• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 17 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Lontara Paseng, Spirit Etika Tegas dalam Integrasi Budaya Malu

Editor: Tim Redaksi
18 Juli 2020
di Opini
Agus

Oleh : Dr Agus Muchsin, M.Ag*

OPINI — Nilai merupakan sesuatu yang hidup dan menjadi falsafah tentang kaidah dalam konstruksi sosial di Bugis. Filosofi nilai biasanya berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, berkeadilan pada diri sendiri dan orang lain, dengan tetap mengelaborasi beberapa backgraund kepentingan beragam.

Struktur dari nilai itulah kemudian mencerminkan identititas dan integritas serta watak orang bugis dengan sikap tegas mempertahankan siri (malu), seperti pada kajian lontara paseng sebelumnya yakni:

Engka eppa cappa’ bokonna to laoe, iyanaritu saisanna : Cappa’ lilae, Cappa’ orowanewe, Cappa kallangnge, enrengnge Cappa’ kawalie.

Artinya

BeritaTerkait

Politik Energi dalam Islam

Politik Energi dalam Islam

16 Juli 2026
Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

Budaya Bersih Kota Palu, Perspektif Komunikasi dan Hukum

14 Juli 2026
Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

Menguji Kebenaran Informasi dengan Metode CRAAP

8 Juli 2026
Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026

(Terdapat empat ujung yang menjadi bekal bagi orang yang bepergian, di antaranya, yaitu : Ujung lidah, Ujung kelelakian (ujung kemaluan), Cappa Kallang (Ujung pena/ Pulpen), dan Ujung badik/kawali (senjata).

Kajian integrasi antara Islam dan Budaya berikut ini bokong tammetti na ta cappu (bekal yang tidak surut dan tidak habis) adalah cappa kawalie (ujung badik). Term kawali dalam bahasa merupakan sebuah senjata dari logam dengan ujungnya runcing dan tajam, berkarakter lekukan pamor dan syarat dengan nilai spiritual, digunakan untuk melumpuhkan lawan. Senjata ini disakralkan oleh orang bugis, sehingga tidak boleh mencabut dan mengeluarkan dari sarungnya secara bebas.

Cappa kawali pada lontara paseng tersebut secara runut dimaksudkan bahwa itu merupakan bentuk komunikasi terakhir, jika tuntutan berbuntut pada masalah siri (malu) maka solusinya seperti dalam lontara,

Siri’ patuoki rilino, mate siri’ mate watakkale, siri’ku rikeccaki cappa kawali mabbicara.

Artinya;

Hanya dengan siri’ (rasa malu) kita hidup di muka bumi, kalau tak punya siri’ sama dengan mati, jika siri’ diganggu, maka ujung kawali (badik)lah penyelesaiannya.

Filosofi hidup dengan jargon bernuasa etis, yang kadangkala dipahami secara bebas tanpa mengorganisir emosi akan berdampak pada tindakan fatal, karena menganggap sebagai solusi. Konklusi ini terlalu berlebihan namun tuntutan psikologi lontara ini sejatinya menjadi langkah preventif agar menghindari perbuatan berbuntut pada siri (malu).

Malu dalam makna leksikal bahasa Arab ditemukan dua terminologi yakni : pertana al khajlan (الخجلان) artinya malu, dipermalukan, menjadi malu, dan merasa dipermalukan. Kedua, al haya'(الحياء) artinya malu, perasaan malu, dan sifat takut-takut.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: BugisLontaraSulsel

BeritaTerkait

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Editor: Tohir Muhammad
18 Mei 2026

...

Lepas Empat Pelajar Sidrap ke Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi, Wabup: Tunjukkan Kemampuan Terbaik

Lepas Empat Pelajar Sidrap ke Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi, Wabup: Tunjukkan Kemampuan Terbaik

Editor: Tohir Muhammad
18 Mei 2026

...

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Editor: Tohir Muhammad
28 April 2026

...

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi