• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Minggu, 21 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

Opini: Palu dan Wallacea, juga Kemungkinan-kemungkinan Lainnya.

Ibrah La Iman Editor: Ibrah La Iman
30 September 2018
di Opini

Yang terdekat dari Sulawesi Selatan, setelah gempa 24 Januari 2005 kita kembali berduka atas gempa 28 September 2018 di Palu dan sekitarnya. Palu, nama sebuah kota yang artinya ‘tanah yang terangkat’ (TopaluE). Daerah yang awalnya adalah lautan, mengalami gempa dan pergeseran lempeng (palu koro). Hingga membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu. Kota yang pernah tiada menjadi ada, dan beberapa saat lalu mengalami ‘tanah goyang’.

Selain itu, sebagian pengetahuan menginformasikan Palu berasal dari bahasa Kaili; Volo. Kata yang bermakna Bambu, tumbuh dari daerah Tawaeli sampai Sigi. Bambu menjadi kebutuhan yang utama saat mula-mula Palu ada. Rebung jadi bahan makanan, tikar atau dinding rumah dari bambu dan perlengkapan sehari-hari, juga jadi bahan membuat mainan, Tilako, hingga Lalove sebuah alat musik dari bambu, cirikhas Palu. Masyarakat yang tak lupa, Kaledo yang biasanya dari tulang dan daging bisa mereka buat dari bahan dasar rebung bambu.

Palu, salah satu daerah yang masuk dalam Garis Maya Wallacea. Garis yang mulanya hanya memilah keanekaragaman hayati dari pulau-pulau pertengahan di Nusantara. Namun perlahan dipercaya memiliki ikatan yang lain, salah satunya adalah gerakan lempengan bumi. Daratan-daratan yang awalnya tak bersama, Alfred Russel Wallace menyakini perlahan daratan itu merekat membentuk pola mendekati gambaran peta hari ini. Kalimantan, Bali, Irian/Papua, Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Halmahera, Buru, Seram, serta pulau-pulau kecil disekitarnya dengan total luas daratan kawasan Wallacea sekira 347,000 km².

Kawasan Wallacea bisa jadi adalah kulit bagian yang menutupi jantung, yang gerakan selanjutnya tak mungkin jauh ke lutut atau kepala. Sangat mungkin bergeser ke daerah bagian yang terdekat seperti Parepare, atau Sulawesi Selatan misalnya.

Berita Terkait

Membangun Mimpi Pendidikan Layak

Pesta Babi, Papua, dan Krisis Komunikasi Pembangunan di Era Digital

Arah Pendidikan Tinggi di Bawah Tekanan Kapitalisme

Meningkatnya Pekerja GIG dan UMKM: Cermin Kegagalan Negara dalam Menyediakan Lapangan Kerja

Gempa, mungkin adalah proses yang menyerupai pergantian kulit manusia, saya yakin kita menganggapnya biasa. Namun bagi kita semua tanpa terkecuali, ‘kehilangan’ bukanlah hal yang biasa.

Tetap peduli namun jangan lupa waspada. Semoga Allah senantiasa mencintai kita semua. Karena membersamai duka yang perih hadir selalu cinta yang murni.

Basseang,
30 September 2019

Penulis:
@ibrahlaiman

Terkait: Gempa dan Tsunami PaluIbrah La ImanOpiniWallacea

TerkaitBerita

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Momentum Dzulhijjah-Dari Puasa Arafah hingga Haji: Jalan Spiritual Merawat Mental

Editor: Muhammad Tohir
26 Mei 2026

...

Berita Terkini

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Ingin Tebus Motor dengan Curi Emas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Evaluasi RSUD Arifin Nu’mang, Sekda Jelaskan Fungsi Pengawas

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Temui Kepala BNN RI, Wali Kota Parepare Bahas Percepatan Pembentukan BNN Kota

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Sekda Pinrang Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Dorong Penguatan Sinergi Pengawasan

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Bupati Sidrap Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Beri Data Akurat

Editor: Muhammad Tohir
19 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan