• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 19 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Agar Anak Kota Tahu Asal Nasi

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
28 Januari 2018
di Uncategorized
KoSamJa Makassar

Siswa SD Negeri KoSamJa Makassar sedang menanam padi di areal sawah.

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM — Area persawahan Lamberang, Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, pagi sekira pukul 10.00, riuh oleh suara anak-anak. Suara keriuhan itu sesekali muncul jika ada yang nyaris terpeleset saat berjalan di pematang atau begitu ada yang melihat keong emas.

Hari itu, Sabtu (27/1/2018) memang menjadi pengalaman pertama bagi 120 murid SDN Kompleks Sambung Jawa (KoSamJa), Makassar, untuk belajar langsung tentang lingkungan hidup dari alam. Kepala SDN KoSamja, Fahmawati S.Pd, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Hari Lahan Basah dan Hari Gizi Nasional.

Saking gembiranya anak-anak berjalan di pematang sawah, ada yang berjalan hingga masuk wilayah Kabupaten Gowa. Area persawahan ini kebetulan memang berada tepat di perbatasan Kabupaten Gowa-Takalar. Padahal mereka mestinya berkumpul di bawah pohon mangga yang ada di sekitar situ untuk mendapat materi tentang lingkungan dari Kak Irma dan teman-temannya dari TIME Indonesia. Mereka duduk membentuk lingkaran tanpa mempedulikan celananya yang kotor.

Tanam Padi di Sawah
Siswa belajar menanam padi. –foto handover–

Materi-materi sederhana tentang tanah, udara dan air disampaikan oleh Kak Irma dengan cukup menarik. Ia juga menunjuk sawah-sawah yang hijau sebagai contoh baik bila kita memanfaatkan alam. Lalu menunjuk area mirip kubangan yang terjadi akibat adanya penggalian oleh eskavator.

“Adik-adik coba lihat ke sana. Ada semacam genangan yang terjadi karena digali oleh kendaraan berat, yang oleh warga di sini disebut mobil sondok-sondok,” jelas Irma yang pernah aktif di Dewan Anak Desa Paddinging dan Forum Interaksi Anak Takalar (FIAT). Ketika masih kanak-kanak, Irma dan teman-temannya itu mendapat pendampingan untuk partisipasi anak dan pendidikan kritis dari Lembaga Investigasi Studi Advokasi Media dan Anak (LISAN) Makassar.

Berita Terkait

Hamil 5 Bulan, Ibu dan Anak Gepeng di Pinrang Dipulangkan ke Makassar

Bupati Sidrap Lepas Pengiriman Puluhan Ton Telur ke Kalimantan, Sultra, dan Makassar

Wamendagri Apresiasi Inovasi Digitalisasi Pelayanan Publik Pemkot Makassar

Pemkab Sidrap dan Pemkot Makassar Bakal Jalin Kerjasama Terkait Pangan

Irma lalu meminta anak-anak memejamkan mata untuk mendengar suara alam. Sementara guru-guru dan para orangtua yang mengantar anaknya juga diminta tak bersuara, termasuk bunyi-bunyian dari telepon genggam. Setelah berdiam beberapa jenak, Irma bertanya, “Ada berapa suara yang didengar?”

“Saya kak … saya kak… saya kak,” begitu terdengar suara seorang anak sambil mengacungkan jari. Murid kelas 5 itu menyebut ada 5 suara, yakni suara air, suara padi yang ditiup anging, suara daun-daun mangga, suara kodok dan suara burung. Ada juga yang menjawab hanya 3 suara yang didengar, yang lain menjawab 2 suara.

Setelah itu, anak-anak bersiap-siap turun ke sawah. Mereka akan menanam padi di area persawahan yang sudah disediakan. Namun mereka diminta tidak membawa tas, melepas sepatu dan menaruh botol minuman agar tidak kotor. Sebelum turun, mereka dibagi atas kelompok-kelompok kecil.

Nama-nama kelompoknya juga disesuaikan dengan aktivitas hari itu, seperti mangga, padi dan rappo-rappo. Ada anak yang bertanya, apa itu rappo-rappo? Hasan, kakak pendamping dari TIME menjelaskan bahwa rappo-rappo itu buah sejenis coppeng. Nah, tentu nama-nama seperti ini aneh bagi anak-anak kekinian yang besar di kota.

Pematang sawah
Siswa SD berjalan dipematang sawah. –foto handover–

Begitu mereka menuju ke lokasi penanaman padi, keseruan baru terjadi. Pematang yang basah karena pagi tadi sempat turun gerimis membuat tanah menjadi licin. Beberapa anak sempat tergelincir jatuh. Saat mereka menjejakkan kaki ke lumpur sawah, beberapa anak ada yang menjerit. Rupanya mereka kaget karena lumpur cukup dalam, hingga nyaris semua betisnya terendam.

Anak-anak diberi masing-masing 3 bibit padi untuk ditanam. Sembari menanam mereka mendapat penjelasan tentang perawatan padi hingga berapa lama nanti baru bisa dipanen. Setelah kegiatan menanam padi selesai, anak-anak kembali ke rumah kak Irma. Saat jalan menuju pulang itu, mereka singgah membersihkan kaki-kakinya yang berlumpur di sumur warga. Rupanya ada juga yang baru pertama kali melihat sumur. Di rumahnya yang menjadi home base TIME Indonesia, kak Irma kembali mengingatkan pentingnya bijak memanfaatkan alam.

“Jadi sekarang sudah paham kan bahwa butuh waktu lama bagi petani menanam padinya di sawah? Setelah jadi padi, masih ada proses lagi untuk jadi beras, lalu dimasak jadi nasi,” papar Irma.(rls/asw)

Terkait: KosamjaMakassarSD Sambung JawaTakalar

TerkaitBerita

direktur

Ditetapkan Tersangka, Direktur Abu Tours Langsung Ditahan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
23 Maret 2018

...

lakpesdam

NU Parepare Launching Lakpesdam Kaji Issu Strategis

Editor: Alfiansyah Anwar
17 Maret 2018

...

gagal

Gagal Berangkatkan 400 Jamaahnya, Pemilik Travel Umroh PT.Shafa Marwah Mulia Utama Ditangkap dan Ditetapkan Tersangka

Editor: Abdillah MS
15 Maret 2018

...

Pelantikan PPK

Ketua KPUD Sidrap Minta PPK dan PPS Pemilu 2019 Jaga Integritas

Editor: Alfiansyah Anwar
10 Maret 2018

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Perkuat Sinergi, Bosowa Peduli dan Pemkot Makassar Salurkan 1.000 Paket Sembako bagi Petugas Layanan Publik di Karebosi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

NasDem Sulsel Perkuat Konsolidasi di Dapil 2, Syaharuddin Alrif: Jaga Kepercayaan Rakyat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Maret 2026

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan