• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Cegah Radikalisme dan Intoleran, Kemenag Bentuk Pokja Moderasi Beragama

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
6 Februari 2019
di Pendidikan
Pertemuan kemenag

--ist--

JAKARTA, PIJARNEWS.COM — Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Moderasi Beragama. Sejumlah upaya sudah dilakukan sepanjang 2018, salah satunya menyiapkan regulasi. 

“Pokja selama tahun 2018 telah melakukan beberapa program, di antaranya merancang regulasi berupa Peraturan Menteri Agama (PMA) Pengarusutamaan Moderasi Beragama dalam Pendidikan Islam,” terang Ketua Pokja Moderasi Beragama Ditjen Pendidikan Islam, Aceng Abdul Aziz pada Focus Grup Discussion  (FGD), Senin (4/2) di Lapangan Banteng Jakarta seperti dilansir Kemenag.go.id

Selain PMA, lanjut Aceng, pihaknya juga sudah melakukan penelitian tentang moderasi di kalangan pondok pesantren, PTKI, madrasah dan PAI pada Sekolah. Pokja juga telah melakukan pendampingan untuk review kurikulum di lembaga pendidikan di bawah Kemenag, agar bermuatan moderat.

Untuk 2019, Aceng mengaku sudah menyiapkan sejumlah upaya penguatan diseminasi moderasi beragama melalui berbagai media, termasuk media sosial (medsos). Penguatan itu akan melibatkan kalangan millenial sebagai kelompok terbesar binaan Ditjen Pendidikan Islam, baik siswa Madrasah, santri pesantren, mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dan siswa-siswi PAI di sekolah.

Aceng menilai, temuan penelitian yang menyebutkan bahwa 19,4% Aparatur Sipil Negara (ASN) terpapar radikalisme dan intoleran menjadi alarm bagi kementerian/lembaga termasuk Kementerian Agama untuk lebih serius melakukan pembinaan. 

Berita Terkait

Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Dibuka 1 April 2025

Wali Kota Parepare Terima Kunjungan Tiga Lembaga, Bahas Agenda Tingkatkan Kolaborasi

Dosen STAIN Majene Ciptakan Dakwah Maps, Kemenag Majene Keluarkan Surat Resmi

Ini Dua Wisudawan Terbaik IAIN Parepare, dari Perjalanan Organisasi Hingga Hambatan Ekonomi

“Kita akan melakukan pembekalan, kepada ASN Ditjen Pendidikan Islam agar bermedsos dengan sehat dan mempunyai kepedulian untuk memberikan kontribusi narasi keberagamaan yang moderat, damai dan toleran,” ujar Aceng. 

Kasi Kemahasiswaan Ditjen Pendis, Ruchman Basori menambahkan, kesadaran bermedsos dengan konten-konten moderasi telah tumbuh di kalangan mahasiswa PTKI. “Selama 2018, Direktorat PTKI tengah memperkuat program dan kegiatan moderasi beragama agar mahasiswa menjadi duta moderasi,” katanya.

Program penguatan moderasi beragama pada mahasiswa PTKI yang sudah berjalan antara lain: revitalisasi kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bermuatan moderasi beragama, pendidikan dan latihan kepemimpinan, supporting kegiatan moderasi melalui Bantuan Lembaga Kemahasiswaan bermuatan modis dan pelbagai deklarasi mahasiswa anti radikalisme di PTKI.

Sekretaris Pokja Anis Maskhur mengaku akan memaksimalkan aksi-aksi Pokja dalam waktu dekat ini, antara lain memperkuat counter wacana melalui media sosial, membuat video moderasi beragama, melakukan diskusi  selapanan, perlunya polisi moderasi untuk efektifitas implementasi pada pendidikan Islam dan pembuatan quote-quote moderasi beragama oleh pejabat Eselon I dan II Ditjen Pendis. 

Pokja juga mengagendakan untuk melakukan sharing dengan pelbagai pihak untuk efektivitas moderasi di lingkungan pendidikan Islam, di antaranya dengan seluruh ASN Ditjen Pendidikan Islam, kalangan media dan pemegang kebijakan lainnya. (rb/alf)

Terkait: KemenagRadikalisme

TerkaitBerita

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

SD Unggulan Segera Hadir di Majene, Padukan Sains dan Tahfidz

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Malam ke-12, Safari Ramadan Muhammadiyah Parepare Bahas Konstruksi Pendidikan Generasi Qurani

Editor: Muhammad Tohir
1 Maret 2026

...

Magang ke Taiwan, Mahasiswa UMS Rappang Bisa Kantongi Uang Saku Rp.7 Juta Perbulan

Editor: Muhammad Tohir
27 Februari 2026

...

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Kegemilangan Sektor Pendidikan Islam yang Terpendam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Februari 2026

...

BeritaTerkini

Momen PSBM 2026, Bupati Ungkap Rahasia Pertumbuhan Ekonomi Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Maret 2026

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan