• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Bapak, Jangan Jakartakan Indonesia Timur Boleh?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
7 Oktober 2022
di Opini

 

Oleh : Ahmad Riecardy

(Mahasiswa IAIN Parepare)

ANGGAP saja diksi ini lahir dari cinta kasih yang begitu dalam dari anak desa terhadap warisan nenek moyangnya. Jakarta jauh dan tidak sebanding dengan kita dipinggiran kota. Dominan menopang ekonomi melalui kerja keras orang tua, sebagian kerja mandiri dan beruntung bila ada akomodasi akses yang lain.

BeritaTerkait

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

20 Oktober 2026
Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026
Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

9 Oktober 2026

“Masyarakat petaninya masih konsumtif, buruh dan karyawan swasta/negeri kuota terbatas. Tingkat populasi dan ketersediaan lapangan kerja kita harapkan mengalami peningkatan. Tidak hanya sektor Industri, melainkan sektor kreativitas dan teknologi”.

Anda dan saya di desa akses buku-buku dan wawasannya bermodalkan internet, pengen beli buku ongkirnya mahal, mending download bajakannya. Sebab pusat distributor ada di Ibu Kota dan Sekitarnya. Kami disunnahkan dari senior agar banyak belajar supaya mampu mengurangi kasus KDRT, Perceraian, sengketa agraria di level provinsi dan desa.

Maka detik ini, ada deretan anak muda bermimpi dibangunkan Istana Buku Referensi di Parepare, mengharapkan program yang mendorong pembubudayaan literasinya. Paling tidak kultur yang dibangun, melambangkan Sosok Eyang Habibie yang cerdas dan arif. Bukan bangunan megah yang tidak produktif.

Tetapi Jangan tersungkur dan tergiur dengan candaan politikus nasional dan saya, terserah mereka dan saya. Seperti Mulai dari IKN, Entah motif apa memindahkan IKN di Pulau Kalimantan. Sebab alasan bahwa Jakarta tidak lagi kondusif, terbilang begitu primitif, siapa lagi yang tidak tahu kondisi Ibu Kota Hari ini dalam konteks sosial masyarakat.

Jakarta simbol primordialistik, transaksional , atmosfir yang menentukan suhu diberbagai daerah. Kita terus belajar didaerah soal-soal historis, isu dan kasus yang hangat, hingga gesekan elit politik dan akademis yang terus dikampanyekan lewat platform media Nasional terkait situasi di Istana Negara.

Kawan-kawan disini, siapa lagi yang tidak mengidolakan Bung Rocky, Najwa Shihab, Fahri Hamzah. Apalagi kalau ternyata mereka itu senior seideologis atau sebendera perjuangan (Baca: Organisasi Eksternal Mahasiswa). Kitapun didaerah mengalami kurang lebih efeknya, tanpa sadar menjelmah menjadi figur-figur yang banyak mengkonsumsi indoktrinasi dari itu semua.

“Emangnya Ada apa di Indonesia Timur? Apa yang dijaga penguasa kita disini yang kemudian menjadi incaran negara eropa-timur.”

 

Fakta dibalik perdebatan tokoh-tokoh di media. Ringkasnya, dunia internasional sedang kelaraparan, seakan-akan pulau-pulau di Indonesia Bagian Timur khususnya Kalimantan, Papua dan Sulawesi adalah Gadis Perawan, yang berusaha disawer para oleh Oligark (Baca: Investor, Elit Sosialis).

Krisis pangan dan energi semacam sandi-sandi yang terus berusaha dipecahkan. Mengisyaratkan ditempat kelahiran kita, ada kawasan yang tersimpan harta karun “Bukan Harta Firaun”, namun sedang di Industrialisasi, komersialisasi lalu dihidangkan kepada kita semua  “semua tanpa terkecuali”. (*)

 

Tulisan opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

Terkait: Opini

Berita Terkait

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026

...

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Editor: Tim Redaksi
13 Oktober 2026

...

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Editor: Tim Redaksi
8 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo, Angkat Transformasi Pesantren al-Risalah Batetangnga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PGRI Bacukiki Barat Gelar Konkercab I 2026 di SMAN 5 Parepare, Perkuat Solidaritas dan Profesionalisme Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi