• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

Opini: Palu dan Wallacea, juga Kemungkinan-kemungkinan Lainnya.

Editor: Ibrah La Iman
30 September 2018
di Opini

Yang terdekat dari Sulawesi Selatan, setelah gempa 24 Januari 2005 kita kembali berduka atas gempa 28 September 2018 di Palu dan sekitarnya. Palu, nama sebuah kota yang artinya ‘tanah yang terangkat’ (TopaluE). Daerah yang awalnya adalah lautan, mengalami gempa dan pergeseran lempeng (palu koro). Hingga membentuk daratan lembah yang sekarang menjadi Kota Palu. Kota yang pernah tiada menjadi ada, dan beberapa saat lalu mengalami ‘tanah goyang’.

Selain itu, sebagian pengetahuan menginformasikan Palu berasal dari bahasa Kaili; Volo. Kata yang bermakna Bambu, tumbuh dari daerah Tawaeli sampai Sigi. Bambu menjadi kebutuhan yang utama saat mula-mula Palu ada. Rebung jadi bahan makanan, tikar atau dinding rumah dari bambu dan perlengkapan sehari-hari, juga jadi bahan membuat mainan, Tilako, hingga Lalove sebuah alat musik dari bambu, cirikhas Palu. Masyarakat yang tak lupa, Kaledo yang biasanya dari tulang dan daging bisa mereka buat dari bahan dasar rebung bambu.

Palu, salah satu daerah yang masuk dalam Garis Maya Wallacea. Garis yang mulanya hanya memilah keanekaragaman hayati dari pulau-pulau pertengahan di Nusantara. Namun perlahan dipercaya memiliki ikatan yang lain, salah satunya adalah gerakan lempengan bumi. Daratan-daratan yang awalnya tak bersama, Alfred Russel Wallace menyakini perlahan daratan itu merekat membentuk pola mendekati gambaran peta hari ini. Kalimantan, Bali, Irian/Papua, Sulawesi, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Timor, Halmahera, Buru, Seram, serta pulau-pulau kecil disekitarnya dengan total luas daratan kawasan Wallacea sekira 347,000 km².

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026

Kawasan Wallacea bisa jadi adalah kulit bagian yang menutupi jantung, yang gerakan selanjutnya tak mungkin jauh ke lutut atau kepala. Sangat mungkin bergeser ke daerah bagian yang terdekat seperti Parepare, atau Sulawesi Selatan misalnya.

Gempa, mungkin adalah proses yang menyerupai pergantian kulit manusia, saya yakin kita menganggapnya biasa. Namun bagi kita semua tanpa terkecuali, ‘kehilangan’ bukanlah hal yang biasa.

Tetap peduli namun jangan lupa waspada. Semoga Allah senantiasa mencintai kita semua. Karena membersamai duka yang perih hadir selalu cinta yang murni.

Basseang,
30 September 2019

Penulis:
@ibrahlaiman

Terkait: Gempa dan Tsunami PaluIbrah La ImanOpiniWallacea

Berita Terkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Editor: Tim Redaksi
24 September 2026

...

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi