• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI; Social Distance, Kekalahan Telak atas Ekonomi oleh Ekologi (Al Fiqh Al Bi’ah)

Editor: Alfiansyah Anwar
11 April 2020
di Opini
agus

Oleh : Dr Agus Muchsin MA, Dosen IAIN Parepare

OPINI — Potret kehidupan global acap kali dibicarakan dalam forum pertemuan berskala nasional maupun internasional, masalah terbesar oleh hampir semua negara adalah krisis ekologi bersamaan dengan rusaknya lapisan ozon dan pemanasan global. Atmosfer yang menyelimuti sekaligus tameng bumi dari jatuhnya meteor, dikabarkan semakin menipis sehingga akan berefek pada keseimbangan ekosistem terutama bagi manusia. Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan akan tidak harmonis dan berefek pada perubahan cuaca ekstrim dan sulit diprediksi, sehingga cukup berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dunia.

Di era industrialisasi, saat manusia memasuki peradaban moderen yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi, maka sikap untuk mengelola alam dan lingkungan pun semakin maju, terlebih ketika didukung oleh informasi digital yang kedahsyatannya mempengaruhi kehidupan global. Menyikapi peradaban industrialisasi inilah kemudian memaksa manusia untuk saling berkompetitif untuk mengambil peran terhadap alam lingkungan demi untuk pemenuhan kebutuhannya.

Dilematisnya ada pada sikap bahwa di satu sisi manusia secara bijak harus memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di sisi lain mempertahankan lingkungannya. Ibarat dua kekuatan raksasa saling beradu ilmu, raksasa ekonomi dan ekologi. Akankah prinsip dan praksis ekonomi dapat dipertemukan dengan ekologi?

Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dengan benda tak hidup di lingkungannya. Inti dari tujuan ilmu ini adalah untuk mensterilkan dan menjaga kelestarian lingkungan.

BeritaTerkait

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

Penggelapan Dana Donasi : Dimana Integritas Mahasiswa?

3 Oktober 2026
Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026

Sebaliknya ekonomi mengajarkan perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran, yang bisa diperoleh melalui eksplorasi terhadap alam lingkungan, sementara kendala terbesar dalam ekonomi adalah ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dengan ketersediaan bahan baku dari lingkungannya, sehingga potensi kerusakan lingkungan cukup besar seperti; perluasan lahan industri, penebangan pohon, pembabatan hutan, polusi udara hingga polusi suara.

Sepanjang percaturan antara ekonomi dan ekologi tersebut, tercatat bahwa pemenangnya adalah ekonomi. Hingga pada akhirnya di era merebaknya Covid 19, ekonomi tersungkur sebagai akibat dari; imbauan untuk tinggal di rumah, bekerja dari rumah, kebijakan lockdown, oprasionalisasi pabrik-pabrik untuk sementara dikurangi, bahkan ada yang tutup. Kendaraan lalulintas darat perlahan berkurang seiring dengan pembatasan aktivitas luar rumah.

Fenomena dahsyat ini menjadi indikator bahwa percaturan itu dimenangkan oleh ekologi. Betapa tidak, Seechewal seorang warga negara India, sebagai pegiat kesadaran terhadap pencemaran lingkungan, telah bekerja selama lebih dari 30 tahun, saat melihat gunung Himakaya yang tertutup salju dengan jelas dari atap rumahnya dan menyaksikan langsung bintang di malam hari, tiba-tiba terstruktur kalimat takjub “Saya belum pernah melihat yang seperti belakangan ini,” (baca; Liputan6.com, New Delhi).

Satu rekayasa global oleh Allah SWT dengan merefresh alam agar kembali menjadi steril, sekaligus menjadi penyadaran terhadap manusia untuk mengelola alam ini. Pesan moral dalam Islam melalui kajian الفقه البيعة (Fiqh Lingkungan), menekankan bahwa المحافظة علي البيعة  (pemeliharaan terhadap alam) saatnya dinaikkan posisinya pada level al dharuriyah (primer), bukan lagi pada tataran al hjiyah (sekunder).

Konsep dasar dalam al Qur’an disebutkan bahwa Allah memposisikan manusia sebagai khalifah (pemimpin) untuk memakmurkan alam, karena segala sesuatunya pun diciptakan agar manusia bisa mengambil manfaat darinya. Allah swt berfirman dalam Q.S  al Baqarah:

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Terjemahnya:
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Al Qurthubi menjelaskan maksud dari kalimat bahwa “Allah meciptakan segala sesuatunya untuk kalian” yakni:

استدل من قال إن أصل الأشياء التي ينتفع بها الإباحة

Artinya;
Menjadi dalil bagi yang berpendapat bahwa dasar atas segala sesuatu yang bermanfaat adalah hukumnya boleh.

فهذه الأشياء كلها مسخرة للآدمي
Artinya:
Ayat ini menjadi dasar bahwa segala sesuatunya ditundukkan untuk keturunan Nabi Adam as (manusia).

Islam memberikan kekuasaan pada manusia untuk mengelola alam, namun tidak berarti bahwa kekuasaan itu tak berbatas seperti dalam paham antroposentrisme dengan persepsi bahwa manusia sebagai pusat dari alam semesta dan hidupnya semata-mata untuk kepentingannya sendiri. Asumsi ini justru mengkonstruk keegoan/keakuan dari manusia, sehingga segala sesuatunya dianggap hanya instrument untuk mencapai kepentingannya, tanpa mempertimbangkan bias kerusakan atas perbuatannya. Allah swt dalam Q.S  Ar Rum: 41

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Terjemahnya;
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Dengan demikian hiruk pikuk peradaban dunia sesaat menjadi senyap dengan merebaknya virus covid-19, aktivitas sosial perlahan dibatasi dengan tetap di rumah,  bekerja dari rumah dan jarak interaksi mesti melampaui 2 meter. Sepertinya fenomena ini merupakan rekayasa ekologi dengan skenario langsung dari sang pencipta.(*)

Terkait: EkologiEkonomiLingkungan

Berita Terkait

Safari Ramadan, Bupati Sidrap Ungkap Kondisi Ekonomi Desa Bila Riase

Safari Ramadan, Bupati Sidrap Ungkap Kondisi Ekonomi Desa Bila Riase

Editor: Tohir Muhammad
17 Maret 2026

...

Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Tertinggi, Bupati Ungkap di Milad Muhammadiyah

Editor: Tohir Muhammad
11 Februari 2026

...

Temui Pemkot Balikpapan, Wali Kota Parepare Bahas Pengembangan Ekonomi Daerah

Editor: Tohir Muhammad
23 Januari 2026

...

Berita Populer

  • SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    SMA Negeri 5 Parepare Gelar SEKSOS.COM 2026, Diikuti 270 Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jago Berargumen Jadi Modal Peserta Debat SEKSOS.COM 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SEKSOS.COM 2026 Resmi Ditutup, Ini Para Juaranya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompetisi SEKSOS.COM 2026 di SMAN 5 Parepare, Puluhan Siswa Lolos Semifinal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Pertama SEKSOS.COM 2026 SMA Negeri 5 Parepare, Ratusan Peserta dari Sulsel-Sulbar Ikuti Registrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi