• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 22 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI; Kapitalisme Mengerdilkan Peran Pemuda

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
23 Oktober 2020
di Opini
Yuliati Sambas

Oleh : Yuliyati Sambas, S.Pt Pegiat Literasi Komunitas Penulis Bela Islam AMK

OPINI — “Syubbanul yaum, rijalul ghad.” Kata mutiara berbahasa Arab ini bermakna “pemuda pada hari ini adalah pemimpin pada esok hari”. Ia mengandung makna demikian mendalam, betapa pemuda memegang peranan sangat penting untuk kelanjutan sebuah peradaban. Namun apa yang terjadi hari ini, pemuda dikerdilkan peranannya dengan beragam arahan dan penekanan sistemik.

Satu di antara sekian banyak pengerdilan itu adalah di saat pemuda dalam hal ini para mahasiswa hendak menyumbangkan perannya dalam merespon kezaliman yang terjadi demikian nyata. Berupa disahkannya Rancangan Undang-Undang Omnibus Law. Mereka mendapat “imbauan” keras dan “ancaman” dari beberapa pihak termasuk di antaranya pemerintah.

Dilansir oleh pikiran-rakyat.com (11/10/2020) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan resmi mengeluarkan surat edaran bernomor 1035/E/KM/2020. Edaran berisi larangan para mahasiswa untuk turun mengikuti demo Omnibus Law Cipta Kerja.

Belakangan Kemendikbud sendiri menampik bahwa surat edaran tersebut telah mengekang ekspresi kepedulian mahasiswa. Namun banyak kalangan tetap menilai bahwa aroma pengekangan itu demikian kentara.

Pengerdilan pun tampak dari apa yang “diancamkan” secara halus oleh pihak pengusaha. Mereka mempertanyakan urgensi keikutsertaan mahasiswa berdemo UU Omnibus Law Cipta Kerja. Dengan menarasikan pertanyaan berupa bagaimana nasib mereka kelak setelah lulus ketika akan mencari kerja. Sementara UU Cipta Kerja itu diklaim pihak pengusaha sebagai jalan bagi terbukanya lapangan pekerjaan. (finance.detik.com, 8/10/2020)

Berita Terkait

Video: Pemuda di Parepare Sukses Usaha Kedai Kopi hingga Buka Cabang di Empat Kota

OPINI : Peran Pemuda dalam Sistem Politik

Opini: Integritas Pemuda dan Harapan Bangsa

Pesta Inklusi 2022 Berdayakan 200 Pemuda

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV (8/10/2020) menyatakan bahwa demo yang dilakukan oleh para mahasiswa disponsori oleh pihak-pihak tertentu. Artinya mereka diduga ditunggangi oleh kepentingan kalangan yang berada di balik layar.

Ketiga hal di atas menunjukkan betapa tidak diberikannya ruang bagi tersampaikannya kritik atas penguasa. Padahal masukan berupa kritik tersebut adalah bentuk kepedulian dari anak bangsa bagi pemimpin yang menaungi mereka.

Terlebih atas kalangan mahasiswa yang merupakan pihak intelektual muda. Dimana tersemat di pundaknya satu amanah berupa gelar agent of change. Maka sudah semestinya mereka diberikan keleluasaan untuk turut berperan aktif dalam mengubah kondisi negeri.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: Omnibus LawPemudaUU

TerkaitBerita

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Berita Terkini

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Bahas Pengelolaan Keuangan, UMMA Maros, Unhas dan PLUT Maros Berkolaborasi dalam Pengabdian Masyarakat di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Kolaborasi Apik UMMA, Unhas, dan PLUT Maros: Sulap Limbah Jadi Pakan Berkualitas, Berbagi Formula Kelola “Cuan” di Desa Ampekale

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
21 Mei 2026

Tiga Siswa Parepare Wakili Sulsel di Tingkat Nasional, Wali Kota Harap Tampil Percaya Diri

Tiga Siswa Parepare Wakili Sulsel di Tingkat Nasional, Wali Kota Harap Tampil Percaya Diri

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Dorong Birokrasi Digital, Diskominfo Sidrap Percepat Penerapan TTE di Disnakkan

Dorong Birokrasi Digital, Diskominfo Sidrap Percepat Penerapan TTE di Disnakkan

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan