• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Esai: Di Pantai Ammani Saya Diingatkan Kembali Tentang Kematian

Alfiansyah Anwar Editor: Alfiansyah Anwar
30 April 2017
di Budaya dan Sastra, Opini

Kematian adalah sebuah akhir riwayat tiap manusia di dunia, cinta adalah sebuah penggerak dalam kehidupan manusia, dan tangis, adalah ekspresi terdalam saya yang muncul ketika mengingat tentang kematian.

Sebelumnya, saya minta izin untuk menulis pengalaman pribadi di sini. Entah mengapa saya merasa perlu membaginya kepada orang lain. Ini sebuah pengalaman imajinatif yang emosional, penuh rasa kemanusiaan, serta tragedi kemanusian, maka mohon izinkanlah.

Entah kenapa setiap saat memandangi garis pantai yang membentang luas, ingatan saya seakan membawaku pada dua tragedi kemanusian yang pernah terjadi di perairan laut Sulawesi, yakni peristiwa jatuhnya pesawat Adam Air, serta tenggelamnya KM. Teratai Prima, dimana pada dua peristiwa kecelakaan moda transportasi massal itu, merenggut ratusan nyawa yang sia-sia. Ingatan itu terlintas kembali ketika saya beserta sejumlah sahabat dan kerabat, tengah menikmati liburan panjang di pantai Ammani, Pinrang, Sabtu 29 April 2017.

Ingatan saya pun tertuju ketika saya diminta untuk menyampaikan kabar duka tersebut melalui siaran radio Elshinta Jakarta dan Radio BBC London siaran Indonesia kala itu. Sebagai seorang jurnalis, kami tentu diwajibkan untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber termasuk pada keluarga penumpang, cerita mereka pun hampir bergam, ada yang mengingat sang cucu yang baru saja berulang tahun, namun ikut menjadi korban dalam peristiwa naas itu, ada juga yang terpksa kehilangan istri tercinta dalam kondisi hamil, dan beberapa orang terdekat mereka lainnya. Pengalaman ini tentu mengigatkan kita pada sebuah ayat “Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati (Surat Ali `Imran: 185).

Kalaulah kita merenungkan kehadiran kita di muka bumi ini, lalu mencoba mengaskan Ke-esaan serta kebesaran Ilahi, maka tentulah tetap kita berlandas pada keyakinan spritual kita tentang segala yang dikehendaki-Nya adalah pasti, dan di mana di dua peristiwa kecelakaan transportasi itu tadi adalah segala kehendak-Nya yang maha itu.

Berita Terkait

ESAI: Komunikasi Digital sebagai Pembawa Harapan bagi Generasi Z

IKN Sebagai Smart City dengan Konsep Forest City Apa Kaitannya untuk Indonesia Emas 2045?

Gubernur dan Pisang Bawa Siswi SMAN 8 Pinrang Ini Juara 1 Lomba Esai Diknas Provinsi

ESAI : Pesona Paputo Beach, Destinasi Wisata yang Indah

Tentu kita harus sadari tentang makna dari segala tanda dan isyarat lewat alam, peristiwa, dan kejadian, bahwa begitu besar karunia Tuhan pada manusia yang diberi akal pikiran dan nurani dalam dirinya. Kenapa tidak? Karena perpaduan itulah yang membedakan manusia dan makhluk lainnya.

Yang pasti, perenungan yang terlintas pada diri saya dan yang saya dapatkan, bukanlah sekedar gelitik, tapi mempertajam keyakinan kita bahwa segala yang hidup itu pasti akan mati, dan itu sudah ditentukan oleh kehendak-Nya! Dan itu pasti! Sangat pasti! (*)

Abdillah MS
(Ketua Perhimpunan Jurnalis Ajatappareng – PIJAR)
(Pemimpin Redaksi PIJARNEWS.COM)

Terkait: Esai

TerkaitBerita

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Tasming Hamid Terima SK ULT P4GN, Perkuat Upaya Pencegahan Narkoba di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Audisi Offline “D’Academy 8” Digelar di Sidrap, Selfi Yamma Juri, Andi Syaqirah DA7 Bintang Tamu

Editor: Muhammad Tohir
23 April 2026

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Pastikan Korban Tertangani, Tasming Hamid Temui Korban Kebakaran di Lumpue

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Penandatanganan rekomendasi LKPJ TA 2025, Wali Kota Apresiasi Kinerja DPRD Parepare

Editor: Muhammad Tohir
22 April 2026

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Dorong Literasi Akademik, Dosen Sumbangkan Karya Ilmiah ke Perpustakaan Kampus IAIN Parepare

Editor: Muhammad Tohir
21 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan