• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Demi Kebaikan Bersama

Editor: Abdillah MS
17 Maret 2018
di Opini, Pilkada, Politik
kebaikan bersama

OPINI — Pilkada Serentak 2018 diikuti oleh 171 daerah, terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Jumlah paslon yang mendaftarkan diri sebanyak 580 paslon, dengan status 569 pendaftaran diterima dan 11 pendaftaran ditolak. Dari 569 paslon tersebut kita berharap tujuan utama politik untuk kebaikan bersama (common good), bisa terwujud.

Seperti Alain Badiou tegaskan, bahwa politik merupakan ruang bagi tujuan-tujuan untuk kebaikan bersama dipertaruhkan. Badiou menepis teleologi bahwa politik adalah wilayah kotor, haram, dan licik. Bagi Badiou, pada politik kita menyandarkan harapan-harapan untuk membangun sesuatu yang baik bagi semua orang.

Sebagaimana juga Aristoteles mendefinisikan politik secara meluas, yakni sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik adalah baik, karena itu subyek politik haruslah individu atau sekelompok individu yang memiliki tujuan-tujuan bagi common good (kebaikan bersama).

Politik bukanlah semata-mata tentang perilaku politik para politisi. Politik juga bukan sekedar situasi yang terjadi hari ini saja melainkan juga berkaitan dengan perubahan yang terjadi dari masa lalu hingga masa mendatang. Politik adalah milik semua warga negara, bukan milik segelintir elit politisi saja.

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026

Bila kita meletakkan definisi politik seperti dijelaskan oleh Aristoteles dan Alain Badiou, tentu saja kesalahpahaman terhadap politik selama ini harus diubah. Apa yang terjadi saat ini adalah sebuah pergeseran makna sehingga kini politik dijadikan alat untuk memuaskan kepentingan pribadi dan kelompok. Lantas, apakah cukup dengan sadar saja bahwa ada pergeseran makna politik?

Tentu penting memikirkan bagaimana cara agar makna luhur politik bisa kembali seperti semula. Selain itu, harus ada keberanian untuk terjun dan melakukan sesuatu agar orang-orang yang suka menyalahgunakan politik dapat tersingkir dari arena. Kita harus turut berpartisipasi dan pantang apatis terhadap kondisi politik kekinian.

Peran dan partisipasi kita tidak harus bertarung merebut kekuasaan. Kita juga bisa ikut terlibat dalam mendukung para politisi yang memiliki visi mewujudkan kebaikan bersama agar menang dalam pemilihan. Romo Frans Magnis Suseno pernah berujar, “Bila orang-orang baik takut terjun dalam politik sama saja dengan membiarkan politik dikuasai oleh orang-orang jahat.” (*)

Terkait: OpiniPilkada Serentak 2018Politik

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Editor: Tim Redaksi
24 September 2026

...

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawali Parepare Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi