• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Senin, 29 Juni, 2026
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channelyoutube
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News

OPINI : Penundaan Pemilu sebagai Aspirasi yang Harus Tersampaikan

Tim Redaksi Editor: Tim Redaksi
6 Maret 2022
di Opini
Dr M Sabil Rahman. --foto istimewa--

Dr M Sabil Rahman. --foto istimewa--

OPINI — Dalam satu minggu terakhir, jagat politik Indonesia diwarnai isu yang sangat sensitif dan mengundang pandangan semua pihak. Baik akademisi, politisi dan aktivis. Bermula saat Bahlil Lahadalia yang menyampaikan hal itu sebagai respon terhadap keinginan sebagai pengusaha dengan berbagai alasan.

Beberapa hari kemudian Muhaimin Iskandar menyampaikan hal yang sama setelah mendengar pandangan sebagian pengusaha. Setelah itu Ketum PAN Zulkifli Hasan juga menyampaiakan hal serupa yakni tentang kemungkinan penundaan pemilu dengan berbagai pertimbangan.

Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar saat melakukan kunjungan di Riau dan berdialog dengan para petani kelapa sawit yang menyampaikan harapan agar menunda pemilu dan perpanjangan masa bakti Presiden sampai 2026, maka Pak Airlangga mengatakan bahwa akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada parlemen karena ini masuk wilayah politik di MPR sebagai saluran aspirasi rakyat.

Apa yang disampaikan, baik oleh pengusaha maupun oleh petani tersebut di atas kepada Pak Bahlil dan ketiga Ketua Umum Partai politik tersebut adalah hal yang biasa dalam politik yakni bahwa aspirasi memang harus didengarkan lalu diformulasikan keputusannya. Namun harapan dan aspirasi yang sebenarnya makin memperkaya wacana politik tersebut kemudian dimanfaatkan oleh beberapa elite politik untuk menjust bahwa ada partai politik yang mendukung penundaan pemilu dan perpanjangan masa bakti presiden sampai 2026.

Dalam catatan saya belum ada satu pun partai politik yang memutuskan hal itu termasuk Pak Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar. Reaksi beberapa partai seperti PDIP, Nasdem, PKS, Demokrat saya kira sangat berlebihan dan menegaskan seolah-olah partai sudah terbelah atas isu tersebut. Masalahnya adalah bisa jadi ke empat partai tersebut di atas mungkin tidak atau belum mendengar aspirasi tersebut karena belum pernah ada forum dimana isu seperti itu dipertanyakan. Khusus Golkar saya kira belum pernah ada pembicaraan terkait hal itu kecuali respon parsial kader apalagi dianggap menyetujui.

Berita Terkait

Wali Kota Parepare Serahkan Bantuan Sapi 883 Kg di Wattang Bacukiki

Bahas Teknologi di Pemilu, Ketua KPU Majene Isi Materi Praktisi Mengajar Ilmu Politik

Sapi Kurban Presiden Diserahkan Pemkot Parepare kepada 442 Warga

Usai Salat Idul Adha, Wali Kota dan Wawali Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden

Golkar sadar bahwa ini isu yang sangat sensitif dan bisa berdampak luas serta berimplikasi terhadap konstalasi kehidupan politik, maka Ketua Umum Partai Golkar Pak Airlangga Hartarto tentu akan membahasnya dengan melibatkan seluruh stakeholder, unsur DPD I Golkar dan seluruh senior Partai. Demikian pula dengan Ormas pendiri Golkar yakni Kosgoro 57, Ormas MKGR dan Soksi serta ormas yang didirikan antara lain AMPI, MDI, Satkar Ulama, Al Hidayah dan HWK. Demikian pula dengan sayap Partai yakni AMPG dan KPPG. Sejauh ini belum ada pembahasan dalam stakeholder tersebut dan saya tahu bahwa Pak Airlangga Hartarto adalah tokoh yang konsisten pada konstitusi dan mekanisme partai.

Sebagai Ketua Umum Partai yang selama ini selain beliau dikenal sangat demokratis dan konstitusionalistik juga selalu sangat hati-hati serta mengedepankan berlangsungnya proses komunikasi politik atas isu-isu politik publik untuk kepentingan negara dan rakyat guna diformulasi pada tataran sistem kenegaraan, maka saya tidak percaya jika Pak Airlangga Hartarto bisa menyetujui penundaan pemilu yang telah diteguhkan oleh Undang- Undang sebagai siklus 5 tahunan.

Pemilu 5 tahunan itu selain adalah amanat rakyat yang turut diperjuangkan oleh Golkar dan karena itu sangat tidak mungkin Golkar berada pada barisan yang mendukung ide penyelenggaraan negara termasuk jabatan Presiden di luar yang termaktub dalam Undang-Undang terutama soal perpanjangan jabatan presiden dan penundaan pemilu tanpa alasan yang dimungkinkan oleh konstitusi negara. (*)

*Penulis adalah Sekjen Kosgoro 1957 dan Ketua Bidang Kaderisasi DPP Partai Golkar

 

Tulisan opini yang dipublikasikan di media siber PIJARNEWS.COM menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan.

 

Terkait: PemiluPenundaan PemiluPresidenPresiden 3 PriodeUndang-undang

TerkaitBerita

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

...

Nasab Ba‘alawi

Menempatkan Kontroversi Penelitian Nasab Ba‘alawi dalam Kerangka Keilmuan

Editor: Tim Redaksi
15 Juni 2026

...

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Revolusi Techno-Moral di Gerbang Tahun Ajaran Baru

Editor: Tim Redaksi
13 Juni 2026

...

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Indonesia Jadi Sarang Mafia Judi Online: Bukti Lemahnya Pengawasan Negara

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
31 Mei 2026

...

Berita Terkini

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Sah! Ini Daftar Pelajar Terbaik yang Terpilih Jadi Duta Baca Kota Makassar 2026

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
26 Juni 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Parepare Tembus Panggung Global, Berdaya Srikandi Raih Penghargaan PBB di UNPSF 2026

Editor: Muhammad Tohir
26 Juni 2026

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Parepare Gelar Rapat TIMPORA di Barru

Editor: Muhammad Tohir
25 Juni 2026

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Bertanya di Tengah Era Algoritma

Editor: Tim Redaksi
24 Juni 2026

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Imigrasi dan Kepala Kantor Imigrasi, Komitmen Perbaikan Menyeluruh

Editor: Muhammad Tohir
24 Juni 2026

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 Pijar News - Cerdas Mencerahkan