MAJENE, PIJARNEWS.COM– Dr. Wahyu Maulid Adha resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Mamuju Koordinator Wilayah Sulawesi Barat periode 2026–2029. Pelantikan berlangsung secara virtual dari Kabupaten Majene, Rabu (5/8/2026), dan dipimpin Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat ISEI, Anggito Abimanyu.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari pelantikan serentak 16 pengurus cabang ISEI di berbagai daerah di Indonesia. Agenda itu digelar sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi ISEI dalam mendukung pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
Dalam sambutannya, Anggito Abimanyu yang juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) RI menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Menurutnya, ISEI harus terus menjadi ruang lahirnya pemikiran strategis dan rekomendasi kebijakan yang berbasis keilmuan serta mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Dr. Wahyu Maulid Adha menegaskan komitmennya memperkuat peran ISEI Cabang Mamuju melalui kolaborasi ABG (Academic, Business, Government). Sinergi antara kalangan akademisi, dunia usaha, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam mendorong inovasi, meningkatkan daya saing daerah, serta menjawab berbagai tantangan pembangunan ekonomi di Sulawesi Barat.
“ISEI harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menyatukan gagasan, pengalaman, dan kompetensi dari kalangan akademisi, pelaku usaha, serta pemerintah. Dengan semangat kebersamaan, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, kepengurusan ISEI Cabang Mamuju periode 2026–2029 akan difokuskan pada penguatan jejaring organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan forum diskusi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, ISEI Cabang Mamuju diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam melahirkan gagasan-gagasan ekonomi yang inovatif serta mendukung pembangunan Sulawesi Barat yang berkelanjutan.










