• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Sulselbar

Dua Bocah Tenggelam di Barru Ditemukan Meninggal, Seorang Masih Dicari  

Editor: Alfiansyah Anwar
9 Desember 2018
di Sulselbar
Bocah Aqila ditemukan oleh warga di dekat pelelangan ikan Barru. (Sumber Foto : Rakyatku.com)

Bocah Aqila ditemukan oleh warga di dekat pelelangan ikan Barru. (Sumber Foto : Rakyatku.com)

BARRU, PIJARNEWS.COM — Dua dari tiga bocah Sekolah Dasar (SD) yang hilang di perairan Garongkong, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Ahad 9 Desember 2018.

Dilansir Rakyatku.com, penemuan pertama pada pukul 14.30 Wita. Saat itu, salah seorang bocah Muhammad Aqila Rezky berhasil ditemukan warga bersama tim SAR. Kondisinya sudah tidak bernyawa. Begitupun dengan penemuan Andika sekira pukul 15.10 Wita. Andika juga ditemukan juga dalam kondisi tidak bernyawa. 

Kedua bocah tersebut ditemukan di dekat pelelangan ikan Sumpang Binangae, Kecaman Barru atau berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi titik hilangnya bocah tersebut.

Tersisa satu korban lagi, yakni Abdillah yang belum ditemukan. Tim Basarnas dan BPBD Barru menutup operasi pencarian pada pukul 18.00 Wita. Sebab pencarian terkendala kondisi cuaca. Pencarian rencana akan dilanjutkan Senin besok 10 Desember 2018.

BeritaTerkait

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

Kolaborasi Umpar, Unhas, dan Universitas Patompo Dorong Transformasi Usaha Perikanan Pesisir di Desa Lawallu Barru

22 Agustus 2026
11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

11 Tahun Al-Risalah Batetangnga: Dari Langkah Kecil Menjadi Gerakan Besar, Kepercayaan Masyarakat Jadi Energi Pertumbuhan

20 Agustus 2026
Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari  Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

Tim PKM Universitas Hasanuddin Dampingi Poklahsar Milkfish Lestari Soppeng Kembangkan Olahan Ikan Patin Berbasis Zero Waste

19 Agustus 2026
Tim PKM  Unhas dan Umma Ubah Limbah Ikan dan Cangkang Kepiting Menjadi Pakan Ayam

Tim PKM Unhas dan Umma Ubah Limbah Ikan dan Cangkang Kepiting Menjadi Pakan Ayam

17 Agustus 2026

Kejadian itu bermula saat enam bocah sekawan berencana mandi-mandi di pantai belakang Masjid Garongkong, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru usai pulang mengaji.

Sekira pukul 09.00 Wita, enam bocah tersebut menuju pantai. Pada saat itu, arus laut sedang surut. Keadaan ombak juga kecil.

Tanah permukaan laut terlihat terhampar kurang lebih sekira 400 meter, tempat enam bocah tersebut bermain. 

Empat bocah lebih dulu turun berenang yakni Nabil (10), Muh. Aqila Rezky (9), Andika (9), dan Abdillah. Mereka berenang masing-masing mengenakan baju kaos dan celana pendek. Sedang dua bocah lainnya, Muh. Alif (8) dan Rezky (9) asyik bermain pasir.

Dua bocah tersebut tidak ikut mandi-mandi karena tidak tau berenang. Sekitar pukul 09.30 Wita, empat bocah yang sedang asyik berenang tiba-tiba terbawa arus laut yang kencang. Empat bocah tersebut terseret ke dalam palung laut.

Satu bocah yakni Nabil berhasil menyelamatkan diri setelah berenang melawan arus. Sementara tiga bocah lainnya tubuhnya hilang dari permukaan air.

Suasana berubah panik. Nabil, Muh. Alif, dan Rezky berlari pulang menuju rumah masing-masing. Mereka tidak langsung memberi tahu orang tua masing-masing soal kejadian yang menimpanya mereka dihantui perasaan takut.

Orang tua salah seorang bocah yakni Muh. Alif lantas curiga melihat sikap anaknya, Ia lalu menanyai Muh. Alif. 

Dari situ cerita tenggelamnya tiga bocah terungkap. Muhammad Alif kemudian diminta segera memberi tahu kakak dari salah satu bocah tenggelam. Kabar tenggelamnya tiga bocah tersebut tersiar ke tetangga.

Menurut ayah Muh. Alif, Nasrullah, setelah mendengar cerita anaknya dirinya dan warga lalu menuju ke pantai untuk mencari tiga korban tenggelam. (rky/alf)

Terkait: Bocah tenggelamTenggelam

BeritaTerkait

Naas, Bocah Tenggelam di Pantai Eks Wisata Pinrang

Naas, Bocah Tenggelam di Pantai Eks Wisata Pinrang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Juni 2025

...

Wisatawan Asal Wajo Tenggelam di Pantai Ammani Pinrang, 3 Orang Meninggal Dunia

Wisatawan Asal Wajo Tenggelam di Pantai Ammani Pinrang, 3 Orang Meninggal Dunia

Editor: Tim Redaksi
5 April 2025

...

Diduga Terpleset, Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai DAM PLTA Bakaru

Editor: Tohir Muhammad
26 Februari 2025

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi