• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 19 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Dari Mario ke Negeri Sakura, Perjalanan Bardi Arifin Merawat Sapi Ikon Kelas Dunia

Muhammad Tohir Editor: Muhammad Tohir
30 Mei 2025
di Kisah Inspiratif

JEPANG, PIJARNEWS. COM–Dari desa bernama Mario, di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Bardi Arifin tumbuh dengan suasana yang tak asing dengan bau kandang dan jerami. Pria kelahiran 1 Oktober 2000 itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Bardi sapaannya, kini menapaki jalan hidup yang tak biasa. Dari jejak kaki di tanah kampungnya, ia kini melangkah di peternakan modern Jepang, merawat sapi wagyu, ikon daging sapi kelas dunia.

Bardi tak asing dengan dunia ternak. Ayahnya, almarhum Arifin S., adalah mantan pengajar di SPP Negeri Rappang. Sejak kecil, Bardi kerap menemani sang ayah ke sekolah, menyaksikan proses belajar dan praktik peternakan secara langsung. Kedekatannya dengan dunia sapi dan agribisnis sejak usia dini menumbuhkan cinta yang kelak menjadi jalan hidupnya.

Setelah menamatkan pendidikan dasar di SD Negeri 3 Mario dan SMP Negeri 2 Kulo, ia melanjutkan ke SPP Negeri Rappang, jurusan Peternakan. Keinginannya memperdalam ilmu membawanya ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, sebuah sekolah kedinasan yang mencetak tenaga profesional pertanian dan peternakan.

Kini, Bardi bekerja di Shinkai Farm Co., Ltd. Sebuah peternakan sapi wagyu di Prefektur Nagano, Jepang. Ia tidak hanya bekerja dengan para tenaga lokal Jepang, tapi juga bersama pekerja dari Tiongkok dan Myanmar. Tantangan pertama datang dari langit, dimana suhu musim dingin yang bisa menembus -15°C. Kondisi yang tentu saja kontras tajam dari iklim tropis kampung halamannya. Tapi adaptasi bukanlah sesuatu yang asing bagi Bardi. “Awalnya berat,” kenangnya, “tapi saya tahu ini bagian dari proses,” katanya saat dihubungi Pijarnews.com, Jumat (30/05/2025) pagi WITA.

Di Jepang, Bardi belajar lebih dari sekadar teknik merawat sapi. Disiplin, etos kerja tinggi, dan adab dalam bekerja menjadi pelajaran berharga yang ia simpan baik-baik. “Peternakan di sini sangat tertib dan efisien. Saya ingin membawa ilmu ini pulang suatu hari nanti,” ujarnya.

Berita Terkait

Safari Ramadan, Bupati Sidrap Ungkap Kondisi Ekonomi Desa Bila Riase

Bupati Sidrap Dorong Petani di Wala Kejar Target Panen 10 Ton Perhektar

Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Sidrap: Persiapan Matang Sangat Dibutuhkan

Panen Bersama Petani di Lasiwala, Bupati Sidrap Mengaku Terharu Karena Ini

Kepergian Bardi ke Jepang tak lepas dari kisah keluarga yang penuh perjuangan. Ayahnya wafat saat ia masih duduk di bangku SMP, dan sang ibu, Widiana, sempat berat melepas anak lelaki ketiganya ke negeri asing. Namun, melihat semangat dan tujuan mulianya, akhirnya, sang ibu mendukungnya.

Motivasi Bardi sederhana, Bardi ingin masa depan yang lebih cerah, berguna bagi orang lain, dan yang paling penting, ingin mengabdi untuk kemajuan peternakan Indonesia. “Saya ingin pulang dengan pengalaman dan ilmu yang bisa saya bagi, khususnya untuk memajukan kampung halaman saya desa Mario,” katanya dengan optimistis.

Dari kandang kecil di Sidrap ke padang rumput dingin di Nagano, Bardi Arifin ingin mewujudkan mimpi dan dibawa pulang untuk menumbuhkan harapan yang lebih gemilang.(Tohir)

Terkait: Bardi ArifinJepangMarioNaganoSidrap

TerkaitBerita

Azizul Hakim Mansyur (Foto: ist)

Azizul, Putra Mansyur Semma, Jadi Imam dan Mengajar Alquran di Madinah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Januari 2025

...

Aneka Rasa, Mahasiswa Universitas Ciputra Lariskan Kue  Tradisional  Sanggara Balanda

Aneka Rasa, Mahasiswa Universitas Ciputra Lariskan Kue Tradisional Sanggara Balanda

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
5 Desember 2024

...

Anugrah, Bocah Pengantar Penumpang Kapal ke Pulau-pulau Terdekat dari Makassar

Anugrah, Bocah Pengantar Penumpang Kapal ke Pulau-pulau Terdekat dari Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
3 Desember 2024

...

Berawal dari Bully, Berujung Prestasi

Berawal dari Bully, Berujung Prestasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
3 Desember 2024

...

Ramadan 1447H

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Curhat Pedagang Pasar Sentral Pinrang: Harga Tomat-Cabai Melejit Jelang Lebaran 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Momen Ramadan, PSI Parepare Tebar Ratusan Takjil

Editor: Muhammad Tohir
17 Maret 2026

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

BeritaTerkini

Aliran Sungai Pekkabata–Lampa Tersumbat Sampah

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

KAHMI Parepare Bukber, Berbagi hingga Diskusi

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Safari Ramadan Hari ke-27, Tasming Hamid Salurkan Bantuan Pembangunan Masjid

Editor: Muhammad Tohir
18 Maret 2026

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Dugaan Pungli-Sajam di Pasar Pekkabata Pinrang, Pengelola Buka Suara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan