• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Menanamkan Nilai Ideologi Pancasila di Era Digital untuk Generasi Emas 2045

Oleh: Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag. (Dosen IAIN Parepare, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Parepare)

Editor: Tim Redaksi
1 Juni 2025
di Opini
OPINI; Selamat Jalan vs Selamat Tinggal

Dr H Muhammad Saleh

OPINI-Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila—sebuah momen bersejarah yang mengingatkan kita pada pidato monumental Bung Karno tahun 1945, ketika fondasi ideologis negara ini pertama kali diperkenalkan. Peringatan ini tidak sekadar menjadi ritus tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai ajakan untuk kembali memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Raya di masa depan.

Tahun 2025 ini, tema peringatan Hari Lahir Pancasila adalah: “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.” Tema ini hadir sebagai jawaban atas tantangan kebangsaan di era modern—era yang ditandai oleh perubahan sosial yang cepat, dominasi teknologi, dan globalisasi nilai yang kerap kali mengikis akar identitas bangsa. Untuk itulah, penguatan ideologi Pancasila menjadi kebutuhan mutlak, terutama dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 yang tidak hanya unggul secara intelektual dan teknologi, tetapi juga kokoh secara moral dan kebangsaan.

Pancasila bukan sekadar kumpulan kata dalam dokumen konstitusional. Ia adalah jiwa bangsa, penuntun arah, sekaligus penyangga utama kehidupan bernegara. Dalam keberagaman suku, budaya, agama, dan bahasa, Pancasila hadir sebagai simpul pemersatu yang melampaui kepentingan kelompok dan golongan. Memperkokoh ideologi Pancasila berarti memastikan bahwa nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan tetap hidup dalam tindakan nyata masyarakat Indonesia.

Namun, tantangan terbesar hari ini datang dari bagaimana nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan dalam konteks masyarakat digital—khususnya pada generasi muda yang lahir dan tumbuh dalam arus informasi global.

BeritaTerkait

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026
Gen Z,  Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

Gen Z, Hegemoni Kapitalisme, dan Industri Kebahagiaan Semu

26 Agustus 2026
Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

Kantor DPRD Dibakar : Saluran Demokrasi Buntu?

26 Agustus 2026

Generasi Z dan Alpha adalah generasi digital-native. Mereka terhubung dengan dunia melalui gawai, media sosial, dan teknologi pintar. Akses informasi sangat luas, tetapi tidak selalu disertai kemampuan untuk menyaring nilai. Tantangan yang kita hadapi antara lain:

1. Melimpahnya informasi yang memudarkan nilai-nilai luhur karena tertutup oleh tren sesaat dan budaya viral.

2. Individualisme digital yang menggerus semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

3. Polarisasi dan ujaran kebencian yang menyebar melalui media sosial, memperlemah semangat persatuan.

4. Dekadensi moral di mana etika sering dikalahkan oleh popularitas dan sensasi.

Jika dibiarkan, situasi ini dapat melemahkan pondasi ideologis bangsa. Maka, memperkokoh ideologi Pancasila berarti menjadikannya relevan dan membumi dalam kehidupan digital sehari-hari.l

Memperkokoh ideologi Pancasila di era digital tidak cukup dengan pendekatan konvensional. Dibutuhkan cara-cara baru yang kontekstual, inovatif, dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Di antaranya:

1. Digitalisasi Pendidikan Pancasila: Sajikan nilai-nilai Pancasila melalui media yang disukai generasi muda—video pendek, animasi, podcast, dan media sosial.

2. Literasi Digital Bermuatan Nilai: Bekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, dan berperilaku etis di ruang digital.

3. Kolaborasi dengan Tokoh Muda dan Influencer Positif: Dorong narasi kebangsaan melalui sosok yang menjadi panutan digital anak muda.

4. Ciptakan Ruang Dialog Lintas Generasi dan Budaya: Wujudkan Pancasila sebagai pengalaman nyata dalam interaksi sosial, bukan sekadar hafalan teks.

Impian Indonesia Raya 2045 tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi. Ia harus ditopang oleh kualitas manusia yang unggul dalam karakter, akhlak, dan semangat kebangsaan. Generasi Emas 2045 harus menjadi patriot digital—mereka yang cerdas secara teknologi, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai Pancasila.

Hari Lahir Pancasila bukan semata peringatan historis, tetapi momentum strategis untuk menyusun masa depan bangsa. Memperkokoh ideologi Pancasila hari ini adalah investasi untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkepribadian dalam peradaban dunia.

Jika kita ingin Indonesia Raya benar-benar terwujud pada tahun 2045, maka jawabannya jelas: Tanamkan dan hidupkan nilai-nilai Pancasila mulai hari ini, di setiap ruang—kelas, rumah, masyarakat, dan ruang digital. (*)

Terkait: Opini

BeritaTerkait

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Antrean Mengular di Daerah Kaya Minyak: Menyoroti Gagalnya Tata Kelola dan Solusi Hakiki

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
19 Agustus 2026

...

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Menakar Urgensi Sekolah Terintegrasi

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
11 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    Dr Hamka Dg Ruppa Terpilih Pimpin KKBP Paraikatte Parepare Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Asah Jiwa Pemimpin dan Talenta, PARENTA 2026 Digelar di SMAN 5 Parepare

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bosowa Education Resmikan Bilik Curhat, Hadirkan Ruang Aman untuk Dukung Kesejahteraan Karyawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sang Vespa, Si Saksi Perjuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Judol Menghilangkan Nyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi