• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Kamis, 4 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Lontara Paseng, Spirit Etika Tegas dalam Integrasi Budaya Malu

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
18 Juli 2020
di Opini
Agus

Oleh : Dr Agus Muchsin, M.Ag*

OPINI — Nilai merupakan sesuatu yang hidup dan menjadi falsafah tentang kaidah dalam konstruksi sosial di Bugis. Filosofi nilai biasanya berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, berkeadilan pada diri sendiri dan orang lain, dengan tetap mengelaborasi beberapa backgraund kepentingan beragam.

Struktur dari nilai itulah kemudian mencerminkan identititas dan integritas serta watak orang bugis dengan sikap tegas mempertahankan siri (malu), seperti pada kajian lontara paseng sebelumnya yakni:

Engka eppa cappa’ bokonna to laoe, iyanaritu saisanna : Cappa’ lilae, Cappa’ orowanewe, Cappa kallangnge, enrengnge Cappa’ kawalie.

Artinya

(Terdapat empat ujung yang menjadi bekal bagi orang yang bepergian, di antaranya, yaitu : Ujung lidah, Ujung kelelakian (ujung kemaluan), Cappa Kallang (Ujung pena/ Pulpen), dan Ujung badik/kawali (senjata).

Berita Terkait

Tekun dan Disiplin, Siswa SMKN 5 Jeneponto Dapat Bantuan dari Pemprov Sulsel

Lepas Empat Pelajar Sidrap ke Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi, Wabup: Tunjukkan Kemampuan Terbaik

Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Sidrap, Ahli Waris Hadang dan Klaim Lahan Milik Keluarga Sejak 1937

Penurunan Kemiskinan dan Raihan Sertifikat Menuju Kota Bersih Pemkot Parepare Diapresiasi Pemprov

Kajian integrasi antara Islam dan Budaya berikut ini bokong tammetti na ta cappu (bekal yang tidak surut dan tidak habis) adalah cappa kawalie (ujung badik). Term kawali dalam bahasa merupakan sebuah senjata dari logam dengan ujungnya runcing dan tajam, berkarakter lekukan pamor dan syarat dengan nilai spiritual, digunakan untuk melumpuhkan lawan. Senjata ini disakralkan oleh orang bugis, sehingga tidak boleh mencabut dan mengeluarkan dari sarungnya secara bebas.

Cappa kawali pada lontara paseng tersebut secara runut dimaksudkan bahwa itu merupakan bentuk komunikasi terakhir, jika tuntutan berbuntut pada masalah siri (malu) maka solusinya seperti dalam lontara,

Siri’ patuoki rilino, mate siri’ mate watakkale, siri’ku rikeccaki cappa kawali mabbicara.

Artinya;

Hanya dengan siri’ (rasa malu) kita hidup di muka bumi, kalau tak punya siri’ sama dengan mati, jika siri’ diganggu, maka ujung kawali (badik)lah penyelesaiannya.

Filosofi hidup dengan jargon bernuasa etis, yang kadangkala dipahami secara bebas tanpa mengorganisir emosi akan berdampak pada tindakan fatal, karena menganggap sebagai solusi. Konklusi ini terlalu berlebihan namun tuntutan psikologi lontara ini sejatinya menjadi langkah preventif agar menghindari perbuatan berbuntut pada siri (malu).

Malu dalam makna leksikal bahasa Arab ditemukan dua terminologi yakni : pertana al khajlan (الخجلان) artinya malu, dipermalukan, menjadi malu, dan merasa dipermalukan. Kedua, al haya'(الحياء) artinya malu, perasaan malu, dan sifat takut-takut.

Laman 1 dari 2
12Selanjutnya
Terkait: BugisLontaraSulsel

TerkaitBerita

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Editor: Muhammad Tohir
21 Mei 2026

...

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Kembali Kepada Al-Qur’an dan Sunnah; Sebuah Analisa Metodologis

Editor: Tim Redaksi
14 Mei 2026

...

Berita Terkini

Lagi, Sidrap Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Lagi, Sidrap Raih WTP 10 Kali Berturut-turut

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Wali Kota Parepare Tinjau 3 Lokasi Inovasi Program Srikandi Berdaya Srikandi

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Irwan Hamid Teken PKS dengan Kejari Pinrang, Pastikan Kebijakan Sesuai Koridor Hukum

Editor: Muhammad Tohir
3 Juni 2026

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Wabup Pinrang: Pesantren Berperan Besar Cetak Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Kembali Raih Opini WTP, Tasming Hamid: Bukti Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

Editor: Muhammad Tohir
2 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan