• Tentang Kami
  • Tim Kerja
  • Beriklan bersama kami
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Pijar News
Utama Opini

OPINI: Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Anak Sekolah dan Remaja, Solusi Tepat?

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
12 Agustus 2024
di Opini

Ratih Ramadani, S.P. (Praktisi Pendidikan)

Oleh: Ratih Ramadani, S.P.

(Praktisi Pendidikan)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan (UU Kesehatan) resmi mengatur penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja.

Dalam Pasal 103 PP yang ditandatangani pada Jumat, 26 Juli 2024 itu, disebutkan bahwa upaya kesehatan sistem reproduksi usia sekolah dan remaja paling sedikit berupa pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi, serta pelayanan kesehatan reproduksi.

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

24 September 2026
Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

20 September 2026
Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

Moderasi Beragama di Ruang Digital: Menjaga Perbedaan di Tengah Derasnya Informasi

16 September 2026
Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

29 Agustus 2026

Untuk pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi setidaknya berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi; menjaga kesehatan alat reproduksi; perilaku seksual berisiko dan akibatnya; keluarga berencana (KB); melindungi diri dan mampu menolak hubungan seksual; serta pemilihan media hiburan sesuai usia anak.

Melihat peraturan pemerintah tersebut sangat membuat hati miris, utamanya sebagai pendidik generasi. Dengan alasan untuk memberikan pelayanan reproduksi remaja, pemerintah justru memberikan solusi dengan pemberian alat kontrasepsi. Pemerintah mengklaim hal tersebut untuk mengatasi permasalahan reproduksi akibat dari perilaku yang tak sepatutnya (seks bebas).

 Solusi Tepat?

Terbitnya aturan ini semakin menunjukkan dengan jelas bahwa negara Indonesia adalah negara sekuler liberal. Dengan peraturan ini juga artinya pemerintah dengan terbuka memperbolehkan terjadinya perzinahan di kalangan sekolah dan remaja. Padahal pemerintah seharusnya menjadi garda terdepan untuk menjaga generasi dari pergaulan dan seks bebas. Meskipun peraturan tersebut dikatakan aman, namun perbuatan tersebut diharamkan dalam Islam. Tindakan tersebut juga akan menimbulkan perilaku yang semakin liberal dan merusak masyarakat.

Kerusakan masyarakat artinya akan merusak peradaban ke depannya. Apalagi sistem pendidikan di Indonesia juga menggunakan kurikulum sekuler yang semakin menjauhkan umat dari aturan Allah SWT, kepuasan jasmani menjadi kebahagiaan yang harus dipenuhi.

Akan seperti apa para generasi penerus masa depan, jika mereka dirusak dari segala arah!

Bagaimana Islam Memandang

Hal ini berbeda sekali dengan penerapan sistem Islam yang kaffah. Dalam Islam, jangankan berzina, mendekatinya saja Allah SWT sudah melarang. “Dan janganlah kamu mendekati zina….”(QS.Al-Isra 32)

Menghalalkan sesuatu yang telah Allah SWT haramkan sama saja artinya dengan menantang Allah. Na’udzubillah.

Dalam Islam kepribadian individu harus dibentuk, mulai dari penanaman akidah sejak dini, hingga pemantapan di bangku pendidikan. Kurikulum yang digunakan dalam Islam adalah kurikulum Islam, sehingga umat akan senantiasa paham tentang batasan dan tujuan dalam hidupnya. Individu yang dibentuk dalam Islam tujuan hidupnya tidak lain hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Standar perbuatannya adalah halal dan haram. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika bisa menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Dalam Islam untuk menjaga kesehatan reproduksi dengan melakukan sebuah pernikahan yang sah. Sebab hubungan intim yang halal-lah yang mencegah dari penyakit reproduksi. Dalam Islam menikah adalah salah satu jalan untuk seseorang mendapatkan keturunan. Selain itu pernikahan adalah sebuah ibadah yang panjang. Bahkan sampai dikatakan menyempurnakan separuh agama.

Dalam Islam menikah memang bukan hanya dilandasi untuk memenuhi kebutuhan naluri nau’ (melangsungkan keturunan) saja. Orang yang hendak menikah haruslah memahami tujuan dari sebuah pernikahan, tugas dan tanggung jawab masing-masing terhadap pasangan. Sehingga dalam menjalani pernikahan tidak saling menzalimi.

Islam juga memberikan kebebasan bagi lelaki untuk menikahi hingga empat orang istri. Dengan catatan lelaki tersebut mampu berlaku adil. Adil yang dimaksud tentu bukan dengan meratakan pemberian nafkah uang misalnya. Adil dalam Islam lebih pada tidak menzalimi pasangan dengan sesuatu yang bisa menyakiti hati pasangan. Maka Islam menegaskan untuk hanya memperisteri satu orang saja bila tidak mampu.

Terakhir, Pemerintahan Islam (Khilafah) memiliki sanksi yang tegas. Bagi pelaku seks (zina) akan diberikan hukuman rajam bagi yang sudah menikah, dan cambuk bagi yang masih lajang (belum menikah). Hal ini yang akan mencegah umat dari perilaku seks bebas (perzinahan). Artinya tidak perlu adanya pemberian kontrasepsi untuk menjaga kesehatan reproduksi. Begitulah Islam memberikan perlindungan pada generasi peradaban.

Wallahualam bissawab.

 

Opini yang dipublikasikan di media online ini menjadi tanggung jawab penulis secara pribadi. PIJARNEWS.COM tidak bertanggung jawab atas persoalan hukum yang muncul atas tulisan yang dipublikasikan

Terkait: kontrasepsiOpinipendidikan anak

BeritaTerkait

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

Editor: Tim Redaksi
24 September 2026

...

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Senyum Di Balik Truk Batu Bara

Editor: Tim Redaksi
20 September 2026

...

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Politik Viral dan Krisis Kepercayaan Publik

Editor: Dian Muhtadiah Hamna
29 Agustus 2026

...

Berita Populer

  • Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    Festival Budaya Gau Maraja Digelar 28 September, Terbuka untuk Publik dan Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bone BerAmal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026, Tekuk Sidrap United Lewat Adu Penalti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Tengah Kekeringan : Negara dan Ancaman Krisis Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawali Parepare Jawab Pandangan Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Media Online Pijar News Telah Terverifikasi Administratif & Faktual Oleh Dewan Pers

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan
  • Saran & Kritik

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Pijar Channel
  • Internasional
  • Nasional
  • Sulselbar
  • Ajatappareng
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Opini

© 2016 - 2026 PIJARNEWS. Hak Cipta Dilindungi