• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 30 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kalung Sutra Makassar, Sukses Jadi Oleh-oleh Manca Negara

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Mei 2023
di Topik Utama

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM—Bagi penyuka aksesoris mungkin tidak tahu, setiap bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya. Sebuah aksesoris biasanya tidak bisa dikenali bahan dasanya, keindahanya seakan memanipulasi asalnya. Bahkan mungkin hampir diantara kita tertipu dan tidak tau jika bebera aksesori itu dibuat dari barang bekas.

Seperti halnya produk aksesoris berupa kalung buatan  Kartika Gunawan di Makassar Sulawesi selatan. Keindahan kalung yang dibuatnya seperti barang mahal yang bernilai tinggi.

Padahal, produk kerajinan berupa kalung yang dibuat Kartika itu, merupakan aksesoris yang hanya dibuat dari kain-kain bekas alias perca sutra dan manik-manik yang bisa dibeli di pasar terdekat.

Kain perca yang dikumpulkan berasal dari teman maupun kerabatnya itu digunakan untuk membuat kalung sutra dan beberapa aksesoris lainnya seperti bros.

Keahlian kartika tidak diragukan lagi, kedua tanganya terlihat sangat lihai dan mahir saat menghias serta menempelkan bahan demi bahan untuk menjadi sebuah aksesoris menarik.

Berita Terkait

Peringatan HUT Sulsel dan BBI, Puluhan Booth UMKM Ramaikan Anjungan City of Makassar

Bangkit dari Pandemi, Munawar Sukses Bangun Usaha Gula Aren Cair

Pelaku UMKM Ini Sebar Kebaikan Lewat Onde-onde Ketawa dan Choco Cawa

BRI Sulsel Pegang Hampir Satu Juta Data Pengguna QRIS UMKM

Walau tidak bisa meproduksi secara besar-besaran namun, tiap bulanya Kartika dapat memproduksi kalung 30-150 buah dan per harinya rata-rata 5 buah, akan tetapi, itu tidak rutin, sebab pemasaranya hanya mengandalkan orderan yang ada serta jumlah bahan kain perca yang dikumpulkan.

Meski demikian ketertarikan terhadap prodak kerajinan yang dibuat itu, mengudang berbagai kalangan khusunya para pejabat.

Kartika mengungkapkan ketertarikan itu muncul tiap kali dirinya memasasrkan prodaknya itu pada pameran yang diadakan, oleh pemerintah, baik itu skalanya regional, nasional maupun internasional.

Bahkan katanya, pada tiap pameran yang diikuti, semua produknya habis laris dibeli oleh para pengujung dari manca daerah di Indonesia. Selain itu juga banyak dari kalangan dari manca negara.

Khusus produk kalung, pihak Pemkot Makassar sering memperkenalkannya di luar negeri. Bahkan itu dijadikan cendra mata bagi tamu-tamu luar negeri serta dijadikan oleh-oleh pada kunjungan luar negeri.

Walau bukan bersifat ekspor, namun negara yang telah dijajaki yakni beberapa negara di kawasan Asia seperti Jepang dan Singapura serta satu negara di Eropa yaitu Belanda.

“Iya , tapi bukan ekspor nah, selalu dipake untuk cendra mata ji kayak ke Jepang, Belanda, Singapura,” ungkapnya.

Tidak sampai disitu bahkan sekelas Menteri Sandiaga Uno sampai memborong kalungnya pada acara pertemuan pelaku UMKM di Makassar beberapa waktu lalu. Ia juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama dengan menteri yang terkenal dikalangan emak-emak itu. Terlihat itu dipasang sebagai profil What’s App-nya.

Berdasarkan keterangan Kartika, omzet yang didapatkan rata-rata Rp 5 juta sampai Rp 6 juta, bahkan bisa melebihi berdasarkan orderan yang diterima.

Ia mengaku usaha tersebut dilatarbelakangi kesukaannya sejak kecil mengenakan aksesori sehari-hari hingga sampai saat ini. Dari kesukaan itu dirinya mulai membuat aksesori dan belajar mengembangkan keterampilannya itu.

Oleh karena itu pada tahun 2004, ia kemudian membuat usaha kecil-kecilan dengan mengandalkan modal seadanya dan mulai memproduksi aksesoris berupa bros.

“Karena saya itu penyuka aksesoris dek, yah jadi awalnya dari situ, dari kecil lah saya suka namanya aksesoris akhirnya saya selalu pake aksesoris, awalnya saya bikin bros, sampai waktu itu ada orang kasi kain perca, kan harus berkembang makanya saya bikin kalung,” imbuhnya.

Seiring berjalanya waktu tepat pada tahun 2018 hingga 2019 sebelum covid, ia mulai mengembangkan usahanya dengan memproduksi kalung sutra dari bahan dasar kain perca dan manik-manik.

Sempat mandek saat covid, sehingga dirinya beralih membuat kalung masker yang menjadi kebutuhan masyarakat kala itu. Setelah covid berakhir ia akhirnya kembali memproduksi kalung sutra dan masif dilakukan sampai hari ini.

Adapun keunikan dari produk kerajinan yang diolah bertahun-tahun itu memiliki perbedaan dari segi bahan dan pembuatanya yakni manik-manik dari kain sutra.

“Kalau di Jawa itu manik-maniknya dari kayu, kalau di Kalimantan dari batu, nah Kalau yang saya buat itu manik-manik dibungkus dengan kain dan itu orang tidak tau. Karena saya ikat kencang sampai menyerupai maink-manik biasa dibungkus kain. Itu yang jadi veliu dari usaha saya,” terangnya.

Alhasil, dari usahanya itu ia mulai dikenal oleh beberapa pejabat tinggi di Kota Makassar. Bahkan bisa meraup keuntungan dari keterampilannya itu. (*)

 

Reporter : Sucipto Al-Muhaimin

Terkait: UMKM Sulsel

TerkaitBerita

Dorong Birokrasi Digital, Diskominfo Sidrap Percepat Penerapan TTE di Disnakkan

Dorong Birokrasi Digital, Diskominfo Sidrap Percepat Penerapan TTE di Disnakkan

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Perkuat Pengawasan Keimigrasian, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Perkuat Pengawasan Keimigrasian, Imigrasi Parepare Bentuk Desa Binaan di Pinrang

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Resmi, Pemkab Pinrang Mekarkan Desa Mattiro Ade

Resmi, Pemkab Pinrang Mekarkan Desa Mattiro Ade

Editor: Muhammad Tohir
5 Mei 2026

...

Prof Ahmad Sewang

Refleksi Persatuan Umat di Musda VI ICMI Parepare, Prof Ahmad Sewang Soroti Akar Perpecahan dan Jalan Integrasi

Editor: Tim Redaksi
5 Mei 2026

...

Berita Terkini

SMAN 5 Parepare Masuk Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026

SMAN 5 Parepare Masuk Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2026

Editor: Muhammad Tohir
28 Mei 2026

Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan Sapi 883 Kg di Wattang Bacukiki

Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan Sapi 883 Kg di Wattang Bacukiki

Editor: Muhammad Tohir
28 Mei 2026

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Semarak, Wali Kota Parepare Lepas Takbir Keliling Idul Adha 2026

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Sosialisasi APOA dan Optimalkan Pengawasan WNA, Imigrasi Parepare Sasar Hotel dan Penginapan di Sidrap

Editor: Muhammad Tohir
27 Mei 2026

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Pemkot Parepare dan BPJS Ketenagakerjaan Kerjasama, 1.500 Pekerja Rentan Dapat Perlindungan Sosial

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan