• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Jumat, 3 Juli 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini : Merawat Tradisi “Makkabua Baruga Tobotting” di Desa Bakaru Pinrang

Oleh : Siti Sakirna, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Parepare

Editor: Tim Redaksi
6 Agustus 2022
di Opini
0
Baruga Botting

--ist--

0
BAGI
378
PEMBACA

OPINI — Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang memiliki ragam budaya dan kebiasaan-kebiasaan lama yang masih dipertahankan sampai saat ini sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya warisan orang terdahulu. Budaya merupakan ciri khas daerah masing-masing baik dari segi sikap, perilaku atau kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang untuk generasi ke generasi.

Desa Bakaru adalah sebuah daerah yang jauh dari perkotaan sehingga masyarakat di sana masih sangat merawat tradisi-tradisi yang mereka anggap baik untuk kehidupan dalam masyarakat. Di dalam masyarakat masih mengenal sistem kekeluargaan salah satunya adalah “Makkabua Baruga” yang dilaksanakan dengan cara bergotong royong.

Makkabua Baruga merupakan salah satu kegiatan yang sampai saat ini masih dilaksanakan di Desa Bakaru, Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang sebagai bentuk partisipasi masyarakat sebelum melaksanakan acara pernikahan di desa tersebut. Maksud dari kata “Makkabua Baruga Tobotting” ini adalah membuat rumah panggung pengantin.

Sitti Sakirna
Sitti Sakirna

Baruga merupakan tanda kalau dalam keluarga tersebut ingin melaksanakan suatu acara pernikahan, bukan tanpa adanya tujuan dibuatnya karena Baruga nantinya akan menjadi tempat resepsi pernikahan, tempat akad nikah, tempat beristirahatnya tamu undangan, dan juga sebagai tempat diadakannya simbol-simbol adat sebelum dan sesudah pernikahan.

BeritaTerkait

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

24 Juni 2026
Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

15 Juni 2026
Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

13 Juni 2026
Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

31 Mei 2026

Tradisi Makkabua Baruga ini dilakukan oleh kaum laki-laki dengan tetap memanfaatkan kekayaan alam yang ada di sekitarnya untuk menjadi bahan dalam pembuatan baruga, seperti bambu yang digunakan sebagai balok, kayu sebagai tiang, dan pengikat tiang yang bukan dari tali rapia namun dari ijuk pohon aren atau dalam bahasa setempat disebut Gacci Bulu, kata masyarakat disana bahwa Gacci Bulu lebih tahan lama dibandingkan dengan tali rapia.

Biasanya dalam proses Makkabua Baruga masyarakat membagi tugas mereka agar pembuatannya lebih cepat. Mulai dari menebang bambu, memasang tiang, mengikat balok, sampai pada pemasangan tenda yang dimana masyarakat di sana membawa peralatan masing-masing dari rumah mereka untuk mereka gunakan dan tidak membebankan kepada tuan rumah untuk menyiapkan apa yang mereka butuhkan.

Setelah Baruga selesai barulah masyarakat akan membuat Sala’bi sebagai hiasan Baruga yang terbuat dari bambu yang telah dibentuk dan dihaluskan menggunakan parang lalu di susun secara menyilang. Sala’bi dibuat sebagai dinding pembatas setiap tempat dan juga sebagai gapura untung gerbang masuknya para tamu nantinya. Selanjutnya mereka akan dihidangkan makanan dari tuan rumah yang dibantu ibu-ibu di sana sebagai bentuk terimakasih kepada masyarakat yang telah membantunya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini adalah untuk mempererat tali persaudaran dan juga meringankan beban dalam suatu keluarga, dimana masyarakat Desa Bakaru ingin mempererat hubungan persaudaraan diantara warga desa yang satu dengan warga yang lainnya. Selain itu juga sebagai bentuk siraturahmi dan menjaga kebersamaan, karena dengan diadakannya Makkabua Baruga ini mereka akan berkumpul dan makan bersama tanpa memandang perbedaan derajat dan perbedaan ekonomi.

Juga nilai-nilai yang melekat dalam Tradisi Makkabua Baruga Tobotting ini yakni niai-nilai sosial, dimana mengajarkan kepada kita untuk selalu menjunjung tinggi kepedulian kita kepada sesama manusia karena hal tersebut sangat penting demi terjaganya kekompakan dalam masyarakat sebagai simbol indahnya budaya-budaya lokal. (*)

Terkait: Kabupaten PinrangKecamatan LembangMakkabua Baruga BottingPengantin
Tim Redaksi

Tim Redaksi

BeritaTerkait

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

Tampil Nyentrik Bak Koboi Arab, Jemaah Haji Pinrang Ini Curi Perhatian

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
1 Agustus 2023
0

...

Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

Kata Supporter Gunakan Pakaian Pengantin Saat Nonton PSM vs Bhayangkara FC di Parepare

Editor: Muhammad Tohir
20 Maret 2023
0

...

Dijodohkan, Wajah Mempelai Wanita di Pinrang Ini Hebohkan Warganet

Dijodohkan, Wajah Mempelai Wanita di Pinrang Ini Hebohkan Warganet

Editor: Muhammad Tohir
13 Januari 2023
0

...

Selanjutnya
Nicky Clara, Keterbatasan Membuatnya Tangguh

Nicky Clara, Keterbatasan Membuatnya Tangguh

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2024 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi