• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 17 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Kuliah Umum FKIK UIN Alauddin, Islam di Australia: Dari Minoritas Menuju Kontribusi Nyata

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
14 Juni 2025
di Pendidikan, Sulselbar
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar kuliah umum bertema “Kesehatan Islam, Kini dan Nanti: Narasi Australia” pada Jumat (13/6/2025)  di Kampus I Samata, Gowa

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar kuliah umum bertema “Kesehatan Islam, Kini dan Nanti: Narasi Australia” pada Jumat (13/6/2025) di Kampus I Samata, Gowa

MAKASSAR, PIJARNEWS.COM–Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar kuliah umum bertema “Kesehatan Islam, Kini dan Nanti: Narasi Australia” pada Jumat (13/6/2025)  di Kampus I Samata, Gowa.

Kegiatan ini menghadirkan Tokoh Muslim Indonesia yang telah lama tinggal di Australia, Dr. Amin Hady, Lc., M.A., sebagai pembicara utama. Ia adalah Founder and Chairman The Foundation of Islamic Studies and Information (FISI) dan juga Religious Adviser to the Australian Federation of Islamic Councils (AFIC).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIK, Dr. dr. Dewi Setiawati, M.Kes., Sp.OG, dan dimoderatori oleh Ketua Prodi Pendidikan Dokter, dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH., Ph.D. Ratusan mahasiswa dan sejumlah dosen antusias mengikuti paparan dan diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam.

Dr. Amin Hady tidak hadir sendiri. Ia turut didampingi oleh Haidir Fitra Siagian, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin yang pernah berdomisili di Australia dan pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PRIM) di Negara Bagian New South Wales (NSW) pada tahun 2021/2022.

Kehadiran keduanya membawa perspektif yang dalam tentang kondisi umat Islam di Australia dan tantangan global yang dihadapi Muslim sebagai kelompok minoritas.

Berita Terkait

Workshop Penulisan Ilmiah Tingkatkan Kapasitas Dosen Muda UIN Alauddin Makassar

Mafindo Makassar Dorong Melek Etika Digital Lewat AI Warrior Camp

Kuliah Umum di IAIN Parepare, Wali Kota Parepare Sampaikan Pesan Menginspirasi

Laboratorium Terpadu Modern di IAIN Parepare Diresmikan Menteri Agama RI

Dalam kuliahnya, Dr. Amin menjelaskan bahwa Islam memang bukan agama mayoritas di Australia, namun punya sejarah panjang dan posisi yang terus berkembang. Berdasarkan sensus nasional Australia tahun 2021, populasi Muslim mencapai sekitar 3,2% dari total penduduk. Meskipun tergolong kecil secara statistik, angka ini terus menunjukkan pertumbuhan.

Australia menjamin kebebasan beragama. Warganya bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Meski Kristen masih menjadi agama mayoritas, negara ini dikenal dengan sistem demokrasi sekuler yang memisahkan urusan agama dari pemerintahan.

Kondisi ini memberikan ruang terbuka bagi umat Islam untuk mengekspresikan identitas keagamaannya secara aktif. Festival Ramadhan, misalnya, rutin digelar di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Acara ini tidak hanya dihadiri umat Muslim, tapi juga menarik warga non-Muslim yang ingin mengenal Islam lebih dekat.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Diskriminasi, stereotip negatif, dan prasangka kadang muncul, terutama setelah insiden teror atau saat menjelang pemilu ketika isu agama dan imigrasi sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Menurut Dr. Amin, ada tiga penyebab utama mengapa masih banyak orang bersikap negatif terhadap Islam. Pertama, karena mereka tidak mengenal Islam secara benar. Kedua, karena ada kesalahpahaman terhadap ajaran Islam akibat informasi yang keliru. Ketiga, karena ada pihak-pihak yang memang sengaja menyudutkan Islam melalui manipulasi isu dan informasi.

Media massa memegang peran besar dalam membentuk persepsi ini. Sayangnya, berita tentang Islam seringkali didominasi oleh isu ekstremisme atau konflik di negara-negara Muslim. Hal ini membuat citra umat Islam menjadi berat sebelah.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya komunitas Muslim untuk membangun narasi sendiri yang positif. Ia mendorong umat Islam di Australia, termasuk para pelajar dan generasi mudanya, agar aktif dalam kegiatan sosial, media, pendidikan, dan dialog antaragama. Menurutnya, ketika umat Islam berkontribusi secara nyata di tengah masyarakat, maka keberadaannya tidak akan dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari kekuatan bangsa.

Generasi muda Muslim memiliki peluang besar untuk menjembatani nilai-nilai keislaman dengan nilai-nilai kebangsaan Australia. Identitas ganda sebagai Muslim dan warga Australia bukanlah pertentangan, tetapi justru menjadi kekuatan. “Menjadi minoritas bukan berarti kita lemah. Itu justru peluang untuk membangun pemahaman lintas budaya,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa Islam memiliki potensi spiritual dan sosial yang bisa berkembang dalam konteks negara demokratis seperti Australia. Umat Islam hanya perlu menunjukkan bahwa Islam itu membawa kedamaian, toleransi, dan semangat hidup berdampingan.

Kuliah umum ini memperluas wawasan mahasiswa FKIK bahwa Islam tidak hanya dibicarakan dalam konteks keagamaan, tapi juga kesehatan, budaya, dan hubungan antarbangsa. Kegiatan ini juga menjadi inspirasi agar mahasiswa tidak hanya menjadi profesional di bidang medis, tetapi juga menjadi duta nilai-nilai Islam yang terbuka dan progresif. (*)

 

Citizen Reporter:

  1. Rifat Rezha Mayorga, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran UIN Alauddin Makassar angkatan 2024.
Terkait: Kuliah UmumUIN Alauddin Makassar

TerkaitBerita

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

ASN Kompeten Jadi Fokus Pelantikan Pejabat Fungsional LAN RI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

162 Siswa SMPN 9 Parepare Ikuti TKA, Sekolah Pastikan Mental dan Teknis Siap

Editor: Muhammad Tohir
8 April 2026

...

BeritaTerkini

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Gaya Santai Tasming Hamid: Joging, Sapa Warga, Serap Aspirasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Pimpin Apel di PDAM Wali Kota Parepare Tasming Hamid Sampaikan Apresiasi

Editor: Muhammad Tohir
16 April 2026

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Dalami Keamanan Siber, Siswa SMAN 8 Pinrang Ini Diganjar Penghargaan dari NASA

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Terpilih Aklamasi, Nur Amin Saleh Nakhodai IKAPI Sulsel yang Mewadahi 90 Perusahaan Penerbit Buku

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan