• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Sabtu, 14 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Kartini dan Wacana Literasi

Abdillah MS Editor: Abdillah MS
22 April 2019
di Opini

OPINI, PIJARNEWS.COM  — Sebagai subjek literasi demokrasi peranan perempuan di zaman ini memiliki akses di ruang-ruang publik, KPU mencatat 94. 975 perempuan mengisi ruang tarung politik pileg (Pemilihan Umum Legislatif) dan menjadi salah satu bukti bahwa perempuan memiliki bargaining power dan bargaining position sebagai pengusung kebebasan setiap individu untuk bertindak dan memilih.

Raden Ajeng Kartini atau Raden Ayu Kartini sebagai biang inspirasi, pahlawan Nasional dan pelopor kebangkitan kaum perempuan menjadi cermin kemajuan perempuan di tengah hegemoni budaya yang mendiskriminasi dan memarginalkan kaum perempuan yanghanya sebagai “konco winking” (teman di dapur saat makan) atau “swarga nunut, neraka katut” (ke surga ikut, ke nerkapun turut) dan Kartini hadir mengusung peranan dan suara perempuan dalam kesetaraan gender.

Spirit literasi

Perempuan dan gerakan literasi bukan menjadi sesuatu yang Vis a vis yang harus dihadap hadapkan tapi menjadi sebuah konsekuensi logis ketika kita ingin melihat kemajuan bangsa yang tidak luput dari peranan perempuan.
Spirit literasi digambarkan dalam kisah perjuangan Kartini ditemukan dalam kumpulan Surat-surat yang dkirimkan kepada teman- temanya di negeri Belanda dan di bukukan dgn judul “Door duistermis tox licht” (Habis gelap terbitlah terang) ini adalah gambaran semangat dari sosok pahlawan perempuan yang Ingin melepas kaumnya dari diskriminasi yang panjang pada zamannya.
Isu pendidikan dan gerakan literasi harus di topang oleh peranan perempuan baik sebagai pendidik pertama di rumah maupun sebagai guru di sekolah, sebagai orang tua murid/siswa para ibu seyogyanya melakukan sinergi dengan guru dan pihak sekolah untuk menumbuhkan semangat belajar dengan menciptakan miniatur sekolah, miniatur pembelajaran di rumah bagi pembelajar dan sebagai alat kontrol lembaga pendidikan bagi anak didik di luar jam sekolah.

Berita Terkait

Imigrasi Parepare Raih penghargaan Sangat Baik Opini Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025.

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Tasya Kamila mantan penyanyi cilik lulusan Magister dari Columbia University baru saja bergabung menjadi Quipper Super Teacher menyampaikan “Saya percaya generasi yang berkualitas lahir dari perempuan-perempuan yang cerdas” karena tugas menentaskan isu pendidikn bukan tugas pemerintah dan guru di sekolah semata tapi yang lebih penting bagaimana seorang ibu ikut berperang mengedukasi langsung sebagai pendidik pertama di rumah.

Emansipasi Demokrasi

Kesetaraan gender menjadi isu yang mengemuka pada Platform pembangunan Negara Indonesia, selama ini secara sosial wanita terpinggirkan oleh budaya Patriarkis yang menempatkan laki- laki sebagai pemegang kekuasaan dan penentu kebijakan.

Emansipasi menurut wekipedia adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.

Hak politik perempuan dipergunakan sebagai asas persamaan derajat khususnya dalam rana pengambilan keputusan berkesempatan ikut serta dalam kontestasi politik dengan hak politik tanpa diskriminasi sesuai dengan UU no. 8 tahun 2012 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD. Oleh Abraham Lincoln bahwa demokrasi adalah “dari rakkyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”.

Perempuan dalam demokrasi menjadi salah satu penentu arah keadilan dan keberadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karna perempuan tidak lagi hanya berada di “dapur” sebagai Konco Winking namun berperan bersama menegakkan tatanan kehidupan berdemokrasi.

Kesempatan berpolitik dan kesetaraan gender juga termaktub dalam Landasan Aksi Beijing (Beijing Platform for Action) dengan 12 cabang kritis, pada point 7. a. Mengambil langkah-langkah untuk menjamin akses dan partisipasi penuh perempuan dalam struktur-struktur kekuasaan dan pengambilan keputusan. ; b. Meningkatkan kapasitas perempuan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

Penulis: Sirajuddin
Pustakawan IAIN Parepare

Terkait: Hari KartiniLiterasiOpiniRaden Ajeng KartiniSirajuddin

TerkaitBerita

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Pemimpin Islam : Antara Marwah dan Riayah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Maret 2026

...

Legitimasi Agama dan Bahaya Provokasi Umat Islam

Editor: Muhammad Tohir
8 Maret 2026

...

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Antara Akidah dan Akses Pasar: Polemik Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk AS

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

...

Islam Penyelemat Generasi dari Kasus ABH yang Meningkat

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
2 Maret 2026

...

Ramadan 1447H

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Bingkai Berbagi Ramadan 2026, Kolaborasi Fotografer Se-Ajatappareng Santuni Panti Asuhan Sitti Khadijah

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Maret 2026

Pengusaha Parsel di Pinrang Kebanjiran Orderan Sejak Sebelum Ramadan

Editor: Muhammad Tohir
7 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Casemix RSUD Andi Makkasau Gelar Buka Puasa Unik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Ramadan Berbagi, Apersi Sulsel Salurkan Bantuan Rp3,4 Miliar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
6 Maret 2026

BeritaTerkini

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

HUT ke-53 dan Ramadan Berkah di Barru: Bosowa Salurkan 9,3 Ton Paket Pangan dan Gelar Buka Puasa Bersama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Penataan Wilayah dan Penanggulangan Banjir Manggala Jadi Prioritas Pemkot Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Pedagang Ikan di Pinrang Dipaksa Setor Rp3 Juta per Tahun, Tak Bayar Meja Jualan Dibongkar

Pedagang Ikan di Pinrang Dipaksa Setor Rp3 Juta per Tahun, Tak Bayar Meja Jualan Dibongkar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Maret 2026

Meriahkan Syiar Islam, Pemkot Parepare Gelar Lomba Takbiran Keliling

Editor: Muhammad Tohir
13 Maret 2026

Pelayanan Publik 2025,Parepare Raih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI

Editor: Muhammad Tohir
12 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan