• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 21 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Gairah Bisnis Syahwat (Baca: Kapitalisasi Liberalisme)

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
10 Januari 2019
di Opini

OPINI, PIJARNEWS.COM — Kembali nama seorang artis papan atas, VA, mencuat ke media dalam keterlibatan prostitusi online dengan bayaran puluhan juta rupiah. Polisi juga telah mengantongi puluhan nama artis dan model yang juga diduga terlibat sebagai penjaja seks komersial yang ‘berkelas’ ini. VA beserta temannya yang telah tertangkap basah oleh pihak kepolisian ini, hanya ditetapkan sebagai “saksi korban”. Tentu peristiwa ini bukan yang pertama, namun telah banyak dan telah berlangsung lama.

Melihat peristiwa ini, penulis menangkap, bahwa betapa prostitusi masih menjadi ladang basah bagi para penikmat dunia untuk mengambil keuntungan. Bisnis syahwat seolah tak pernah habis untuk dieksplor.

Tengok saja bisnis pariwisata di pulau-pulau cantik di Indonesia itu. Untuk menarik para wisatawan asing, jualan syahwat menjadi hal yang wajib. Pemerintah daerah setempat bahkan dengan bangga memperkenalkannya sebagai kawasan wisata kelas dunia.

Syahwat adalah salah satu kenikmatan hidup yang ingin dirasakan manusia. Dengan bungkusan liberalisme, syahwat menjadi punya tempat untuk disalurkan sebebas-bebasnya tanpa perlu adanya aturan agama. Bahkan ia dilindungi oleh HAM, untuk bisa tetap berlangsung dengan baik.

Karena adanya permintaan dan penawaran dari masyarakat yang telah teracuni paham liberalisme ini, bisnis syahwat adalah hal yang menggiurkan dibaca oleh para kapitalis. Ditambah lagi gaya hidup hedonis, konsumtif lagi mewah, ataukah juga faktor kemiskinan, membuat bisnis ini menemukan jalan suksesnya.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Negara jelas memiliki peran penting dalam keberlangsungan bisnis maksiat ini. Atas alasan mengurangi tersebarnya penyakit kelamin menular, maka prostitusi dilokalisasi. Padahal justru penyakit tersebut lahir dari aktivitas maksiat yang dipelihara. Negara bahkan bisa mengambil keuntungan dari bisnis tersebut berupa pajak yang dibayarkan.

Selain itu, tak ada produk hukum yang dapat menjerat para pelaku zina. Hal yang demikian terkategori wilayah privat yang tak boleh diganggu oleh orang lain selama tak ada yang merasa terzhalimi. Makanya, para perilaku seks bebas tidak dianggap sebagai perbuatan melanggar hukum.

Demikianlah sebuah negara yang berada dalam cengkeraman kapitalisasi liberalisme, yang diniscayakan hidup dalam sistem demokrasi hari ini. Sistem hidup sekuler, sistem hidup yang menjauhkan aturan agama dari kehidupan. Sistem hidup yang menjauhkan Allah SWT, sang pengatur kehidupan, dari mengatur kehidupan manusia.

Kita tentu telah dapat melihat, bagaimana perzinahan ini telah merusak moral generasi. Generasi yang mestinya sibuk dalam urusan membangun peradaban, namun justru sibuk mengurusi syahwat yang justru menghancurkannya. Demikianlah yang terjadi ketika hukum Allah SWT kita campakkan.

Teringat hadist Rasulullah SAW, “Apabila perbuatan zina dan riba sudah terang-terangan di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah rela terhadap datangnya adzab Allah untuk diri mereka,” HR. Hakim.

Tentu kita tidak ingin adzab Allah menimpa negeri ini karena merajalelanya maksiat zina. Sudah cukup Allah memperingatkan kita dengan berbagai peristiwa bencana alam yang tiada henti sepanjang tahun kemarin. Bahwa telah nampak kerusakan itu terjadi karena ulah maksiat manusia itu sendiri (QS. Ar-Ruum: 41).

Wallahu’alam.

Hefrida Ruslan, Pendidik PAUD

Terkait: Gairah Bisnis SyahwatOpini

TerkaitBerita

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan