• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI : Manajemen Big Data (Bagian 3-Selesai)

Editor: Tim Redaksi
7 Juni 2020
di Opini
Andi Faisal

Oleh : Andi Faisal SE, M.Ak

OPINI — Pada artikel sebelumnya, penulis menjelaskan perlunya UMKM terintegrasi dengan teknologi informasi. Teknologi informasi sering disebut sebagai revolusi keempat dalam dunia Industri.

Karena kemunculannya, menyebabkan perubahan besar dalam perilaku dan pola pikir pelaku usaha. Salah satu perubahan yang dapat dilihat adalah tersedianya Platform Pasar online (e-Market) seperti Bukalapak, Shopee dan lain-lain. Dengan Platform tersebut, setiap orang memiliki peluang untuk menjadi penjual/wirausahawan. Akibatnya, dunia usaha/pasar menjadi sangat kompetitif. Seorang karyawan misalnya dapat menjadi wirausahaan di Platform Marketplace itu tanpa harus meninggalkan pekerjaanya.

Nah tentu ini menjadi tantangan berat bagi pelaku usaha konvensional khususnya UMKM. Jika masih menggunakan cara dan pola pikir tradisional dalam menjalankan usaha maka sulit baginya untuk dapat bertahan. 

Penjelasan ini mengantar pada perlunya UMKM memahami Manajemen Data. Menurut Wikipedia, Data adalah kumpulan dari fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan manusia. Data bisnis/usaha berarti kumpulan fakta yang terkait dengan bisnis/usaha itu. Pada era kompetisi ketat seperti sekarang ini, maka data dapat menentukan kesukesan suatu usaha. Berdasarkan laporan Forbes, pada tahun 2017 sebanyak 53% Perusahaan skala besar telah mengadopsi Manajemen Data untuk mendukung bisnisnya.

BeritaTerkait

Kiprah Santri di Pentas Nasional

Kiprah Santri di Pentas Nasional

21 Oktober 2026
Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Satu Juta Sarjana Menganggur, Siapa yang Bertanggung Jawab?

20 Oktober 2026
Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

Rekening Massal, Demi Kepentingan Siapa?

13 Oktober 2026
Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

Paradoks Legal Standing: Kepentingan Publik dan Akses Bersyarat

9 Oktober 2026

Ada beberapa alasan mengapa Managemen Data sangat diperlukan pada era digitalisasi saat ini;
Pertama, meningkatkan penjualan. Perusahaan yang mengadopsi manajemen data pada umumnya mengevaluasi kinerja penjualan berdasarkan data. Perusahaan dapat melihat produk apa yang memiliki tingkat penjualan yang tinggi sehingga dapat dijadikan produk unggulan. Sebaliknya, perusahaan dapat melihat produk yang tingkat penjualannya rendah sehingga dapat dioptimalkan, baik dengan pemberian diskon, voucher, hadiah dan lain-lain. Strategi ini juga dapat diterapkan oleh UMKM. Tapi tentu pelaku UMKM harus menggunakan aplikasi dan memahami cara membaca data. Karena itu pada artikel sebelumnya Penulis menekankan pentingnya menggunakan software akuntansi dalam menjalankan usaha.

Kedua, Consumer experience. Dalam bisnis apapun pelanggan adalah segala-galanya, setiap pengusaha akan berupaya mempertahankan konsumennya agar tidak berpindah ke produsen lainnya. Kelebihan platform Online Market adalah menyediakan space bagi pembeli untuk memberikan feedback/ulasan terkait produk yang dibelinya. Kumpulan feedback ini bisa menjadi data bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas usahanya, baik kualitas produk, kualitas layanan maupun handling complaint dari konsumen. Perbaikan kualitas ini dapat meningkatkan Consumer satisfaction sehingga loyalitas konsumen dapat terjaga.

Selain itu, dengan adanya database pelanggan, maka pengusaha dapat mengirimkan informasi tentang produk secara langsung. Hal ini tentu dapat menekan biaya pemasaran sehingga cash flow dapat terjaga. Pelaku UMKM juga hendaknya bisa adaptif terhadap strategi ini. Bagaimanapun, menjaga konsumen tetap loyal jauh lebih baik dibandingkan mencari konsumen yang baru.

Ketiga, Pengambilan Keputusan. Para pelaku usaha dihadapkan pada perubahan yang sangat cepat, perubahan ini tentu harus diimbangi dengan pengambilan keputusan yang tepat sasaran. Agar tidak salah mengambil keputusan maka pelaku usaha mesti mengurangi Asymmetric Information yang mungkin timbul akibat kurangnya data. Asymmetric Information dalam ilmu Akuntansi adalah kondisi dimana pengambil keputusan tidak memiliki banyak informasi terkait suatu hal sehingga keputusan yang diambil tidak tepat sasaran.

Dalam bisnis, keputusan yang tidak tepat sasaran berarti kerugiaan. Karena itu, perusahaan-perusahan besar pada umumnya mempekerjakan analis data yang mampu membaca dan memberikan informasi yang akurat berdasarkan data yang ada. Pelaku UMKM tentu juga dihadapkan pada pengambilan keputusan dalam menjalankan bisnisnya. Pada prinsipnya, semakin banyak informasi yang dimiliki terkait usaha yang dijalankan maka keputusan akan semakin efektif/tepat sasaran.

Strategi penguatan UMKM dalam era “New Normal” yang penulis sampaikan dalam tiga artikel ini pada dasarnya memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada artikel pertama, penulis menekankan pentingnya implementasi manajamen keuangan dalam bentuk sistem akuntansi (dengan menggunakan aplikasi). Kemudian pada bagian kedua penulis menekankan pentingnya Integrasi dengan teknologi informasi. Kemudian pada artikel ini penulis menekankan pada pentingnya manajemen data.

Ketiga strategi tesebut bisa jadi hal yang baru bagi sebagian pelaku UMKM. Karena itu peran Pemerintah sangat diperlukan untuk mengorganisir dan memberdayakan UMKM agar dapat berkembang di era saat ini. Chief Officer Ralali.com (salah satu Platform Marketplace B2B di Indonesia), menyarankan agar Pemerintah Daerah hendaknya mengumpulkan data-data UMKM yang tersebar di wilayahnya. Data yang dikumpulkan adalah data jenis transaksi, operasional, produksi, layanan hingga pendanaan.

Dengan data ini Pemerintah Daerah dapat memberikan advokasi serta pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan dari setiap UMKM yang ada di daerahnya. (*)

*Penulis adalah Dosen IAIN Parepare.

Terkait: Covid-19UMKM

Berita Terkait

Pemkab Pinrang Gandeng Jamkrida Sulsel Dukung Pembangunan dan UMKM

Pemkab Pinrang Gandeng Jamkrida Sulsel Dukung Pembangunan dan UMKM

Editor: Tohir Muhammad
7 Oktober 2026

...

Tasming Serahkan Bantuan Peralatan UMKM Parepare, Tekankan Kejujuran dan Kerja Keras

Tasming Serahkan Bantuan Peralatan UMKM Parepare, Tekankan Kejujuran dan Kerja Keras

Editor: Tohir Muhammad
13 September 2026

...

KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

Editor: Tohir Muhammad
29 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    PGRI Sidrap Bidik Nasional Usai Loloskan Perwakilan di Semua Tingkatan Lomba AGP Sulsel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen IAIN Parepare Terpilih sebagai Panelis MU’TAMAD 2026 di Pesantren Lirboyo, Angkat Transformasi Pesantren al-Risalah Batetangnga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamka Dg Ruppa Pimpin KKBP Parepare 2026-2031, Wali Kota Dorong Sinergi Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Benang Jadi Peluang Bisnis, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Rajut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidrap Tinjau Perbaikan Jalan Lorong Amparita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi