• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 24 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Antara Ekonomi dan Perkembangan Pariwisata

Editor: Tohir Muhammad
29 November 2022
di Opini
OPINI: Antara Ekonomi dan Perkembangan Pariwisata

Oleh: Winda sari (Mahasiswi dan Pengajar)

OPINI–Di tengah riuh dan padatnya jadwal kegiatan atau runititas masyarakat Indonesia, pariwisata Berau atau yang dikenal dengan sebutan Bumi Batiwakkal menjadi salah satu penyumbang pariwisata negeri.

Untuk memperkenalkan dan mendatangkan pengunjung ke Maratua, Berau. Pemerintah mendukung penuh diadakannya festival musik yang digelar di pulau Maratua. Event ini merupakan bagian dari komitmen terhadap kemajuan pariwisata di Bumi Batiwakkal, dan diharapkan konsistensinya sehingga mampu menjadi daya tarik wisatawan.

Pengembangan wisata ini dalam rangka menggerakkan ekonomi Indonesia serta turut menjadikannya sumber pendapatan negara. Kabid Pemasaran dan Kerjasama Disbudpar Berau Hotlan Silalahi menyatakan “Komitmen Pemkab dalam hal ini sudah berkolaborasi dengan instansi lain agar festival maupun acara lainnya bisa dikemas sedemikian bagus, agar di sekitarnya pun bisa merasakan dampaknya. Seperti UMKM dan pelaku usaha resor hingga transportasinya,”

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, baik melalui kebudayaan, makanan, produk kerajinan khas daerah hingga kekayaan alam yang beraneka ragam. Dalam sistem kapitalisme pariwisata dipandang sebagai obyek sumber pendapatan negara. Sehingga program yang dibuat berfokus pada penambahan pendapatan bagi berlangsungnya pengembangan ekonomi sebuah daerah, serta program pemulihan ekonomi pasca pandemi.

BeritaTerkait

Manajer KDKMP,  Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

Manajer KDKMP, Penggerak Ruang Publik Ekonomi Desa

24 Juli 2026
Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

24 Juli 2026
Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026
Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026

Jika melihat program yang ada, maka dapat difahami bahwa program tersebut tidak melakukan pertimbangan selain pada sektor ekonomi. Cara pandang yang sekuler kapitalistik telah menjadikan sektor pariwisata hanya bertumbuh atas nama kepentingan ekonomi.

Padahal, mengundang wisatawan ke Pulau Maratua justru sekaligus dapat mentrasfer kebudayaan mereka ke dalam negeri, dan merugikan rakyat, disebabkan kemaksiatan dan liberalisasi yang terjadi di sekmen sosial budaya. Pertimbangan akan masuknya pemikiran liberal dan gaya hidup yang sangat membahayakan kehidupan sosial masyarakat bukan menjadi pertimbangan dan program urgen bagi negara dan pemerintah daerah. Cara pandang ini tentu mengancam hilangnya budaya asli negeri.

Berdalih pada semua ini untuk lapangan kerja dan ekonomi rakyat acap kali sekedar menjadi pemanis. Sebab, aktor yang paling diuntungkan dengan pengembangan kawasan wisata adalah mereka yang memiliki modal besar atau para kapitalis.

Fakta yang pernah ada, bagi masyarakat sekitar yang tidak berharta dan hanya bermodalkan lahan kecil, nyatanya banyak yang mengalami penggusuran dengan alasan wajib ikut menyukseskan pembangunan. UMKM pun tergusur oleh pembisnis-pembisnis besar pariwisata yang ada baik lokal maupun luar daerah.

Dalam islam pariwisata merupakan bagian obyek dakwah untuk menguatkan keimanan. Keindahan alam yang ada mejadikannya tempat mengindra ciptaan dan keagungan Sang Khaliq. Serta sarana dakwah Islam, dan bukan menjadi sumber utama pemasukan negara.

Pariwisata pun menjadi tempat untuk memperkenalkan budaya Islam yang cantik dan menawan sehingga para turis akan semakin memahami Islam. Sungguh disayangkan, jika pemerintah memilih memperkenalkan pariwisata sekedar dalam rangka pertumbuhan ekonomi semata.

Negara harus mampu mengokohkan ekonomi masyarakat serta mengontrol masuknya budaya luar yang memberikan dampak negatif. Dan tidak menjadikan pariwisata hanya sebatas sektor ekonomi penambah pendapatan daerah atau negara. Sangat diperlukan membenahi landasan tata kelola sektor pariwisata agar kembali memiliki fungsi utamanya.

Terkait: BerauOpini

BeritaTerkait

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Edukasi Awal Sekolah Anti Perundungan

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
24 Juli 2026

...

Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 Juli 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Tohir Muhammad
21 Mei 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi