• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Kematian dan Silaturrahim

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Februari 2023
di Opini

Oleh : HM. Saleh

Dosen IAIN Parepare & Ketua Majelis Anak Shaleh Kota Parepare

 

Islam mengajarkan bahwa setiap yang bernyawa akan menghadapi dan mengalami kematian. Kematian proses berpisahnya antara jasad dan roh. Proses perpisahan ini tidak akan mungkin tertunda apabila tiba waktunya.

BeritaTerkait

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

20 Oktober 2026
Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026
Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

9 Oktober 2026

Allah swt telah memberikan kabar melalui firman-Nya pada QS  Al-A’raf: 34; “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya”

Demikian pula pada QS. Al-Hijr: 5;  “Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan (nya)”.

Demikianlah ajal manusia tidak memandang usia, waktu, tempat akan dihadapi.  Berita kematian menjadi berita yang dapat menghentikan segala aktivitas yang peduli dengan kondisi ini. Tidak memandang apapun pekerjaan, jarak tempat kerja, semuanya fokus untuk mengantarkan orang yang lebih dahulu meninggalkan dunia.

Berpisahnya jasad dan roh pada seorang hamba Allah swt menyebabkan keluarga, kerabat, handai taulan, kolega saling komunikasi menanyakan segala sesuatunya yang terkait almarhum.

Rumah duka tempat berkumpul keluarga, kerabat, handai taulan, kolega. Hampir semua yang mendengar berita duka itu meluangkan waktu datang memberi semangat dan motivasi keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar atas musibah yang dihadapi.

Rasa sedih, air mata mengalir yang tak tertahankan setiap ada yang hadir. Tetapi kadang kita tidak sadari ternyata antara sedih dan gembira silih berganti. Ini sangat terasa saat salah seorang keluarga kami mendahului.

Keluarga besar kami berkumpul di Desa Citta Kecamatan Citta Kabupaten Soppeng atas meninggalnya almarhum Abd. Samad (suami dari Kakak Darmawati). Almarhum meninggalkan 4 putra (Lukman, Risqun, Lutfi, Rijal). Anak yang menjadi kebanggaan orang tuanya, menjadi modal untuk tabungan akhirat. Anak shaleh yang senantiasa mendoakan orangtuanya.

Kehilangan satu orang anggota keluarga ternyata selain menyebabkan kesedihan yang mendalam.

Berakhirnya cengkerama dengan istri tercinta di saat waktu senggang, berakhirnya petuah-petuah ayah kepada anaknya untuk menjadi lebih baik. Berakhirnya cengkerama dengan cucu-cucunya.

Berakhirnya ladang amal sang isteri untuk berbakti pada suami, berakhirnya ladang amal anak untuk berbakti pada ayahnya.

Kehilangan tidak berarti akan hilang selamanya, tetapi kehilangan ini hanya sementara karena kita semua tinggal menunggu waktu kapan giliran untuk meninggalkan dunia dan berpindah di alam kubur.

Sedih karena kehilangan tidaklah menjadi kesedihan yang berkepanjangan. Almarhum Abd. Samad telah memiliki bekal untuk mendapatkan kelapangan pada alam kuburnya.

Setelah amalan kebaikan terhenti dengan berakhirnya jatah umur di dunia, namun satu kebahagiaan karena memiliki amalan yang tak terputus sebagaimana sabda Rasulullah saw. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shaleh yang mendoakannya,” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

Itulah kehidupan, semua makhluk akan menghadapi kematian (berpisahnya roh dan jasad). Namun dibalik duka ada satu hal yang menarik, kematian menjadi magnet mempererat SILATURRAHIM.

Sabda Rasulullah saw., sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah: “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya  dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim). Dihadis yang lain: “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Silaturrahim menjadi resep untuk dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umur. Suasana ini muncul disaat ada kematian, kerabat yang datangnya dari jauh berkumpul saling memperkenalkan diri antara satu dengan yang lain. Boleh jadi ada kerabat yang selama ini sudah ada interaksi karena adanya kesamaan profesi, kesamaan wilayah kerja namun tidak saling mengenal.

Dengan adanya kematian, kerabat berkumpul, saling interaksi, saling memperkenalkan diri hingga kekerabatan terjalin yang boleh jadi hampir hilang karena tidak saling mengenal.

Demikianlah kematian dan silaturrahim menjadi satu rangkaian dalam kehidupan. Selamat jalan alm. Bapak Abd. Samad walau keluarga besar kami kehilangan, namun kami sadar ini sesuatu yang tidak mungkin kami memiliki kekuatan untuk mengubahnya.

Teriring doa semoga husnul khatimah dan menghadap keharibaan Allah membawa amalan yang melapangkan kuburnya, menghapus segala kesalahannya. Insya Allah kami akan ikhlas dan bersabar menghadapi ini semua. Dan hanya kepada Allah swt. dikembalikan segala sesuatunya. Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun.

Wallahu a’lam.

 

Terkait: Opini

Berita Terkait

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Editor: Tim Redaksi
20 Oktober 2026

...

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Editor: Tim Redaksi
13 Oktober 2026

...

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Negara Menjadi Perisai Hakiki, Generasi Terlindungi

Editor: Tim Redaksi
8 Oktober 2026

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo, Angkat Transformasi Pesantren al-Risalah Batetangnga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi