• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Topik Utama

Risiko Bencana Besar Jika Kesiapsiagaan Lemah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
10 Juli 2019
di Topik Utama

 

Foto: Ahmad Arif

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Lemahnya literasi di Indonesia membuat banyak orang tidak mengetahui Indonesia rawan terhadap gempa dan tsunami.

Padahal, gempa bumi tidak pernah membunuh, tetapi korban terjadi karena struktur bangunan yang buruk atau lokasinya di zona likuifaksi dan longsor. Sekali pun gempa adalah peristiwa alam, menghadapinya merupakan proses kebudayaan.

BeritaTerkait

Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

Culture Day SIT Andalusia Sukses Tampilkan Ragam Seni dan Budaya Nusantara

24 Oktober 2026
Angkat Isu Parkir Liar dan Kearifan Lokal Sipakainge’, Sigap Team Unibos Lolos Pimnas ke-39 Tahun 2026

Angkat Isu Parkir Liar dan Kearifan Lokal Sipakainge’, Sigap Team Unibos Lolos Pimnas ke-39 Tahun 2026

20 Oktober 2026
ESAI : Kijang Bagai Emas

ESAI : Kijang Bagai Emas

18 Oktober 2026
Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

Wali Kota Parepare: Lulusan ITH Harus Berdampak bagi Masyarakat

17 Oktober 2026

Demikian diungkap Jurnalis Kompas, Ahmad Arif, saat tampil pada diskusi di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Jl Toddopuli Raya VII, Selasa malam, 9 Juli 2019.

Penulis buku Jurnalisme Bencana-Bencana Jurnalisme itu mengatakan, risiko bencana akan membesar jika pengetahuan/kapasitas
(kesiapsiagaan) untuk mengelola ancaman dan kerentanan, lemah. Sebaliknya, risiko berkurang jika kesiapsiagaan masyarakat, baik.

“Kapasitas itu diperoleh melalui pengetahuan, mitigasi bencana dan latihan,” kata peraih Mochtar Lubis Award 2008.

Apa yang harus dilakukan?
Pria berkacamata ini memberikan sejumlah saran terkhusus kepada awak media yang hadir. Mengingat media memiliki peran vital dalam mengawal literasi bencana di Indonesia.

Sebelum bencana terjadi, jauh-jauh hari perlu dilakukan pendekatan literasi kebencanaan dan fokus pada mitigasi bencana. Lalu, mengingatkan risiko bencana dari multiperspektif; geologi, antropologi, arkeologi, sosiologi, sejarah, dll. Dan, mendorong kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana berikutnya.

“Saat bencana, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan,” kata Ahmad Arif.

Yakni, melaporkan skala kerusakan secara tepat (jangan mendramatisir), padukan observasi dengan informasi dari sumber resmi.
Wartawan juga perlu memperingatkan tentang potensi bencana susulan ( tsunami setelah gempa besar), mencari angle sisi humanis (misalnya dalam upaya penyelamatan korban), mencari tahu kebutuhan-kebutuhan korban (terkait isu penjarahan, dll) memperhatikan kelompok terentan seperti anak-anak, ibu hamil dan orang tua, empati dengan cara menguatkan korban dan bukan mengeksploitasinya, memverifikasi informasi secara akurat dan menjelaskan mekanisme terjadinya bencana serta risikonya bagi daerah lain.

Ahmad Arif mencontohkan, Jepang jika dilanda tsunami, media di sana tidak menerbitkan pemberitaan yang mengeksplotasi kondisi korban. Judul berita lebih diarahkan ke hal optimistik. Misalnya : Bantuan dari Seluruh Jepang, Listrik Telah Dipulihkan, dll.

Jadi, diharapkan dengan membaca berita tersebut, mental masyarakat segera pulih dari keterpurukan. (*)

Penulis dan Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Bencana

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Sidrap, Sejumlah Kecamatan Terdampak, Kecamatan Ini Terbanyak

Editor: Tohir Muhammad
8 Februari 2025

...

Dampak Fenomena Tanah Bergerak di Banjarnegara

Editor: Tohir Muhammad
1 Februari 2025

...

Pemkab Sidrap Terima Rp. 539 Juta dari BNPB untuk Penanganan Darurat Bencana

Editor: Tohir Muhammad
2 Januari 2025

...

Berita Populer

  • Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    Alumni Pesantren se-Sulselbar Gelar Seminar Hari Santri 2026 di Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kiprah Santri di Pentas Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Kenal Lelah, Kakek 70 Tahun di Parepare Tetap Kayuh Becak demi Nafkah Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Musyda Tarjih, Muhammadiyah Makassar Tegaskan Ustaz AI Tak Bisa Gantikan Ulama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Ujung Bangkala ke Panggung Nasional, Gema Swara Ujung Moncong SMAN 4 Jeneponto Raih Juara 2 PMC VII UNM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi