• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan AI
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Pendidikan

Opini: Paradoks Janji Pemerintah Atas Pendidikan yang Merata dan Berkualitas

Editor: Alfiansyah Anwar
2 Mei 2017
di Pendidikan, Sulselbar

Hari ini kita sedang memperingati (bukan sedang merayakan) Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2017 yang diinspirasi dari lahirnya tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara meskipun sejatinya, yang namanya kelahiran harus dirayakan.

Pendidikan adalah aset membangun bangsa yang lebih bermartabat dari sisi kemanusiaan dan lebih maju dari sisi kesejahteraan serta lebih berkemajuan dari semua aspek kehidupan.

Sebagaimana tema Hardiknas kali ini adalah Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas. Tentu tema ini diangkat karena melihat kondisi realitas pendidikan hari ini. Dimana pendidikan kita di Indonesia masih jauh dari pemerataan dan masih jauh dari kualitas. Hal ini di pengaruhi letak geografis luasnya wilayah tanah air sehingga membutuhkan keseriusan yang cukup tinggi dalam mengelola pendidikan untuk mencapai pemerataan dan kualitas yang tinggi tersebut.

Namun, ada hal yang menarik dari tema ini jika dikaitkan dengan seluruh isi pidato Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI). Saya telah membaca tuntas isi pidato Mendikbud RI, Muhajir Effendy, tetapi tidak menemukan kesesuaian tema Hardiknas dengan pesan yang disampaikan. Dalam pidatonya, tidak sedikit pun menyentuh upaya-upaya pemerintah melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia.

BeritaTerkait

Wabup Sidrap Minta Guru Terus Upgrade Kompetensi dan Profesionalisme

Wabup Sidrap Minta Guru Terus Upgrade Kompetensi dan Profesionalisme

28 September 2026
KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

KAHMI Perjuangan Gelar Dialog Nasional, Mengurai “Kegelapan” Menuju Indonesia Baru

26 September 2026
Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

25 September 2026
UMS Rappang Siapkan English Competition 2026, Bupati Sidrap Ajak Pelajar Ikut Mendaftar

UMS Rappang Siapkan English Competition 2026, Bupati Sidrap Ajak Pelajar Ikut Mendaftar

24 September 2026

Jika pemerintah komitmen melakukan pemerataan pendidikan, maka semestinya dalam isi pidato Mendikbud menyinggung tentang sebaran fasilitas pendidikan di tanah air. Pemerintah harus jujur dan terbuka pada publik berapa banyak sekolah di tanah air dalam kondisi yang sebenarnya. Bukankah data dari pihak swasta menemukan Ribuan hingga ratusan ribu sekolah dalam kondisi tidak layak pakai untuk sebuah proses pembelajaran.

Jangan salahkan guru jika sekolah-sekolah yang terpencil dan jauh dari pantauan media selalu menjadi terbelakang dari segi capaian kualitas peserta didiknya. Karena pada kenyataannya mereka tidak pernah secara serius menerima perhatian dari pemerintah.

Semestinya jika pemerintah serius ingin mengurusi pemerataan pendidikan baik fasilitas maupun pemerataan kualitas, maka sebaiknya disampaikan berapa jumlah sekolah di Indonesia yang tidak layak difungsikan. Sehingga masyarakat bisa mengevaluasi dan juga ingin berkontribusi memperbaiki fasilitas pendidikan tersebut sebagaimana diperbolehkan dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.

Dengan dibukanya data-data jumlah sekolah yang butuh perbaikan dan berapa jumlah sekolah yang harus dibangun baru, maka pemerintah akan mudah melakukan perencanaan pembangunan dengan target pemerataan yang lebih terukur. Sehingga pemerintahan berikutnya dapat melanjutkan sisa perbaikan fasilitas yang harus di selesaikan atas pemerintahan sebelumnya. Bukan justru mendata ulang yang tentu juga menghabiskan anggaran dan hanya akan menjadi komoditas politik anggaran di senayan. Perlu diketahui bahwa anggaran pendidikan adalah yang terbesar dalam batang tubuh APBN yaitu diatas 20 persen.

Jika pemerintah memiliki data kuantitatif yang rill terkait situasi fasilitas pendidikan kita, hal ini dapat disampaikan melalui pidato Hardiknas karena masyarakat ingin tahu berapa jumlah sekolah yang perlu perbaikan, berapa anggaran pemerintah yang sudah dialokasikan, dan menyampaikan pada masyarakat sudah sejauhmana realisasi itu sudah dijalankan. Dengan demikian kita bisa mengukur capaian-capaian apa yang sudah dilakukan pemerintah dari tahun ke tahun, karena fasilitas yang merata akan diikuti dengan kualitas pendidikan sampai kepelosok negeri.

Selamat Hari Pendidikan Nasional “semoga” merata dan berkualitas.

Ooo iya…
Jangan lupa bahagia,
Jangan benci gurumu.
Karena pendidikan itu tidak menebar kebencian dan cacian.

Jakarta, 02 Mei 2017
Andi Fajar Asti
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI)

Terkait: Hardiknas

Berita Terkait

Upacara Hardiknas,  Tasming Hamid: Pendidikan untuk Memanusiakan Manusia

Upacara Hardiknas, Tasming Hamid: Pendidikan untuk Memanusiakan Manusia

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
13 Mei 2026

...

Pemkot Parepare Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Pemkot Parepare Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Editor: Tohir Muhammad
13 Mei 2026

...

Hardiknas 2026 di Pinrang, Bupati Irwan: Pendidikan Kunci Kesejahteraan

Hardiknas 2026 di Pinrang, Bupati Irwan: Pendidikan Kunci Kesejahteraan

Editor: Tohir Muhammad
4 Mei 2026

...

Berita Populer

  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukcapil Parepare Imbau Warga Manfaatkan Layanan Resmi, Tak Perlu Calo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanamkan Kedisplinan dan Nilai Agama, Tiga Sekolah di Parepare Ini Kompak Gelar Salat Duha Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kebijakan AI
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi