• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 5 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI: Bahaya! Terbajaknya Potensi Pemuda dengan Kemajuan Teknologi ala Kapitalis

Dian Muhtadiah Hamna Editor: Dian Muhtadiah Hamna
15 Mei 2024
di Opini

 

Oleh :

Dewi Arum Pertiwi

(Aktivis Dakwah)

 

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Teknologi dunia saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat yaitu era digital di mana pada kondisi ini, aktivitas manusia secara global  tidak lepas dari yang namanya  perangkat digital dan internet.

Dari survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada tahun  2022,  dari perincian yang dilakukan  oleh APJII   99,16% pengguna internet adalah remaja  usia 13—18 tahun; 98,64% usia 19—34 tahun, dan 87, 30% usia 35—54 tahun.

Belum selesai dengan fakta bahwa sebagian pengguna internet adalah usia remaja, kita juga berhadapan dengan  fenomena  sebuah gelombang besar dari game online dan tren Kpop  yang siap menghantam terutama remaja dan mahasiswa yang masih mencari potensi diri dan belum memiliki kontrol diri yang kuat.

Pemuda dalam Arus Digitalisasi

Mengingat pengguna internet juga sebagian besar adalah remaja dan menjadikan mereka peluang. Karena kelabilan emosi, pencari potensi dan senang dengan hal baru serta tantangan  membuat mereka memiliki kemampuan  yang cepat menyerap perkembangan teknologi. Hal ini dimanfaatkan oleh negara adidaya yang kini menguasai banyak teknologi sebagai sasaran pasar yang menjanjikan.

Dengan berbagai macam produk berbasis internet salah satunya adalah game yang menarik dan diminati oleh remaja sehingga mereka memiliki kecenderungan untuk memainkannya selama berjam-jam dan bahkan rela membeli fitur-fitur game yang ditawarkan dengan harga yang fantastis.

Dengan tampilan visual yang menakjubkan, narasi dan mekanisme game yang menarik, sudah menjadi kebiasaan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari remaja. Mereka terpesona akan kemampuan menjelajahi dunia virtual yang berbeda, membangun keterampilan dan strategi, dan berinteraksi dengan pemain lain dari seluruh dunia.

Dunia game online memberikan penawaran yang menarik dan dapat digunakan untuk mengekspresikan diri, mengembangkan keterampilan, bahkan membangun persahabatan dengan orang-orang yang memiliki kesamaan minat.

Sehingga tanpa sadar kelabilan  mereka membuat rentan terhadap kecanduan game online, fenomena ini menghilangkan  potensi intelektual sebagai generasi. Tata kelola yang serba kapitalistik hanya akan membajak potensi berharga pada diri pemuda.

Gelombang  ide-ide sekuler dan liberal yang di aruskan melalui digitalisasi akan sangat berpotensi menghilangkan identitas para pemuda muslim. Dan juga ide-ide kebebasan dengan gaya hidup hedon juga akan mudah kita dapati melalui arus digitalisasi.

Narasi dan konten naratif sering kali mempengaruhi pemuda muslim untuk terus mengikuti trend sehingga seringkali mempengaruhi pola pikir dan cara pandang mereka. Narasi yang berbau islamofobia serta  sikap kontra terhadap narasi Islam kafah, dakwah syariat dan Khilafah juga kerap dipromosikan, hal ini  merupakan akibat dari arus digitalisasi ini. Hal ini juga di gunakan oleh berbagai media mainstream untuk melabeli citra buruk ide-ide tersebut. Tidak hanya itu pada platform media sosial juga seringkali memblokir konten dakwah Islam dengan berbagai tuduhan tidak berdasar. Alhasil banyak kaum muda menjadi tidak mengenal Islam dan semakin jauh dari Islam.

Ditambah lagi serangan pemikiran dan budaya asing makin menjamur dikalangan pemuda muslim dan muslimah, tren fasion, makanan,bahasa,idola bahkan kerap dicitrakan sebagai sesuatu yang estetik. Gaya hidup permisif ala budaya asing sampai  perilaku konsumtif yang berlebihan,  transfer pemikiran yang  liberal yang seringkali disampaikan oleh tokoh-tokoh influencer yang dikagumi para pemuda, menjadi hal biasa dan begitu dekat dengan mereka. Kondisi inilah yang membahayakan para pemuda – pemuda muslim karena mengancam identitas keislaman mereka.

Butuh Sistem Sahih Demi Menyelamatkan Generasi

Sebenarnya digitalisasi ini hanyalah  produk atau alat yang sifatnya bergantung dari tujuan  penggunanya. Jadi pengaruh dari arus digitalisasi ini sangat ditentukan oleh sistem yang diterapkan oleh suatu negara. Ini karena kebijakan serta  prosedurnya berasal dari kebijakan negara.

Jika sistem yang digunakan adalah sekuler kapitalis di mana menjadikan materi sebagai tujuan hidup, maka digitalisasi akan dipandang sebagai alat untuk mengejar materi. Sehingga di dalam penggunaannya juga akan diterapkan prinsip kebebasan. Tidak heran jika berbagai perangkat digital hanya digunakan untuk mencari keuntungan dan kesenangan tanpa ada unsur keimanan.

Berbeda halnya jika  sistem Islam diterapkan. Di dalam islam memandang bahwa segala sesuatu bukan tujuannya adalah materi tetapi dengan tujuan menggapai ridha Allah semata dan harus dengan menghadirkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah sebagai Sang Pencipta. Sehingga digitalisasi juga akan digunakan hanya  untuk mengumpulkan amal salih demi meraih rida-Nya. Memanfaatkannya juga dengan selalu senantiasa terikat dengan syariat-Nya.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan peran dari negara dengan penerapan  sistem sahih untuk menjaga agar  arus digitalisasi ini tidak keluar jalur dan tidak merusak fitrah dan identitas pemuda sebagai penerus generasi.

Pemuda harus menyadari hal berbahaya yang dapat mengikis atau menghilangan identitasnya sebagai sseorang muslim dan segera berlepas diri dari jeratan digitalisasi yang mengikat potensi dan merusak identitas diri, dan mengganti dengan melibatkan diri dalam perjuangan membangkitkan sistem sahih yaitu sistem Islam kaffah (penerapan aturan Islam secara menyeluruh). (*)

Opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan

Terkait: Opini

TerkaitBerita

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Berita Terkini

Lagi, Sidrap Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Lagi, Sidrap Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan