MAROS, PIJARNEWS.COM--Alumni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Bosowa (Unibos), Putri Amelya Saripuddin, S.Pd., menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan masyarakat melalui peran sebagai Ketua RT 03/RW 04 Talawe Pattunggalengan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Dalam menjalankan amanah tersebut, Putri turut menghadiri kegiatan Workshop Diseminasi Strategi Implementasi Mini Grand Design Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah yang berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Maros, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung akses pendidikan anak usia dini sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Workshop tersebut dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Maros, Apt. Hj. Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, S.Si., serta dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, H. Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, S.STP., M.M.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur Pemerintah Kabupaten Maros, pengawas TK dan SD, penilik PAUD, serta organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pengembangan anak usia dini. Melalui forum tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi implementasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah yang diarahkan untuk meningkatkan kesempatan anak memperoleh pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar.
Kehadiran Putri sebagai Ketua RT sekaligus alumni PGSD Unibos memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam mendukung program pendidikan melalui peran kepemimpinan di lingkungan masyarakat.
Putri Amelya Saripuddin mengungkapkan bahwa amanah sebagai Ketua RT diperolehnya melalui kepercayaan masyarakat setempat. Menurutnya, tanggung jawab tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sekaligus memberikan kontribusi secara langsung bagi lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai bahwa generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat, termasuk melalui kepemimpinan di tingkat lingkungan.
“Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda juga mampu mengambil peran dalam masyarakat. Saya percaya bahwa pengabdian bisa dimulai dari lingkungan terdekat dan tidak harus menunggu kita memiliki jabatan yang tinggi,” ungkapnya. Baginya, kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan tanggung jawab yang perlu dijalankan melalui komunikasi, kerja sama, dan kepedulian terhadap kebutuhan warga.
Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa pengalaman selama menempuh pendidikan di Program Studi PGSD Unibos turut membentuk kemampuan kepemimpinan dan keterampilan sosial yang kini diterapkannya dalam menjalankan tugas sebagai Ketua RT.
Selama menjadi mahasiswa, ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMAPGSD) FIPS Unibos dan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Periode 2025/2026. Pengalaman berorganisasi tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun kerja sama, mengelola tanggung jawab, serta mengambil keputusan dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.
“Selama kuliah di PGSD UNIBOS, saya aktif di HIMAPGSD FIPS UNIBOS dan pernah menjabat sebagai ketua himpunan periode 2025/2026. Pengalaman tersebut mengajarkan saya kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab yang sangat bermanfaat dalam menjalankan amanah sebagai Ketua RT,” jelasnya.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan workshop, Putri menilai bahwa program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, pendidikan prasekolah merupakan tahapan yang dapat membantu anak mengembangkan kesiapan belajar, kemampuan bersosialisasi, serta beradaptasi sebelum memasuki pendidikan dasar. Melalui kegiatan diseminasi tersebut, pemerintah daerah bersama berbagai unsur pendidikan dan masyarakat berupaya memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan program agar dapat menjangkau anak-anak yang menjadi sasaran. Putri juga memandang keterlibatan pemerintah, Bunda PAUD, tenaga kependidikan, dan unsur masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun dukungan bersama terhadap penyelenggaraan pendidikan prasekolah di Kabupaten Maros.
Menutup keterangannya, Putri berharap implementasi program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan sejak usia dini. Ia juga mengajak mahasiswa dan alumni Unibos untuk tidak membatasi kontribusi hanya pada bidang pekerjaan formal, tetapi berani mengambil tanggung jawab dan menghadirkan manfaat melalui berbagai peran di tengah masyarakat.
“Saya berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan menjangkau seluruh anak yang menjadi sasaran. Pesan saya kepada mahasiswa dan alumni UNIBOS, jangan takut mengambil peran di masyarakat. Manfaatkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Keterlibatan Putri dalam kepemimpinan masyarakat dan kegiatan penguatan pendidikan prasekolah tersebut sekaligus menjadi salah satu gambaran kontribusi alumni Unibos dalam menerapkan kompetensi akademik, pengalaman organisasi, serta nilai kepemimpinan untuk mendukung pembangunan masyarakat, khususnya pada bidang pendidikan. (adv)












