• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 20 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Nasional

Menkeu Segera Godok Kebijakan Soal Iklan Pemerintah Disalurkan ke Media Massa

Editor: Tohir Muhammad
23 Agustus 2020
di Nasional
Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani. --int--

JAKARTA, PIJARNEWS.COM — Menanggapi usulan Dewan Pers yang meminta seluruh iklan pemerintah agar disalurkan ke media massa, pemerintah melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akan segera menggodok kebijakan terkait seluruh belanja iklan pemerintah disalurkan ke media massa.

“Kami akan membuat policy-nya yang bertujuan untuk kebaikan bersama,” ujar Sri Mulyani dalam Kongres Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Sabtu, (22/8/2020) seperti dilansir tempo.co.

Pemerintah, ujarnya, juga mencoba untuk melakukan penilaian terkait dengan hal tersebut.

Hal itu disampaikan seiring dengan orientasi media massa yang hanya mencari klik bait atau jumlah hits dalam pemberitaan dinilai menjadi penyebab dari disinformasi yang kian marak saat ini.

BeritaTerkait

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026
HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

HIMPOSIP UMS Rappang Bakal Gelar Seminar, Hadirkan Sherly Annavita

5 Juni 2026
Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

Gebyar Anniversary KMKB ke-25, Pererat Solidaritas dan Perkuat Semangat Pelestarian Budaya Daerah

31 Mei 2026
DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

DPR RI Soroti Penguatan LAN RI untuk ASN Berkualitas

8 Mei 2026

Menurutnya, hal tersebut tidak saja menjadi tantangan bagi industri media massa, tapi juga bagi negara.

“Ada disinformasi yang di-mainstream-kan. Klik bait atau jumlah hits yang menjadi KPI menjadi penyebab. Saya sering menjadi victim judul yang bombastis. Judulnya apa isinya apa. Kalau ada Sri Mulyani ngomong sesuatu yang kontroversial pasti diklaim,” ujar dia.

Merajalelanya hoaks, ujarnya, merupakan masalah yang berpotensi memecah belah masyarakat akibat terpapar misorientasi sehingga sangat berbahaya bagi negara.

Di samping itu, Ketua Umum AMSI Wens Manggut mengatakan saat ini begitu banyak raksasa platform yang nyaris melakukan semua pekerjaan media, tetapi tidak terikat dengan regulasi tentang pers.

Tak heran, kata Wens, media-media tersebut lebih sigap beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi karena tidak dibelenggu oleh aturan (unregulated).

“Kami menjadi pengelola perusahaan media pada saat distribusi atas konten di luar kendali perusahaan pers. Sekitar 80-85 persen konten kami dikendalikan platform. Kami juga menjadi pengelola perusahaan media pada saat saluran distributor, juga jadi agen sales, dan segenap KPI bisnis ditentukan oleh distributor. Ini kondisi yang terjadi saat ini,” ujar Wens dalam sambutannya di acara Kongres Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Jakarta, Sabtu.

Pada saat yang sama, lanjutnya, cara kerja newsroom media massa pun juga ikut terpengaruh seiring dengan munculnya kritik tajam terhadap kualitas media digital yang kini dinilai hanya mengejar hits semata. “Kritik ini benar adanya, tetapi kritik itu haruslah dilihat dalam ekosistem yang berubah itu.”

Kondisi ini, menurut Wens, tidak perlu dicemaskan seandainya ekosistem ini tidak mudah ditumpangi para pembawa sampah, seperti hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi.

Namun demikian, ujaran kebencian, hoaks, dan disinformasi masih marak dengan misalnya tidak hanya menjadi alat kepentingan politik, tetapi menjelma menjadi produk yang bisa diperjualbelikan.

“Oleh karena itu, AMSI, bersama tim media sustainability yang diinisiasi Dewan Pers, sudah dan sedang membahas masalah ini dengan para brand, terutama agar produk mereka tidak jatuh pada konten sampah. Brand yang sehat seharusnya tampil di konten yang sehat,” katanya. (*)

Sumber: tempo.co

Terkait: Dewan PersIklan PemerintahKemenkeu RIMedia Massasri mulyani

BeritaTerkait

Dikembalikan ke Mekanisme Dewan Pers, Hakim Tolak Gugatan Rp700 Miliar Eks Stafsus Gubernur Sulsel terhadap Media dan Jurnalis

Dikembalikan ke Mekanisme Dewan Pers, Hakim Tolak Gugatan Rp700 Miliar Eks Stafsus Gubernur Sulsel terhadap Media dan Jurnalis

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
22 Mei 2024

...

Koalisi Advokasi Jurnalis Sulsel Gelar Aksi Damai Depan PN Makassar

Koalisi Advokasi Jurnalis Sulsel Gelar Aksi Damai Depan PN Makassar

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 April 2024

...

Dewan Pers Gelar Diseminasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Wartawan Pada Pemilu 2024

Dewan Pers Gelar Diseminasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Wartawan Pada Pemilu 2024

Editor: Tohir Muhammad
23 Desember 2023

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi