• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 4 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Angkutan Online Justru Kurangi Diskriminasi pada Difabel

Editor: Alfiansyah Anwar
8 April 2017
di Sulselbar
Angkutan Online Justru Kurangi Diskriminasi pada Difabel

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM – Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluarkan keputusan larangan beroperasi taksi online menyusul desakan dan aksi penolakan di Makassar.

Larangan yang dikeluarkan sejak Kamis, 7 April 2017 tersebut berlaku hingga diterbitkannya keputusan mengikat dari pemerintah. Namun kebijikan tersebut sangat disayangkan oleh sejumlah pihak, termasuk pihak yang memiliki kebutuhan khusus alias difabel di Makassar.

Salah satu difabel netra di Makassar, Nur Syarif Ramadhan sangat menyayangkan keputusan pemerintah tersebut. Sebab transportasi online sangat memudahkan dirinya dan teman-temannya yang juga difabel untuk melakukan aktivitas.

“Sejak mereka beroperasi kami tidak kesulitan lagi kalau mau kemana-mana, cukup melakukan pemesanan, maka mereka akan datang ke rumah kami, dan mengantar sampai ke tujuan.” kata Syarif, Jumat 7/4.

BeritaTerkait

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

26 Juni 2026
ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

ICMI Orda Parepare Siap Lantik 290 Pengurus Periode 2026–2031, Disertai Raker dan Penyaluran Gaji ke-13 Guru Non ASN

16 Juni 2026
PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

PSI Sulsel Gelar Khitanan Massal Gratis, Ratusan Peserta Dapat Sarung dan Suvenir

15 Juni 2026
Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

Misi Dakwah Kurban di Enam Pelosok Negeri, KDP Jangkau Daerah Muallaf hingga Pedalaman NTT

31 Mei 2026

Berbeda dengan transportasi konvensional yang cenderung para sopirnya mendiskriminasi para difabel. Menurut Syarif, beberapa perlakuan diskriminasi kerap dialaminya saat hendak bepergian menggunakan transportasi konvensional. Seperti, para sopir angkutan umum Petepete. Difabel, kata dia, ditolak sangat oleh sopir Petepete dan dianggap sebagai sumber penghalang rejeki si sopir.

“Biasanya, kalau pagi-pagi kami mau bepergian, dan kami menunjukkan identitas kami sebagai difabel, sopir transportasi konvensional enggan mengambil kami. mereka berpendapat, jika ada orang buta yang naik ke kendaraan mereka, maka rejeki mereka hari itu akan gelap. begitu pun kalau ada orang pincang yang naik, maka pendapatan mereka tidak akan lancar.” ujar Syarif yang juga pengurus Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (PerDIK).

Dia pun mempertanyakan dalih sejumlah sopir angkutan konvensional yang mengatakan taksi online meresahkan. “Transportasi online lebih aman dan nyaman bagi kami. jadi apanya yang meresahkan rakyat?” tanyanya.

“Sejak beroperasinya transportasi online, kami tidak perlu lagi ke jalan raya menunggu kendaraan jika kami ingin bepergian, kami tak takut lagi mendapatkan perlakuan diskriminatif, karena pada transportasi online, si penyedia jasa memberikan ruang kepada kami apabila ingin melaporkan jika menemukan hal yang kurang berkenan. lagi-lagi hal itu tak kami temukan pada transportasi konfensional.” tambahnya.

Sependapat dengan hal tersebut, Abd Rahman yang saat ini sebagai Direktur PerDIK mengatakan sopir transportasi konvensional seperti taksi juga kerap tidak jujur dalam pembayaran.

Rahman yang mengalami netra ini mengaku beberapa kali dikibuli oleh sopir taksi. “Kita kan tidak bisa melihat argo sopir. Tapi mereka totalkan harga yang menurut saya tidak benar. Karena saya bukan satu dua kali naik taksi konvensional ke tempat itu. ” jelasnya. (*)

Terkait: AngkutanDifabelOnline

BeritaTerkait

Mudahkan Pembayaran, PAM Tirta Karajae Luncurkan Pembayaran Online

Editor: Muhammad Tohir
15 Maret 2025

...

Sudah Kirim Uang Puluhan Juta, Warga Sidrap Ini Mengaku Tertipu Kosmetik hingga Pelaku Tertangkap

Editor: Muhammad Tohir
23 Juni 2024

...

Sekali Sepekan, Setiap Direksi Layani Tiga Aduan Pelanggan PDAM dan Selesai Hari Itu Juga

Pemberitaan Soal Pelanggan Kecewa, PDAM Makassar Jelaskan Sebabnya

Editor: Muhammad Tohir
11 Desember 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi