• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 23 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Feature

Kisah Herlina, Mendulang Rezeki dari Jualan Jamu Tradisional di Masa Pandemi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 Agustus 2021
di Feature
Kisah Herlina, Mendulang Rezeki dari Jualan Jamu Tradisional di Masa Pandemi

Herlina, di kedai jamu usaha miliknya, Ruko Beverlyhills, Antang Makassar

 

 

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Bagi sebagian orang, masa pandemi membawa berkah tersendiri. Setidaknya, dialami Herlina (40) yang justru makin mendulang rezeki dengan berjualan jamu tradisional. Paling laris, jamu dengan varian rasa “Immune Booster”. Jamu ini diramu dari aneka rempah seperti kunyit, jahe, plus ekstra jahe merah. Dalam sehari, pesanan meluncur hingga sepuluh botol. Setara dengan 10 liter.

Herlina sebenarnya juga berjualan varian rasa lainnya. Ada jamu original, racikan dari rempah kunyit dan jahe. Ada pula jamu keputihan, berbahan kunyit jahe plus ekstra jahe merah, hingga jamu pelancar haid yang diramu dari jahe, asam dan manjakani. Soal harga? Cukup terjangkau. Pembeli yang tidak biasa minum jamu, boleh coba dulu ukuran 500 ml atau seharga Rp25 ribu. Tetapi kebanyakan, pembelinya langsung memilih yang kemasan literan, Rp50 ribu per satu liter.

BeritaTerkait

KFM Motret On The Spot Momen Sakral di Desa Matajang

19 Oktober 2024
Eksotika Pulau Dutungan, Lukisan  Alam yang Memanjakan Mata

Eksotika Pulau Dutungan, Lukisan Alam yang Memanjakan Mata

22 Juni 2024

KBP Pamerkan Ragam Tanaman Bonsai dan Batu Hias dari Jepang di Soreang

27 Mei 2024
Kisah Sayudi Prastopo Bersepeda dari Indonesia ke Madinah, Pilih Umrah Usai Gagal Laksanakan Ibadah Haji

Kisah Sayudi Prastopo Bersepeda dari Indonesia ke Madinah, Pilih Umrah Usai Gagal Laksanakan Ibadah Haji

19 Mei 2024

Herlina, ibu empat anak ini menepis identik  jamu hanya bisa dijual oleh orang Jawa. Sebab, dia sendiri berasal dari Palopo. Mengkonsumsi jamu saat usianya masih belia, 15 tahun. “Kebiasaan dari nenek-nenek saya meminum jamu. Sehingga waktu saya remaja, saya sudah suka jamu,” ceritanya saat ditemui Pijarnews, di kedai jamu miliknya, “Kedai Jamu Beverlyhills”, Jalan Antang Raya Ruko Beverlyhills, No.16 Makassar, Jumat, (20/8/2021) lalu.

Suatu hari di tahun 2016 saat masih menetap di Palopo. Jamu gendong langganan yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Herlina gelisah. Rasa ingin meminum jamu tak terbendung. Jadinya, Herlina coba-coba meracik sendiri. Tanpa menonton tutorial di Youtube. Ternyata, buatannya tak kalah enak dengan yang banyak dijual oleh si mbok-mbok jamu. Bakat terpendam Herlina keluar. Keluarga mendorong untuk memasarkan lebih masif. Selain promosi ke teman-teman,  media sosial juga dilirik. Di facebook, pelan-pelan jamu racikannya direspons. Pesanan meluncur satu-satu.

“Adanya wabah Corona ini, membuat banyak pelanggan saya dari tenaga kesehatan yang pesan. Apalagi sekarang saya sudah menetap di Makassar, pelanggan pun banyak dari sini,” beber Herlina yang jamu racikannya biasa dibawa hingga ke Papua, Jakarta dan Kalimantan.

Herlina tidak menggunakan bahan pengawet untuk jamu racikannya. Sehingga daya tahan jamu ini kalau di luar lemari pendingin hanya sampai sehari. “Tetapi kalau ditaruh di kulkas, bisa sampai dua minggu awetnya. Enak juga diminum dingin,” papar wanita berhijab ini.

Menggunakan gula aren asli, jamu tradisional ala Herlina  bisa dikonsumsi pagi dan jelang tidur. Untuk perawatan kesehatan, cukup diminum tiga kali sepekan. “Kalau untuk pengobatan, bisa setiap hari. Biasanya, orang yang memiliki gejala Covid dan minum jamu ini, gejalanya lebih ringan,” katanya.

Ana, tetangga sebelah Herlina, mengaku, racikan jamu tradisional Herlina, rasanya sungguh enak. “Boleh dicoba, tapi yang penting bisa buat jaga-jaga kesehatan,” katanya tersenyum. (*)

 

Penulis dan Editor: Dian Muhtadiah Hamna

 

 

 

 

Terkait: Covid-19

BeritaTerkait

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Covid-19 Berlalu, Warga Tanete Ini Masih Hidup Dalam Pilu

Editor: Tohir Muhammad
26 April 2024

...

Pandemi Covid-19 Masih Ada, Muncul Varian Arcturus

Pandemi Covid-19 Masih Ada, Muncul Varian Arcturus

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 April 2023

...

Tahan Laju Kenaikan Covid-19, Pemerintah Kembali Memperpanjang PPKM Level 1 di Seluruh Wilayah Indonesia

Tahan Laju Kenaikan Covid-19, Pemerintah Kembali Memperpanjang PPKM Level 1 di Seluruh Wilayah Indonesia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
8 November 2022

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi