• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Malino Dulu Sejuk, Kini Terancam: Refleksi di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

OPINI

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Juni 2025
di Opini
Malino Dulu Sejuk, Kini Terancam: Refleksi di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Nur Ilham

Oleh Nur Ilham

(Pemuda Tombolo Pao)

Malino, kawasan dataran tinggi yang dulu dikenal sejuk dan hijau bak negeri dongeng di Kabupaten Gowa, kini kehilangan wajah alaminya. Setiap akhir pekan, tempat ini berubah jadi lautan kendaraan, penuh sampah, dan dipadati bangunan baru yang berdiri tanpa arah dan rencana. Alih-alih berkembang sebagai kawasan wisata berkelanjutan, Malino justru tampak bergerak menuju titik kritis kerusakan lingkungan.

Sebagai pemuda asal Tombolo Pao, salah satu wilayah yang menjadi bagian dari kawasan Malino, saya melihat perubahan ini bukan hanya sebagai data, tetapi sebagai realita yang kami rasakan setiap hari. Udara yang dulu segar kini terasa berat. Mata air yang dulu mengalir jernih, kini semakin sulit ditemukan. Kami tidak hanya kehilangan pemandangan indah, tapi juga warisan hidup kami.

BeritaTerkait

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026
Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

26 Agustus 2026

Apa yang sebenarnya terjadi? Pembangunan vila dan kafe berlangsung sangat masif, nyaris tanpa pengawasan berarti. Hutan sebagai sumber udara bersih dan penyangga ekosistem lokal kini perlahan menghilang. Ketika izin pembangunan begitu mudah keluar, kita patut bertanya: kemana peran pengawasan pemerintah? Apakah pembangunan saat ini mengedepankan keberlanjutan atau hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek?

Siapa yang terdampak? Masyarakat lokal. Mereka mulai merasakan dampak langsung: berkurangnya sumber air, udara yang tidaak lagi bersih, dan nilai-nilai budaya yang perlahan tergerus oleh modernisasi tanpa arah. Sementara itu, para pengambil keputusan memilih bungkam. Tidak ada langkah tegas, tidak ada evaluasi menyeluruh.

Kapan kondisi ini mulai genting? Ini bukan kerusakan mendadak. Proses ini akumulatif, dan dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan itu semakin nyata. Jika dibiarkan, bukan mustahil Malino akan kehilangan seluruh daya dukung lingkungannya dalam waktu dekat.

Di mana titik kritisnya? Hutan pinus, jalur mata air, dan kawasan hijau di sekitar pusat wisata kini paling terdampak. Bangunan tanpa kendali merambah ruang-ruang hijau yang semestinya dilindungi.

Mengapa ini terjadi? Karena visi pembangunan kita kerap abai terhadap prinsip keberlanjutan. Regulasi ada, tetapi pelaksanaannya lemah. Ada kesan bahwa kepentingan ekonomi lebih diutamakan ketimbang keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan warga lokal.

Bagaimana seharusnya kita bertindak? Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang jatuh pada 5 Juni lalu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah nyata bukan simbolik. Segera lakukan moratorium pembangunan baru, audit menyeluruh atas izin-izin yang telah dikeluarkan, serta program pemulihan kawasan hutan dan sumber air. Tanpa langkah tegas, kita sedang menggiring Malino ke jurang kehancuran.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah momentum, bukan seremoni.

Jika kita terus membiarkan kerusakan ini berlangsung, maka Malino akan hilang bukan karena bencana alam, tetapi karena kelalaian dan diamnya kita semua. Dan saat hari itu tiba, kita harus berani bertanya: siapa yang membiarkan Malino hancur? (*)

Terkait: Hari Lingkungan SeduniaOpini

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bosowa Education Resmikan Bilik Curhat, Hadirkan Ruang Aman untuk Dukung Kesejahteraan Karyawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tasming Serahkan Bantuan Peralatan UMKM Parepare, Tekankan Kejujuran dan Kerja Keras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Judol Menghilangkan Nyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi