• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 6 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Topik Utama

Risiko Bencana Besar Jika Kesiapsiagaan Lemah

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Juli 2019
di Topik Utama
Risiko Bencana Besar Jika Kesiapsiagaan Lemah
2
PEMBACA

 

Foto: Ahmad Arif

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Lemahnya literasi di Indonesia membuat banyak orang tidak mengetahui Indonesia rawan terhadap gempa dan tsunami.

Padahal, gempa bumi tidak pernah membunuh, tetapi korban terjadi karena struktur bangunan yang buruk atau lokasinya di zona likuifaksi dan longsor. Sekali pun gempa adalah peristiwa alam, menghadapinya merupakan proses kebudayaan.

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Sidrap, Sejumlah Kecamatan Terdampak, Kecamatan Ini Terbanyak

Dampak Fenomena Tanah Bergerak di Banjarnegara

Pemkab Sidrap Terima Rp. 539 Juta dari BNPB untuk Penanganan Darurat Bencana

Sebagian Wilayah Barru Terdampak Banjir Berangsur Surut, Penanganan Darurat Berlanjut

Demikian diungkap Jurnalis Kompas, Ahmad Arif, saat tampil pada diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Jl Toddopuli Raya VII, Selasa malam, 9 Juli 2019.

Penulis buku Jurnalisme Bencana-Bencana Jurnalisme itu mengatakan, risiko bencana akan membesar jika pengetahuan/kapasitas
(kesiapsiagaan) untuk mengelola ancaman dan kerentanan, lemah. Sebaliknya, risiko berkurang jika kesiapsiagaan masyarakat, baik.

“Kapasitas itu diperoleh melalui pengetahuan, mitigasi bencana dan latihan,” kata peraih Mochtar Lubis Award 2008.

Apa yang harus dilakukan?
Pria berkacamata ini memberikan sejumlah saran terkhusus kepada awak media yang hadir. Mengingat media memiliki peran vital dalam mengawal literasi bencana di Indonesia.

Sebelum bencana terjadi, jauh-jauh hari perlu dilakukan pendekatan literasi kebencanaan dan fokus pada mitigasi bencana. Lalu, mengingatkan risiko bencana dari multiperspektif; geologi, antropologi, arkeologi, sosiologi, sejarah, dll. Dan, mendorong kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana berikutnya.

“Saat bencana, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan,” kata Ahmad Arif.

Yakni, melaporkan skala kerusakan secara tepat (jangan mendramatisir), padukan observasi dengan informasi dari sumber resmi.
Wartawan juga perlu memperingatkan tentang potensi bencana susulan ( tsunami setelah gempa besar), mencari angle sisi humanis (misalnya dalam upaya penyelamatan korban), mencari tahu kebutuhan-kebutuhan korban (terkait isu penjarahan, dll) memperhatikan kelompok terentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orang tua, empati dengan cara menguatkan korban dan bukan mengeksploitasinya, memverifikasi informasi secara akurat dan menjelaskan mekanisme terjadinya bencana serta risikonya bagi daerah lain.

Ahmad Arif mencontohkan, Jepang jika dilanda tsunami, media di sana tidak menerbitkan pemberitaan yang mengeksplotasi kondisi korban. Judul berita lebih diarahkan ke hal optimistik. Misalnya : Bantuan dari Seluruh Jepang, Listrik Telah Dipulihkan, dll.

Jadi, diharapkan dengan membaca berita tersebut, mental masyarakat segera pulih dari keterpurukan. (*)

Penulis dan Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Bencana

TerkaitBerita

Pemkab Pinrang Terima Bantuan 3 Unit Motor Pengangkut Sampah

Editor: Muhammad Tohir
12 November 2025

...

Tujuh Dusun di Sidrap Diterjang Longsor, 1.414 Warga Terjebak Tanpa Akses Jalan

Editor: Muhammad Tohir
27 September 2025

...

ITP Gelar Pelatihan Audit Mutu Internal Program Hibah SPMI, Kejar Mutu Perguruan Tinggi

ITP Gelar Pelatihan Audit Mutu Internal Program Hibah SPMI, Kejar Mutu Perguruan Tinggi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
20 September 2025

...

Delapan Akademisi Masuk Bursa Calon Rektor UMPAR 2025-2029

Delapan Akademisi Masuk Bursa Calon Rektor UMPAR 2025-2029

Editor: Tim Redaksi
29 Agustus 2025

...

BeritaTerkini

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

Kesehatan Menurun, Try Sutrisno Tutup Usia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Brimob Parepare Ajak 200 Anak Yatim Buka Puasa Bersama dan Doa untuk Negeri

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

Sinergi TNI-Polri, Petugas di Pinrang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong

Editor: Muhammad Tohir
2 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan