• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Selasa, 28 April, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Membangun Ketahanan UMKM Pasca Covid-19

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
12 Mei 2020
di COVID-19, Opini
Andi Faisal

Oleh : Andi Faisal SE, M.Ak

Andi Faisal
Oleh : Andi Faisal SE, M.Ak

Selain itu, Covid-19 ini juga seharusnya memberikan pelajaran bagi kita untuk menciptakan suatu sistem yang dapat menjamin ketahanan UMKM jika terjadi krisis. Perlu diketahui dalam literatur ekonomi, krisis ekonomi selalu terjadi dalam suatu siklus yang pendek (10 Tahunan), sementara dalam literatur kesehatan krisis berupa pandemik biasanya terjadi dalam siklus 100 tahunan. Jadi kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari ancaman krisis, karena itu sistem ketahanan UMKM atau kita dapat menyebutnya protokol perlindungan UMKM dari krisis perlu dikonstruksi dan diimplementasikan.

Big Data

Saya teringat dengan tesis yang dikemukakan oleh Prof Noah Hariri. Beliau mengatakan bahwa dimasa depan pemenang ekonomi adalah mereka yang mampu mengolah sejumlah besar data dan menerjemahkannya ke dalam keputusan strategis yang efektif. Tesis ini kemudian saya sandingkan dengan tulisan Dahlan Iskan (Mantan Menteri BUMN), beliau mengatakan bahwa keberhasilan Tiongkok memenangkan perang dengan Covid-19 ini adalah dengan menggunakan big data sebagai senjata utama. Dengan big data tersebut, setiap orang dipantau kondisi kesehatannya dan big data setiap saat mengirimkan informasi tentang apa yang harus dikonsumsi dan dilakukan oleh setiap orang. Tidak hanya itu, big data ini juga menentukan apakah seorang di Wuhan dapat keluar rumah atau tidak. Setiap sudut jalan-jalan di Wuhan terdapat petugas yang akan memeriksa ponsel pintar setiap orang yang ada di jalan, jika status orang tersebut kuning atau merah yang terbaca dari ponsel pintar maka orang itu akan langsung digelandang ketempat karantina.

Sejak Indonesia Merdeka sampai saat ini, data selalu menjadi persoalaan yang tidak ada habisnya. Lihat saja ketika menjelang pemilihan umum, kehidupan kita ramai dengan perdebatan masalah data pemilih. Bayangkan jika data pemilih saja yang setiap 5 tahun diperbarui tidak akurat, bagaimana dengan data UMKM yang nyaris tidak pernah terdengar publik.

Pemerintah kota misalnya dapat menggunakan kewenangannya untuk melakukan pendataan terhadap seluruh pelaku UMKM di kota tersebut, mulai dari nama usaha, jenis usaha, alamat sampai pada pendapatan harian dan perbulan usaha tersebut, dan kemudian dikumpulkan dalam suatu server pusat yang menjadi big data pemerintah kota. Tentu saja data ini secara praktis dapat digunakan untuk menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran dengan bekerja sama dengan perbankan yang menyalurkan dana KUR. Kedepannya, big data ini dapat digunakan untuk menyambungkan secara langsung UMKM dengan konsumennya sehingga sektor UMKM tidak kehilangan pembelinya hanya karena tidak bisa diakses secara virtual oleh pembeli.

Berita Terkait

Wali Kota Parepare Dukung Drag Race Diesel di Mattirotasi, Dorong UMKM dan Sport Tourism

Wali Kota Parepare Sebut UMKM Kini Jadi Tren, Anak Muda Tak Malu

Dinasnakertrans, dan UMKM Kota Parepare Sebut 64 Persen UMKM Parepare Dikelola Perempuan

Optimalisasi Pemasaran Digital UMKM Pare Takoyaki melalui Teknologi Augmented Reality

Ada banyak hal yang dapat dielaborasi dari penggunaan big data ini. Akan tetapi, tentu saja untuk  mewujudkan hal tersebut dibutuhkan political will dari pemerintah. Karena apa, big data membutuhkan sumber daya. Baik finansial maupun SDM yang tidak sedikit, sehingga penerapannya masih sulit. Tapi bukan berarti pemerintah abai sama sekali terhadap hal itu. Covid-19 ini seharusnya sudah menjadi pelajaran bagi semua pengelola negara, bahwa kekacauan yang terjadi lebih banyak disebabkan karena keputusan yang tidak tepat sasaran yang timbul karena kurangnya data yang dimiliki oleh pemerintah. (*)

*Penulis adalah Dosen IAIN Parepare dan Pemerhati Sosial Ekonomi.  

 

Laman 2 dari 2
sebelumnya12
Terkait: Big DataCoronaCovid-19KURUMKM

TerkaitBerita

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 April 2026

...

Judol Menghilangkan Nyawa

Judol Menghilangkan Nyawa

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
16 April 2026

...

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Pegawai Jasa Lainnya Perorangan, Solusi Tambal Sulam Kapitalistik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 April 2026

...

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Membatasi Medsos Anak: Solusi Nyata atau Sekadar Tambal Sulam?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 April 2026

...

Berita Terkini

Perkuat Literasi Data Siswa, Mahasiswa dan Dosen ITH Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN 5 Parepare

Perkuat Literasi Data Siswa, Mahasiswa dan Dosen ITH Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN 5 Parepare

Editor: Muhammad Tohir
27 April 2026

Antisipasi Banjir, Wali Kota Parepare Tinjau Drainase, Instruksikan Pembersihan

Antisipasi Banjir, Wali Kota Parepare Tinjau Drainase, Instruksikan Pembersihan

Editor: Muhammad Tohir
27 April 2026

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Makan Siang Bergizi Gratis: Antara Investasi Kemanusiaan dan Dinamika Politik Kebijakan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
27 April 2026

 JCH Embarkasi Makassar Kini Bisa Gunakan Skema Makkah Route

 JCH Embarkasi Makassar Kini Bisa Gunakan Skema Makkah Route

Editor: Muhammad Tohir
26 April 2026

Imigrasi Parepare Perkuat Pencegahan TPPO, Sasar Kelurahan Lemoe

Imigrasi Parepare Perkuat Pencegahan TPPO, Sasar Kelurahan Lemoe

Editor: Muhammad Tohir
26 April 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan