• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 13 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Politik Pilkada

Wawan Mattaliu Bidik Cakada Maros 2020, Prioritas Benahi Manajemen Air

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Desember 2019
di Pilkada

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Bakal calon Bupati Maros, Wawan Mattaliu sosok yang lahir dari kalangan biasa saja. Namun, pengalamannya patut diperhitungkan.

Sejak remaja pernah menjadi aktivis mahasiswa kemudian bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain itu, dia juga tercatat sepintas menjadi wartawan di salah satu koran harian di Kota Makassar.

Kiprah Wawan terbilang sukses. Pasalnya, dia juga pernah terpilih menjadi anggota DPRD Sulsel dua periode. Pengalaman ini sukses karena mengakomodasi kepentingan masyarakat Maros yang kala itu merupakan dapilnya.

Kini Wawan menegaskan siap,  jika namanya masuk dalam hasil survei dan parpol nanti untuk mendapatkan rekomendasi sebagai salah satu syarat maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maros 2020.

Berita Terkait

Tak Ada Konten Tersedia

“Insya Allah akan disupport oleh tiga partai,” ujarnya, Minggu (29/12/2019) seperti dikutip dari Rakyatsulsel.co.

Menurutnya, alasan dirinya maju di pilkada Maros 2020, karena ada hal yang fundamental belum terselesaikan di Kabupaten Maros yakni tata kelola air.

Menurutnya, Maros harus menghadapi banjir di musim hujan dan kekurangan air bersih di musim kemarau. Ini terjadi secara kontinyu dan persoalan ini, lanjut Wawan, mendegradasi banyak hal.

“Bukan saja petani padi dan tambak yang harus kehilangan pendapatan. Beberapa pasar tradisional juga terimbas menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Ini menjadi alasan saya maju menjadi calon kepala daerah (Cakada, red),” katanya.

Sedangkan, di sektor pemerintahan juga begitu. Politisi Hanura itu menilai banjir menurunkan kualitas banyak fasilitas publik. Jalan, kantor dan sarana publik mengalami koreksi kualitas.

Di pasca banjir, genangan yang muncul menyebabkan banyak anak-anak yang harus masuk ke rumah sakit.

“Ini persoalan yang tidak pernah secara serius ditanggapi oleh pemerintahan yang berjalan,” terangnya.

Secara histori, Wawan lahir di Mannaungi, tepat di bibir Sungai Maros, sehingga sangat intens berhadapan dengan banjir.

Sejak SD, SMP dan SMA. Dia mengenyam pendidikan di Kabupaten Maros. Kemudian melanjutkan pendidikan tinggi, kuliah di Stikom (Sekolah Tinggi lmu Komunikasi) kini menjadi Universitas Fajar (Unifa). Di kampus ini juga Wawan melanjutkan studi Magister (S2).

“Sejak kecil saya punya cita-cita jadi guru. Namun, sebelum aktif di politik, sempat bekerja menjadi wartawan. Sesekali menulis,” jelasnya.

Menurut mantan aktivis HMI itu, gambaran, banjir awal tahun 2019 di data kompas ada 834 hektare sawah yang tergenang. Jika dikonversi dengan angka capaian 6 ton per hektare juga harga versi pemerintah, berarti ada sekitar Rp260 miliar uang petani yang hilang. Belum ikan di empang, pasar yang terendam juga fasilitas pemerintah yang rusak.

“Program saya nanti, angka koreksi dari kegagalan manajemen air ini menjadi prioritas pertama. Beasiswa bagi mahasiswa Maros dengan standar IPK 3.5,” pungkasnya.

Dalam beberapa hasil survei bakal calon Bupati Maros, kata Wawan, bahwa menempatkan figur lain urutan pertama. Namun, jaraknya tidak jauh dan ini sangat normatif. Hal ini kata dia, bisa dilakukan upaya agar mengejar ketertinggalan.

“Bukan sesuatu yang tidak bisa kita kejar. Sangat normatif. Survei ini per awal Desember dari tiga kandidat yang saya lihat,” sambungnya.

Menurut Wawan, terjadinya sistem money politic yang kerap terjadi di setiap momen politik, karena para kandidat yang ingin maju bertarung tidak memiliki gagasan yang coba ditawarkan kepada masyarakat. Sehingga gagasan yang ditawarkan hanya uang.

Namun, sebaliknya jika ada kandidat yang menawarkan gagasan maka publik akan berpihak pada kandidat yang memiliki gagasan. Selama ini yang terjadi karena tidak membawa gagasan, makanya ditukar pakai uang kepada masyarakat.

“Jadi sesungguhnya money politic itu adalah konversi dari ketidaksanggupan seorang kandidat menawarkan gagasan ke publik. Bukan masyarakat kita pragmatis, cuma mereka menerima gagasan dalam bentuk uang, karena tidak ada gagasan lain,” pungkasnya. (*)

Sumber: Rakyatsulsel.co
Editor: Dian Muhtadiah Hamna

Terkait: Pilkada Maros 2020

TerkaitBerita

KPU Pinrang Tetapkan H.A. Irwan Hamid dan Sudirman Bungi Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Editor: Muhammad Tohir
7 Februari 2025

...

Sengketa di MK Selesai, KPU Parepare Bakal Gelar Pleno Tetapkan Tasming-Hermanto

Editor: Muhammad Tohir
5 Februari 2025

...

EratBersalam Tak Lanjut Gugat ke MK, Jubir TSM-MO: Kedewasaan dalam Berdemokrasi

Editor: Muhammad Tohir
10 Desember 2024

...

Konvoi Kemenangan, Tasming Hamid: Jadi Energi Bagi Kami untuk Bekerja Lebih Keras

Editor: Muhammad Tohir
4 Desember 2024

...

Ramadan 1447H

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Pemkot Parepare Lepas 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
3 Maret 2026

BeritaTerkini

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Berbagi di IWD 2026, Koalisi Perempuan Indonesia dan PWI Pangkep Gaungkan Pesan Perlindungan Perempuan

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan