• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 14 Mei, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Lontara Paseng, Spirit Etika Tegas dalam Integrasi Budaya Malu

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
18 Juli 2020
di Opini
Agus

Oleh : Dr Agus Muchsin, M.Ag*

OPINI — Nilai merupakan sesuatu yang hidup dan menjadi falsafah tentang kaidah dalam konstruksi sosial di Bugis. Filosofi nilai biasanya berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, berkeadilan pada diri sendiri dan orang lain, dengan tetap mengelaborasi beberapa backgraund kepentingan beragam.

Struktur dari nilai itulah kemudian mencerminkan identititas dan integritas serta watak orang bugis dengan sikap tegas mempertahankan siri (malu), seperti pada kajian lontara paseng sebelumnya yakni:

Engka eppa cappa’ bokonna to laoe, iyanaritu saisanna : Cappa’ lilae, Cappa’ orowanewe, Cappa kallangnge, enrengnge Cappa’ kawalie.

Artinya

(Terdapat empat ujung yang menjadi bekal bagi orang yang bepergian, di antaranya, yaitu : Ujung lidah, Ujung kelelakian (ujung kemaluan), Cappa Kallang (Ujung pena/ Pulpen), dan Ujung badik/kawali (senjata).

Berita Terkait

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Penurunan Kemiskinan dan Raihan Sertifikat Menuju Kota Bersih Pemkot Parepare Diapresiasi Pemprov

Wali Kota Parepare Sambut Kunjungan Kapolda Sulsel Cek Pos Pengamanan Mudik di Pelabuhan Parepare

Parepare Terima Penghargaan Kota Sehat di HKN ke-61, Gubernur Sampaikan Apresiasi

Kajian integrasi antara Islam dan Budaya berikut ini bokong tammetti na ta cappu (bekal yang tidak surut dan tidak habis) adalah cappa kawalie (ujung badik). Term kawali dalam bahasa merupakan sebuah senjata dari logam dengan ujungnya runcing dan tajam, berkarakter lekukan pamor dan syarat dengan nilai spiritual, digunakan untuk melumpuhkan lawan. Senjata ini disakralkan oleh orang bugis, sehingga tidak boleh mencabut dan mengeluarkan dari sarungnya secara bebas.

Cappa kawali pada lontara paseng tersebut secara runut dimaksudkan bahwa itu merupakan bentuk komunikasi terakhir, jika tuntutan berbuntut pada masalah siri (malu) maka solusinya seperti dalam lontara,

Siri’ patuoki rilino, mate siri’ mate watakkale, siri’ku rikeccaki cappa kawali mabbicara.

Artinya;

Hanya dengan siri’ (rasa malu) kita hidup di muka bumi, kalau tak punya siri’ sama dengan mati, jika siri’ diganggu, maka ujung kawali (badik)lah penyelesaiannya.

Filosofi hidup dengan jargon bernuasa etis, yang kadangkala dipahami secara bebas tanpa mengorganisir emosi akan berdampak pada tindakan fatal, karena menganggap sebagai solusi. Konklusi ini terlalu berlebihan namun tuntutan psikologi lontara ini sejatinya menjadi langkah preventif agar menghindari perbuatan berbuntut pada siri (malu).

Malu dalam makna leksikal bahasa Arab ditemukan dua terminologi yakni : pertana al khajlan (الخجلان) artinya malu, dipermalukan, menjadi malu, dan merasa dipermalukan. Kedua, al haya'(الحياء) artinya malu, perasaan malu, dan sifat takut-takut.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: BugisLontaraSulsel

TerkaitBerita

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Editor: Muhammad Tohir
11 Mei 2026

...

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
9 Mei 2026

...

Hilangnya Wibawa Guru, Generasi Tergerus Sistem Buruk

Hilangnya Wibawa Guru, Generasi Tergerus Sistem Buruk

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
4 Mei 2026

...

Berita Terkini

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Baru Dilantik, Rektor IAIN Parepare Hadiri Rakor Nasional PMB PTKIN di Jakarta

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

8 Unit JIAT di Sidrap, Bupati: Persoalan Air Mulai Teratasi

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Kafilah Pinrang Pertahankan Prestasi di MTQ Sulsel, Bupati Irwan Bangga

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Jawab Keluhan Warga, Wali Kota Parepare Turun Langsung Pantau Penanganan Drainase

Jawab Keluhan Warga, Wali Kota Parepare Turun Langsung Pantau Penanganan Drainase

Editor: Muhammad Tohir
13 Mei 2026

Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Siap Digelar, Diikuti 500 Atlet dari Dalam dan Luar Sulsel

Open Pickleball Cahaya Mario Cup 2026 Siap Digelar, Diikuti 500 Atlet dari Dalam dan Luar Sulsel

Editor: Muhammad Tohir
12 Mei 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan