• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 27 Maret, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Advertisement
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Lontara Paseng, Spirit Etika Tegas dalam Integrasi Budaya Malu

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
18 Juli 2020
di Opini
Agus

Oleh : Dr Agus Muchsin, M.Ag*

OPINI — Nilai merupakan sesuatu yang hidup dan menjadi falsafah tentang kaidah dalam konstruksi sosial di Bugis. Filosofi nilai biasanya berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, berkeadilan pada diri sendiri dan orang lain, dengan tetap mengelaborasi beberapa backgraund kepentingan beragam.

Struktur dari nilai itulah kemudian mencerminkan identititas dan integritas serta watak orang bugis dengan sikap tegas mempertahankan siri (malu), seperti pada kajian lontara paseng sebelumnya yakni:

Engka eppa cappa’ bokonna to laoe, iyanaritu saisanna : Cappa’ lilae, Cappa’ orowanewe, Cappa kallangnge, enrengnge Cappa’ kawalie.

Artinya

(Terdapat empat ujung yang menjadi bekal bagi orang yang bepergian, di antaranya, yaitu : Ujung lidah, Ujung kelelakian (ujung kemaluan), Cappa Kallang (Ujung pena/ Pulpen), dan Ujung badik/kawali (senjata).

Berita Terkait

Parepare Terima Penghargaan Kota Sehat di HKN ke-61, Gubernur Sampaikan Apresiasi

Wali Kota Parepare Tekankan Kolaborasi dan Keberlanjutan pada Tudang Sipulung Musim Tanam 2025/2026

BNK Sidrap Siap Obati Pecandu Narkoba, Gratis, Data Dirahasiakan dan Tidak Dipidana

Kemiskinan Terendah, Parepare Raih Penghargaan

Kajian integrasi antara Islam dan Budaya berikut ini bokong tammetti na ta cappu (bekal yang tidak surut dan tidak habis) adalah cappa kawalie (ujung badik). Term kawali dalam bahasa merupakan sebuah senjata dari logam dengan ujungnya runcing dan tajam, berkarakter lekukan pamor dan syarat dengan nilai spiritual, digunakan untuk melumpuhkan lawan. Senjata ini disakralkan oleh orang bugis, sehingga tidak boleh mencabut dan mengeluarkan dari sarungnya secara bebas.

Cappa kawali pada lontara paseng tersebut secara runut dimaksudkan bahwa itu merupakan bentuk komunikasi terakhir, jika tuntutan berbuntut pada masalah siri (malu) maka solusinya seperti dalam lontara,

Siri’ patuoki rilino, mate siri’ mate watakkale, siri’ku rikeccaki cappa kawali mabbicara.

Artinya;

Hanya dengan siri’ (rasa malu) kita hidup di muka bumi, kalau tak punya siri’ sama dengan mati, jika siri’ diganggu, maka ujung kawali (badik)lah penyelesaiannya.

Filosofi hidup dengan jargon bernuasa etis, yang kadangkala dipahami secara bebas tanpa mengorganisir emosi akan berdampak pada tindakan fatal, karena menganggap sebagai solusi. Konklusi ini terlalu berlebihan namun tuntutan psikologi lontara ini sejatinya menjadi langkah preventif agar menghindari perbuatan berbuntut pada siri (malu).

Malu dalam makna leksikal bahasa Arab ditemukan dua terminologi yakni : pertana al khajlan (الخجلان) artinya malu, dipermalukan, menjadi malu, dan merasa dipermalukan. Kedua, al haya'(الحياء) artinya malu, perasaan malu, dan sifat takut-takut.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: BugisLontaraSulsel

TerkaitBerita

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

...

Pendidikan dalam Bayang-bayang Krisis Energi, Siapa yang Menjadi Korban

Editor: Muhammad Tohir
25 Maret 2026

...

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Remaja Jauh dari Islam, Krisis Moral dan Identitas Menerkam

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
17 Maret 2026

...

BeritaTerkini

Wabup Sidrap dan Wabup Bone Ziarah Makam Raja Bone ke-10 di Tellu Limpoe

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

86 Peserta Bersaing Masuk Paskibraka Sidrap 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Maret 2026

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Disrupsi Generasi dalam Lembaga Kemahasiswaan: Membaca Ketegangan Gen Z dan Gen Alpha terhadap Warisan Organisasi Lama

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Perang Iran–AS–Israel: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Puncak Arus Balik di Pelabuhan Parepare Diprediksi Sabtu Ini, Penumpang Tembus 7.000 Orang

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
25 Maret 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan