• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 21 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Oleh: Rizki Putra Dewantoro, M.Si (Kader Muhammadiyah)

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026
di Opini

OPINI, PIJARNEWS.COM–Pagi itu kabut masih menggantung di lereng pegunungan Papua. Jalan tanah yang basah oleh embun membawa langkah-langkah kecil anak-anak menuju sekolah. Di tangan mereka terselip buku yang sudutnya mulai lusuh, sementara sepatu sebagian sudah kehilangan warna. Namun kini ada sesuatu yang berbeda. Bangunan sekolah yang dulu berdinding lapuk mulai berdiri kokoh dengan cat yang cerah.

Pendidikan memang selalu menjadi cermin masa depan bangsa. Tantangan pembangunan seolah menjadi lagu lama yang tak kunjung selesai di tengah berbagai hambatan sosio geografis negeri ini yang membentang luas.

Karena itu, ketika pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan langkah besar revitalisasi pendidikan adalah langkah menghadirkan keadilan Pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.

Revitalisasi pendidikan di 62 kabupaten daerah 3T (daerah tertinggal, terdepan, dan terluar) mendapat sambutan hangat. Program ini ingin melampaui dari sekadar memperbaiki bangunan sekolah yang retak atau mengganti atap bocor. Tak tanggung-tanggung pemerintah menggelontorkan lebih dari 1,38 triliun. Revitalisasi diposisikan sebagai kebijakan strategis nasional untuk menghadirkan pendidikan yang aman, bermutu, dan merata di seluruh Indonesia.

Di Papua, tantangannya jauh lebih berat. Geografi pegunungan dan hutan sering kali membuat pembangunan pendidikan menghadapi hambatan besar. Namun justru di wilayah itulah revitalisasi menjadi sangat berarti. Sebanyak 409 satuan pendidikan direvitalisasi melalui pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, UKS, toilet, sanitasi, hingga ruang administrasi. Bagi banyak sekolah di Papua, perubahan ini menghadirkan sesuatu yang sederhana tetapi sangat penting: rasa aman ketika belajar.
Anak-anak semestinya tidak lagi belajar di ruangan lembap dengan dinding yang nyaris roboh di daerah pegunungan. Kelas yang terang, meja yang lebih layak, dan lingkungan belajar yang lebih manusiawi seakan mimpi menjadi nyata. Pendidikan hadir bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai pengalaman nyata yang bisa disentuh dan dirasakan.

Berita Terkait

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Pemkot Parepare Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Langkah serupa juga dilakukan untuk 389 SMK yang menerima intervensi revitalisasi. Program ini menjangkau Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Selain itu, sebanyak 1.972 SMK juga menerima program digitalisasi pembelajaran.

Di sebuah sekolah di Ngedukelu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, revitalisasi terasa seperti napas baru bagi sekolah yang telah berdiri hampir lima dekade. Delapan ruang kelas direhabilitasi, toilet diperbaiki, ruang administrasi dan perpustakaan dibenahi. Bagi sekolah swasta yang lama berjuang dengan keterbatasan fasilitas, bantuan itu bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pengakuan bahwa sekolah di pelosok pun memiliki hak yang sama untuk maju.

Sementara itu, di Pula Jawa saja masih banyak pekerjaan rumah. Misalnya, SMP Negeri 1 Gembong, Pati menjadi salah satu sekolah yang merasakan perubahan itu. Sekolah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan sarana kini memiliki ruang kelas yang lebih layak, laboratorium komputer baru, fasilitas Unit Kesehatan Siswa, hingga sanitasi yang memadai. Dampaknya tidak hanya terlihat pada fisik bangunan, tetapi juga suasana belajar. Anak-anak menjadi lebih nyaman berada di sekolah, guru lebih leluasa mengajar, dan sekolah kembali menjadi ruang tumbuh yang menyenangkan.

Di tengah berbagai tantangan nasional, capaian sektor pendidikan dapat dibilang menghembuskan angin optimisme. Survei persepsi publik menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pendidikan mengalami tren positif. Bahkan di kalangan muda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menempati posisi sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik versi Muda Bicara ID. Pengakuan itu tentu bukan muncul tanpa alasan. Ada kerja besar yang mulai dirasakan masyarakat secara langsung, terutama melalui program revitalisasi sekolah dan transformasi digital pendidikan.
Transformasi pendidikan juga bergerak melalui digitalisasi. Sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima perangkat digital berupa papan interaktif, laptop, dan media penyimpanan dengan capaian realisasi 100 persen. Di banyak sekolah, teknologi kini mulai mengubah cara belajar. Guru tidak lagi hanya bergantung pada papan tulis kapur. Murid dapat melihat gambar, video, dan materi interaktif yang membuat pelajaran terasa lebih hidup.

Setiap anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan terbaik, tanpa memandang di mana mereka dilahirkan. Seperti yang ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto, semangat itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai program prioritas yang mulai menunjukkan hasil nyata.
Namun pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan gedung dan teknologi. Guru tetap menjadi jantung utama pendidikan. Karena itu, pemerintah juga memperkuat kesejahteraan guru, terutama di wilayah 3T. Realisasi Tunjangan Profesi Guru Non-ASN secara nasional mencapai 103,01 persen. Program Pendidikan Profesi Guru juga terus diperluas agar kualitas pengajar semakin meningkat.

Dampak dari berbagai program itu mulai terlihat dalam angka partisipasi sekolah. Untuk usia 7–12 tahun, partisipasi pendidikan telah mencapai 99,23 persen pada 2025. Sementara jenjang menengah meningkat hingga 89,53 persen. Angka-angka tersebut memang terlihat statistik, tetapi di baliknya ada jutaan cerita tentang anak-anak yang kini memiliki peluang lebih besar untuk bertahan di sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.

Jendela-jendela baru memantulkan cahaya matahari pagi, toilet bersih tersedia, ruang kelas terasa lebih aman, bahkan laboratorium komputer mulai menyala di tengah wilayah yang selama bertahun-tahun akrab dengan keterbatasan. Dari Papua hingga Nusa Tenggara, dari Sulawesi hingga pelosok Jawa, revitalisasi pendidikan perlahan menghidupkan kembali harapan. Para siswa dapat berangkat ke sekolah dengan langkah lebih ringan. Sebab mimpinya mulai mendapat tempat untuk tumbuh.

Terkait: OpiniPapuaPendidikan

TerkaitBerita

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Kaprodi IP UMS Rappang Raih Doktor Cumlaude di UMY, Tuntaskan Studi 2,9 Tahun dengan 7 Publikasi Scopus

Kaprodi IP UMS Rappang Raih Doktor Cumlaude di UMY, Tuntaskan Studi 2,9 Tahun dengan 7 Publikasi Scopus

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Bupati Sidrap ke Siswa SMPN 1 Watang Pulu: Pendidikan adalah Jalan Meraih Kesuksesan

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Jelang Idul Adha, Wabup Pinrang Pimpin Rapat TPID Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Wali Kota Parepare Tekankan Kedaulatan Digital

Editor: Muhammad Tohir
20 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan