskala besar, energi panas bumi, serta biogas yang memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian.
Pemkab mendorong pemanfaatan lahan desa atau skema kerja sama yang saling menguntungkan agar investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah dan menjadi sumber pendapatan bagi desa.
Selain PLTS, investor juga akan meninjau potensi biogas dari limbah peternakan. Dinas Peternakan dan Perikanan telah menyerahkan data kandungan limbah ayam petelur dan sapi kepada investor sebagai bahan kajian, sebelum dilakukan peninjauan langsung ke sejumlah kompleks peternakan.
Pemkab juga membuka peluang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Dengan posisi Sidrap yang strategis, pemerintah daerah siap menjalin kerja sama lintas daerah untuk menjamin ketersediaan bahan baku sampah dalam jangka panjang.
Potensi panas bumi di kawasan Air Panas Massepe turut menjadi perhatian investor.
Pengembangannya diarahkan tidak hanya sebagai sumber energi bersih, tetapi juga dipadukan dengan pengembangan kawasan wisata pemandian air panas alami bersama Kementerian Pariwisata.
Sesuai rencana, rombongan investor yang berjumlah sekitar lima hingga tujuh orang akan diterima Bupati Sidrap di Rumah Jabatan Bupati pada pukul 14.00 Wita.
Apabila waktu memungkinkan, peninjauan hari pertama akan diawali ke kawasan Air Panas Massepe, kemudian dilanjutkan ke lokasi PLTS, kawasan peternakan, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pada hari berikutnya.
Pemkab Sidrap juga mendapat dukungan Kodim 1420/Sidrap dalam memfasilitasi komunikasi dan mendukung kelancaran investasi sebagai bentuk sinergi lintas sektor.
Menutup rapat, Andi Rahmat Saleh berharap kunjungan investor internasional tersebut menghasilkan kerja sama yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Semoga kedatangan investor ini membawa keberkahan, memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sidrap,” pungkasnya.










